Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemetaan Keterkaitan Spasial dan Interaksi Wilayah sebagai Dasar Penataan Pusat Pertumbuhan di Kabupaten Bogor Ullya Vidriza; Sarah Ghania; Khusnul Khatimah
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.110765.51-61

Abstract

Kerangka ekonomi Kabupaten Bogor menunjukkan saling ketergantungan yang kompleks antara berbagai sektor dan wilayah geografis. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan analisis terhadap komponen penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor di samping faktor-faktor penentu yang intrinsik terhadap dinamika ekonomi daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa hubungan spasial dan interaksi antardaerah antar kabupaten di Kabupaten Bogor, dengan tujuan mengidentifikasi hub/simpul pertumbuhan, pedalaman, dan dinamika konektivitas antardaerah. Pendekatan metodologis yang digunakan meliputi hibrida teknik kuantitatif dan kualitatif, memanfaatkan analisis skalogram dan model gravitasi, bersamaan dengan Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif yang difasilitasi oleh Bappedalitbang Kabupaten Bogor. Data kuantitatif, yang mencakup jumlah fasilitas, statistik demografis, dan jarak antar wilayah, diproses melalui Microsoft Excel dan direpresentasikan secara visual di Tableau, sementara data kualitatif menjadi sasaran analisis melalui metodologi analisis konten. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konektivitas spasial di Kabupaten Bogor tetap tidak merata. Kecamatan-kecamatan seperti Kecamatan Cibinong, Kecamatan Citeureup, dan Kecamatan Gunung Putri telah muncul sebagai pusat pertumbuhan terkemuka, menunjukkan tingkat sentralitas dan interaksi regional tertinggi. Sebaliknya, wilayah barat dan selatan, termasuk Kecamatan Jasinga dan Kecamatan Sukajaya, menunjukkan tingkat interaksi yang rendah karena keterbatasan infrastruktur dan jaraknya dari pusat kota. Wawasan yang diperoleh dari FGD memperkuat temuan kuantitatif, menunjukkan bahwa pembangunan terus terkonsentrasi dalam area inti. Penelitian ini menganjurkan strategi pembangunan yang didasarkan pada interkonektivitas spasial, menekankan peningkatan sub-pusat pertumbuhan, konektivitas regional, dan perencanaan berbasis bukti.
Peningkatan Literasi Keuangan Petani melalui Buku Kas Harian di Desa Waru Adinda Asiah Minhikmah Alena Pituleng Yunus; Sarah Ghania
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.6590

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan petani melalui penerapan buku kas harian sebagai media pencatatan sederhana dalam pengelolaan usaha tani di Desa Waru Kecamatan Parung. Permasalahan utama mitra adalah belum terbentuknya kebiasaan pencatatan transaksi, masih bercampurnya keuangan usaha tani dengan keuangan rumah tangga, serta keterbatasan media pencatatan yang sesuai dengan kondisi petani. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui sosialisasi, penyuluhan literasi keuangan, praktik pengisian buku kas harian, diskusi, evaluasi, dan keberlanjutan program. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri atas petani dan masyarakat yang beraktivitas dalam usaha tani. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa seluruh peserta memahami pentingnya pengelolaan keuangan usaha tani, tetapi hanya 5 peserta atau 17% yang telah melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Sebanyak 25 peserta atau 83% masih mengandalkan ingatan tanpa catatan tertulis. Kendala utama pencatatan adalah lupa, tidak memiliki media pencatatan, dan belum terbiasa mencatat transaksi. Setelah kegiatan, seluruh peserta menyatakan bahwa buku kas harian memudahkan pencatatan keuangan usaha tani. Kegiatan ini memberikan dampak awal terhadap peningkatan pemahaman, keterampilan pencatatan, dan kesadaran petani dalam mengelola keuangan usaha tani secara lebih tertib, terukur, dan mandiri.
ANALISIS FINANSIAL UMKM KOPI CILIBUR DI KABUPATEN BREBES Khusnul Khatimah; Sarah Ghania; Viyolanda Azrimultiya
Veteran Economics, Management, & Accounting Review Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/vemar.v3i1.9741

Abstract

Coffee has great potential as a leading plantation commodity in Indonesia. The highlands in Brebes Regency, specifically in Cilibur Village, have been used by farmers who collaborate with Perhutani to open land for Arabica coffee plantations. Since 2018, Mr. Muzayin has utilized the potential and opportunities in the coffee market, which are quite high, to process coffee beans into ground coffee with the Kopi Cilibur brand. The research aims to estimate business costs, revenues and profits from the Cilibur Coffee business. Data collection was carried out in March-October 2023. The analytical method used was cost, revenue and business profit analysis. The results of the research showed that the total cost of the Cilibur Coffee business was IDR 356,620/production with a revenue value of IDR 600,000/production. The profit value of the Cilibur Coffee business was IDR 243.380/production. The business analysis is intended so that Cilibur Coffee products can find out the actual total costs so that they can re-estimate the price basic products to create competitive prices Keywords: Fiancial, Bussiness, Cost, Profit Abstrak   Kopi memiliki potensi yang besar sebagai komoditas perkebunan unggulan di Indonesia. Dataran tinggi di Kabupaten Brebes tepatnya di Desa Cilibur telah dimanfaatkan oleh petani yang bekerjasama dengan Perhutani untuk membuka lahan perkebunan kopi jenis arabika. Potensi dan peluang pasar kopi yang cukup tinggi sejak tahun 2018 dimanfaatkan oleh Bapak Muzayin untuk mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk bermerek Kopi Cilibur. Penelitian bertujuan untuk mengestimasi biaya usaha, penerimaan, dan keuntungan usaha Kopi Cilibur. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Oktober 2023. Metode analisis yang digunakan analisis biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha. Hasil penelitian diperoleh biaya total usaha Kopi Cilibur sebesar  Rp356.620/produksi dengan nilai penerimaan Rp600.000/produksi. Nilai keuntungan usaha Kopi Cilibur sebesar Rp243.380/produksi. Analisis usaha dimaksud agar produk Kopi Cilibur dapat mengetahui biaya total yang sebetulnya sehingga dapat mengestimasi kembali harga pokok produk (HPP) supaya terbentuk harga kompetitif. Kata kunci: Finansial, Usaha Biaya, Keuntungan
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Ekspor Tembakau di Indonesia Eka Apriliansyah; Sarah Ghania; Aswin Rivai
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 1 (2026): JDED, February 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i1.13873

Abstract

Ekspor menjadi semakin penting seiring dengan kemajuan globalisasi karena ekspor ialah salah satu dari sekian banyak faktor yang mendorong perekonomian suatu negara. Sebuah negara dapat memperoleh keuntungan dalam perdagangan internasional jika negara tersebut mengkhususkan diri pada produk, mengekspor komoditas yang dapat diproduksi secara relatif lebih produktif, dan mengimpor barang yang produksinya relatif lebih sedikit atau tidak produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh produksi tembakau, PDB, nilai tukar dan harga tembakau internasional terhadap volume ekspor tembakau Indonesia tahun 1991-2021. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder periode tahunan yang berjumlah 31 data observasi dan diperoleh melalui data Direktorat Jenderal Perkebunan, World Bank dan Badan Pusat Statistika. Jenis penelitiannya berbentuk time series serta memakai metode olah data ECM (Error Correction Model) dengan tujuan melihat pengaruh jangka panjang maupun jangka pendek masing-masing variabel. Penelitian ini menemukan bahwa produksi tembakau, PDB dan harga internasional tidak berpengaruh signifikan, sedangkan untuk variabel nilai tukar berpegaruh signifikan untuk periode jangka panjang, tetapi tidak signifikan pada periode jangka pendek. Secara simultan seluruh variabel tidak memiliki pengaruh signfikan terhadap volume ekspor tembakau baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Keywords : Volume Ekspor Tembakau; Produksi Tembakau; PDB; Nilai Tukar; Harga Internasional Tembakau.   Abstract Exports are becoming increasingly important with the advancement of globalization because they are one of the many factors driving a country's economy. A country can gain an advantage in international trade by specializing in products, exporting commodities that can be produced relatively more productively, and importing goods that are produced relatively less or less productively. This study aims to analyze the influence of tobacco production, GDP, the exchange rate, and international tobacco prices on Indonesia's tobacco export volume from 1991 to 2021. The data used for this study is secondary data for an annual period, totaling 31 observations, obtained from the Directorate General of Plantations, the World Bank, and the Central Statistics Agency. This study uses a time series method using the ECM (Error Correction Model) data processing method to examine the long-term and short-term effects of each variable. This study found that tobacco production, GDP, and international prices had no significant effect. While the exchange rate variable had a significant effect in the long-term period, it was insignificant in the short-term period. Simultaneously, all variables had no significant effect on tobacco export volume, either in the short-term or the long-term. Keywords : Tobacco Export Volume; Tobacco Production; GDP; Exchange Rate International Tobacco Prices.