Valendya Rilansari
Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sumatera

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penentuan Kawasan Potensial Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Kerapatan Vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Indeks Kenyamanan Temperature Humidity Index (THI) di Kota Bandar Lampung Valendya Rilansari; Chania Rahmah; M. Farhan Rajabi; M. Gilang Dwi Saputra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.97376.140-148

Abstract

Permasalahan aspek lingkungan dalam penataan ruang hingga saat ini masih menjadi isu utama pada lingkup perencanaan kota. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi salah satu indikator dari aspek lingkungan yang masih sulit untuk dipenuhi seluruh kota di Indonesia, termasuk di kota yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu Kota Bandar Lampung. Penyediaan RTH merupakan salah satu strategi perencanaan untuk menyeimbangkan ekosistem kota serta mengatasi kerusakan ekologi dari berbagai kegiatan manusia yang jika diabaikan dapat mengakibatkan gangguan terhadap kenyamanan pada lingkungan perkotaan. Luas RTH Kota Bandar Lampung seluas 7,73% dari luas kawasan kota, angka yang masih jauh dari standar minimal RTH, yaitu sebesar 30% dari keseluruhan luas kota menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan kawasan potensial RTH di Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kuantitatif secara spasial dengan mengetahui kerapatan vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan indeks kenyamanan Temperature Humidity Index (THI). Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan kawasan potensial RTH yang ada. Data dan informasi dalam penelitian ini diperoleh dari pengolahan data citra satelit Sentinel-2 yang dianalisis secara geospasial guna menghasilkan rekomendasi terhadap pengelolaan kawasan potensial RTH yang ada.
KONSEP SMART ENVIRONMENT TERHADAP PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (STUDI KASUS: KOTA BANDAR LAMPUNG) Valendya Rilansari
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v4i2.1789

Abstract

The concept of smart environment has an embodiment to protect, restore and manage the utilization of terrestrial ecosystems in the form of green open spaces to avoid a decrease in their area in line with the concept of sustainability. The concept of smart environment is supported by the achievement of the 11th sustainable development goal, namely in the pillar of natural resource management including green areas. With the concept of smart environment, green open spaces (GOS) can be fulfilled, especially in Bandar Lampung City by examining important aspects that need to be considered. This study uses qualitative descriptive analysis based on literature studies related to the concept of smart environment in big cities around the world and Indonesia. Then, a comparison is described regarding policies, implementation, and recommendations, especially the provision of GOS. In the end, the findings of the study describe the concept of smart environment as an effort to provide GOS in Bandar Lampung City based on policies that pay attention to economic, social and environmental aspects which produce recommendations in the form of Tree Planting, Socialization and Education from an early age, Cross-Sector Cooperation, Promotion of Biodiversity, Food Security, Development of Blue-Green Infrastructure, and Expansion of the Provision of City Parks.