purwanto Simamora
universitas mahkota tricom unggul

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Notifikasi WhatsApp untuk Optimalisasi Perizinan ISR purwanto Simamora; Akim Manaor Hara Pardede; preddy marpaung; genesius hartoko
Jurnal Mahkota Informatika Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Mahkota Informatika
Publisher : Universitas Mahkota Tricom Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59929/mahtik.v2i1.140

Abstract

Transformasi digital pelayanan Izin Stasiun Radio (ISR) di Ditjen DJID menghadapi kendala operasional seperti ketidakakuratan alamat fisik pemilik izin dan kelalaian pengelolaan akun email oleh pihak ketiga. Permasalahan ini menyebabkan lumpuhnya sistem peringatan dini konvensional, sehingga pelaku usaha terlambat membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) ISR yang berujung pada pencabutan izin otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan menguji Sistem Notifikasi WhatsApp berbasis Event-Driven Architecture (EDA) sebagai kanal sekunder instan langsung ke nomor seluler personal pemilik izin yang sah. Menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC), sistem ini dikembangkan dengan bahasa pemrograman Python, antarmuka grafis Tkinter, serta fitur multi-threading. Pengingat jatuh tempo dipicu secara otomatis pada 60, 30, dan 7 hari sebelum masa berlaku izin berakhir. Sistem menyediakan dua metode pengiriman, yaitu otomatisasi peramban dengan jeda waktu acak untuk menghindari pemblokiran, serta integrasi API Twilio di latar belakang. Pengujian fungsionalitas dan performa menunjukkan bahwa sistem ini sangat andal berkat penerapan failover logic yang mampu mem-bypass kegagalan akses email utama secara otomatis, serta didukung penanganan kesalahan (error handling) yang kokoh. Inovasi ini berhasil mengoptimalkan tata kelola e-Government, meningkatkan kepatuhan hukum pengguna, meminimalkan risiko pencabutan izin yang tidak disengaja, sekaligus mengamankan penerimaan negara dari sektor BHP ISR secara berkelanjutan.
Optimasi Recovery Time Objektif Melalui Strategi Backup Multi-Metode pada Virtual Machine purwanto Simamora; Devan Devan Zanlim
Jurnal Mahkota Informatika Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Mahkota Informatika
Publisher : Universitas Mahkota Tricom Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59929/mahtik.v2i1.142

Abstract

Backup dan recovery data merupakan aspek krusial dalam menjaga ketersediaan dan integritas data pada sistem komputer. Penelitian  bertujuan untuk menganalisis karakteristik metode full backup, incremental backup, dan differential backup terhadap penggunaan kapasitas penyimpanan (storage), kompleksitas pemulihan (recovery), serta durasi waktu pemulihan (recovery time) menggunakan alat rsync pada lingkungan virtual machine berbasis Ubuntu Server. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan dua virtual machine (VM) pada hypervisor Hyper-V, yang dikonfigurasi sebagai VM1 (server utama) dan VM2 (server cadangan). Pengujian  memanfaatkan dataset berupa file multimedia berukuran besar dengan total kapasitas mencapai 31.22 GB, yang distribusinya dibagi ke dalam tiga tahap perubahan data, yaitu day1, day2, dan day3. Penerapan proses backup dieksekusi menggunakan rsync melalui koneksi aman SSH antar-virtual machine. Selanjutnya, pengujian pemulihan dilakukan dengan mengukur recovery time memanfaatkan perintah time pada sistem operasi Linux, serta melakukan verifikasi terhadap ukuran dan jumlah file hasil proses restore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode full backup menghasilkan waktu pemulihan tercepat dengan durasi sekitar 6 menit 49 detik, namun konsekuensinya membutuhkan alokasi storage terbesar yaitu mencapai 77 GB. Sebaliknya, metode incremental backup terbukti menghasilkan penggunaan storage paling efisien sebesar 32 GB, tetapi memakan recovery time paling lama sekitar 8 menit 20 detik karena memerlukan proses restore yang bertahap. Sementara itu, metode differential backup menghasilkan penggunaan storage sebesar 37 GB dengan recovery time sekitar 7 menit 14 detik, sehingga menjadi titik kompromi yang ideal antara full backup dan incremental backup. Penelitian  menyimpulkan bahwa pemilihan metode backup yang tepat sangat bergantung pada kebutuhan spesifik sistem, khususnya dalam menghadapi trade-off antara efisiensi kapasitas storage dan kompleksitas waktu recovery.