Afifah Setyawati
Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesulitan Menulis Teks Deskripsi dan Faktor Penyebabnya pada Siswa Kelas IV SD Afifah Setyawati; Joko Daryanto; Septi Yulisetiani
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.122362

Abstract

Keterampilan menulis teks deskripsi merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, namun masih menjadi tantangan besar bagi peserta didik kelas IV. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan menulis teks deskripsi serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pada peserta didik kelas IVB SDN Prawit 1 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes menulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek berjumlah 6 peserta didik yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan tiga kategori kemampuan: menulis tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks deskripsi peserta didik masih rendah, dengan nilai rata-rata keseluruhan hanya mencapai 51,4 (kategori rendah) dan empat dari enam subjek berada pada kategori sangat rendah. Masalah yang paling dominan ditemukan pada indikator kohesif dan koherensi paragraf serta organisasi teks, diikuti kesulitan pada pengembangan isi gagasan yang belum melibatkan unsur pancaindra secara optimal, serta masih banyaknya kesalahan tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. Faktor penyebab kesulitan bersumber dari faktor internal, meliputi rendahnya minat dan motivasi belajar, terbatasnya kepercayaan diri, rendahnya kebiasaan membaca, serta gangguan konsentrasi selama proses menulis; dan faktor eksternal, meliputi metode dan media pembelajaran yang masih konvensional, intensitas menulis latihan yang minimal, umpan balik guru yang belum bersifat personal dan diagnostik kondisi lingkungan rumah yang kurang kondusif disertai minimalnya pendampingan orang tua, serta penggunaan gawai yang tidak terkontrol. Temuan ini mengimplikasikan perlunya strategi pembelajaran menulis yang lebih terstruktur, personal, dan memperhatikan kondisi peserta didik secara menyeluruh.