Septi Yulisetiani
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

An Analysis of Preservice Elementary Teacher Ability in Creative Writing Containing Character Education with Local Wisdom Persepective Retno Winarni; St Y Slamet; Jenny IS Poerwanti; Muhammad Ismail Sriyanto; Septi Yulisetiani; Ahmad Syawaludin
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 5 No 3 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v5i3.37069

Abstract

Poetry can be an integrative media for character education in learning in elementary schools. However, the important role of poetry has not been matched by the results of writing poetry in elementary schools. This study aims to analyze the ability of preservice elementary teacher ability in poetry writing containing character education with local wisdom persepective. Mix method research approach is used with research design is triangulation design. The research subjects were 35 students of the elementary school teacher education program. The data were obtained through the technique of writing poetry tests and interviews. The analysis of the test used aspects of poetry writing skills. The research findings provide views that students have been able to write poetry with their own imagination, include the meaning of poetry, the advice, and are able to integrate character values with local wisdom. Mastery of the diction aspect is the lowest among other aspects that need to be improved. Recommendations of this research to educators and future research as a review for developing effective Indonesian language learning in the elementary school teacher education program, especially in productive language skills, namely creative writing with character education and local wisdom.
Kearifan Lingkungan dalam Puisi-puisi Arif Hidayat Septi Yulisetiani; Elvina Isna Nurjanah
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 1 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i1.3029

Abstract

Poetry raises about various problems that occur in human life, one of them is the environmental problem. Certain poems contain dictions that present the message of environmental wisdom. Every word in a poem has the power of meaning that can be interpreted through the word itself or in other words in a line and stanza of the poem. An in-depth study through a semiotic approach in this study was conducted to reveal the meaning of words that indicate symbols of natural environmental wisdom. Poetry analysis procedure with semiotic approach. The results showed that Arif Hidayat's poems contained messages of wisdom in the natural environment. Among them, nature as a source of life, the unity of life between nature and humans, messages of love for the environment, the obligation of humans to protect nature, humans who need to love nature again, and the command to protect the environment as part of human faith in God. AbstrakPuisi mengangkat berbagai persoalan yang berkembang dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah persoalan lingkungan alam. Puisi-puisi tertentu memuat diksi-diksi yang mempresentasikan pesan kearifan lingkungan. Setiap kata dalam sebuah puisi memiliki kekuatan makna yang dapat diinterpretasi baik melalui kata itu sendiri maupun dengan kata lain dalam satu baris dan bait puisi. Kajian mendalam melalui pendekatan semiotika dalam penelitian ini dilakukan untuk  mengungkap makna kata yang menunjukkan simbol kearifan lingkungan alam. Penelitian ini bertujuan mengungkap pesan kearifan lingkungan dalam buku kumpulan puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat yang dapat dimanfaatkan oleh pembacanya sebagai bentuk refleksi diri agar lebih bijak terhadap lingkungannya. Prosedur analisis puisi dengan pendekatan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi Arif Hidayat memuat pesan-pesan kearifan lingkungan alam. Di antaranya, alam sebagai sumber kehidupan, kesatuan hidup antara alam dan manusia, pesan cinta lingkungan, kewajiban manusia menjaga alam, manusia yang perlu kembali mencintai alam, dan perintah menjaga lingkungan sebagai bagian dari iman manusia kepada Tuhan.
Menilik Isu Mental Illness Pada Generasi Milenial Dalam Novel 00.00: Sebuah Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt Dasa Oktaviani Br Ginting; Nency Gusty; Septi Yulisetiani
Kode : Jurnal Bahasa Vol 11, No 3 (2022): Kode: Edisi September 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v11i3.38815

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menemukan hubungan antara sastra dengan unsur-unsur sosial, khususnya fenomena mental illness dengan berlandaskan pada pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt dan metode deskriptif kualitatif. Objek yang digunakan dalam penelitian novel berjudul 00.00 karya Ameylia Falensia. Pendekatan sosiologi sastra Ian Watt dipilih berdasarkan pada pertimbangan mengenai aspek-aspek yang ada dalam teori tersebut lebih efektif dan efisien serta mampu melihat hubungan yang timbal balik yang tidak dapat dipisahkan antara sastrawan, sastra, dan masyarakat. Hasil temuan pada penelitian ini yaitu, Pertama, dalam konteks sosial pengarang, novel 00.00 mempresentasikan fenomena dalam masyarakat yang menjadi bagian dari fragmen penting dalam karya sastra novel 00.00. Isu mental illness digambarkan dengan detail. Pengarang memiliki pengetahuan yang lengkap tentang fenomena mental ilnes generasi milenial. Kedua, cerminan masyarakat mengenai fenomena sosial berupa perilaku tidak baik yang terjadi di lingkungan keluarga tokoh, kasus bullying di sekolah, dan ketidakadilan, dengan sajian fakta pendukung dari cerminan masyarakat tersebut. Ketiga, dalam ranah fungsi sosialnya, novel 00.00 berupaya memberika pemahaman tentang pentingnya mental illness bagi masyarakat. Khususnya generasi muda yang mengalami depresi atau kecemasan yang berasal dari lingkungan ataupun perlakuan buruk yang didapatkan di sekolah.
Yukiba sebagai Media Pembelajaran Membaca Permulaan untuk Anak di Era Digital Umi Ari Manis Anggraeni; Retno Winarni; Septi Yulisetiani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4849

Abstract

Keterampilan membaca permulaan sangat penting dimiliki oleh anak. Keberhasilan proses pembelajaran anak di sekolah dasar perlu didukung media pembelajaran yang cukup. Media pembelajaran yang tersedia sangat terbatas dan belum sesuai dengan kebutuhan anak. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran Yukiba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran antara penelitian studi kasus dan penelitian tindakan kelas. Studi kasus dilakukan terhadap tujuh sekolah di Kabupaten Karanganyar. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawanca terhadap guru dan siswa kelas 1. Data kualitatif yang berupa hasil observasi, pengamatan, studi dokumentasi PTK, dianalisis melalui analisis data model Miles dan Huberman. Tindakan kelas riset dilakukan pada sekolah yang memiliki siswa dengan hasil kemampuan membaca paling rendah. Hasil penelitian pada penelitian ini menunjukkan bahwa anak dan guru membutuhkan media pembelajaran membaca permulaan dalam bentuk audio visual interaktif. Media pembelajaran Yukiba adalah media pembelajaran membaca permulaan yang memiliki fitur audio, visual, dan bersifat interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Yukiba efektif digunakan dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan anak.
The Effect of Fruit Audio Aroma Media on Elementary Students’ Storytelling Ability Egita Widya Astuti; Idam Ragil Widianto Atmojo; Septi Yulisetiani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3815

Abstract

This study aimed to examine the impact of Fruit Audio Aroma media on the narrative proficiency of third-grade students in an Indonesian Elementary School.   The participants of this study were third-grade students from Karangasem 2 Public Elementary School.   The study employed cluster random sampling as a method for selecting the sample.   This study employed a one-shot case design to investigate the effects of administering the Fruit Audio Aroma therapy through media.   The research employed a performance test as the data collection technique.     The data analysis technique employed was non-parametric hypothesis testing, namely the Wilcoxon test. The data analysis technique was carried out by testing the non-parametric hypothesis, namely the Wilcoxon test. The results of the hypothesis test showed that the sig. (2-tailed) 0.05 means that H0 was rejected. This showed that the Fruit Audio Aroma media influenced the ability of the third-graders of elementary school students to tell stories.
Literasi Ekologi dalam Fabel Anak Tupai Yang Jera dan Kisah Lainnya Karya Yudhistira Ikranegara Nurmawati, Fulusia; Yulisetiani, Septi
Deiksis Vol 15, No 2 (2023): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/deiksis.v15i2.10588

Abstract

Manusia dan alam semesta memiliki hubungan yang sangat erat. Kualitas hidup manusia di masa depan sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan saat ini. Untuk itu, manusia perlu menjaga dan melestarikan alam semesta. Pengetahuan cinta lingkungan harus dimiliki sejak dini. Anak-anak dapat memperoleh pengetahuan tersebut melalui cerita anak yang dibaca atau didengarnya. Penelitain terhadap cerita anak yang memuat pesan cinta lingkungan sangat diperlukan. Hasil studi pustaka dengan teknik analisis isi terhadap fabel Anak Tupai yang Jera dan Kisah Lainnya Yudhistira Ikranegara menunjukkan bahwa, cerita-cerita tersebut menyajikan sumber literasi ekologi. Hasil penelitian akan diperoleh muatan ekologis dari sumber literasi ekologi cerita seri dongeng fabel berdasarkan pembelajaran sastra yang relevan untuk sekolah dasar jika sesuai dengan pembelajaran sastra sekolah dasar. Analisis sumber literasi memuat deskripsi lingkungan dan alam semesta yang dapat dikaitkan dalam pembelajaran siswa sekolah dasar.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Kemampuan Membaca Lina Adi Perwitasari; Retno Winarni; Septi Yulisetiani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2211

Abstract

Pembelajaran diferensiasi adalah pendekatan yang memungkinkan guru menyesuaikan strategi pengajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kesiapan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi melalui variasi konten, proses, dan produk pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman membaca siswa. Faktor pendukung meliputi keterampilan guru dalam merancang strategi yang tepat, dukungan teknologi, dan lingkungan belajar yang kondusif. Namun, tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dalam perencanaan dan keragaman kebutuhan siswa yang kompleks. Kesimpulannya, pembelajaran diferensiasi dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa, selama didukung oleh perencanaan yang matang dan keterampilan guru dalam mengelola diferensiasi pembelajaran.
Challenges in Emerging an Inclusive Learning Environment: A Case Study in an Elementary School Widyhastuti; Karsono; Septi Yulisetiani
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v8i4.88936

Abstract

Education is guaranteed by the state to ensure continuity and accessibility for all learners, aiming to provide equal educational opportunities for all students, including those with Special Needs (SN). Inclusive education is a crucial step toward achieving this goal. However, limitations in resources and community support often hinder its implementation in primary schools. The objective of this research is to elucidate how the principles of inclusion are applied in Elementary School. This study employs a qualitative approach and a case study methodology. Data were collected through the examination of inclusive support facilities, documentation of the Individual Learning Program (ILP), and interviews with teachers, parents of SN students, and Special Assistance Teachers (SAT). The interactive model developed by Miles & Huberman was utilized for data analysis to identify patterns, themes, and systemic solutions. The findings indicate that the school has implemented an inclusive program by modifying the curriculum, providing teacher training, and collaborating with the local community. Nevertheless, challenges such as a limited number of SATs, inadequate facilities, and a lack of community understanding remain significant obstacles. Ongoing training for teachers, enhancement of facilities, and raising awareness about the importance of inclusive education are solutions being implemented. This research demonstrates that systemic policies supporting community collaboration and capacity building within schools are essential for creating an inclusive and sustainable learning environment.
Sastra Ekologis sebagai Media Akselrasi Kemampuan Menyimak Anak Septi Yulisetiani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5990

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan bagian penting dalam pengembangan intelektual anak. Sastra ekologis dapat dipilih sebagai media untuk mengembangkan kemampuan menyimak. Artikel ini bertujuan untuk menginformasikan peran sastra ekologis sebagai media akselrasi kemampuan menyimak pada anak. Gagasan dikonstruksi melalui desain mixed methods dengan fase kuanitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Fase kuantitatif dengan eksperimen. Sumber data peserta didik sekolah dasar kelas rendah di Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data dengan tes kemampuan menyimak cerita.  Peserta didik di kelas kontrol belajar dengan media cerita rakyat Banyumas. Peserta didik di kelas ekperimen belajar dengan media audiobook cerita ekologis. Uji hipotesis terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan paired sample t-test. Fase kualitatif dilaksanakan dengan teknik observasi dan wawancara dan validitas data triangulasi teknik. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,0003<0,05. Nilai rata-rata skor post-test kelas eksperimen lebih tinggi dibandingan kelas kontrol yaitu 80,3>74,2. Cerita ekologis lebih unggul sebagai media untuk mengembangkan kemampuan menyimak karena di dalamnya menggambarkan peristiwa-peristiwa yang dekat dengan kehidupan anak. Akselrasi kemampuan menyimak dengan media sastra ekologis dilakukan dengan mendengarkan, memahami, menginterpretasi, mengevaluasi, dan menanggapi.
Building Stronger Literacy Foundations: Optimizing Phase A through Teacher Collaboration Nila Febreiyani; Karsono Karsono; Septi Yulisetiani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8261

Abstract

This study explores how teacher collaboration within the Kelompok Kerja Guru (KKG/Teacher Working Group) enhances foundational literacy in Phase A (Grades 1–2) of Indonesian elementary schools. Responding to the persistent issue of low literacy performance among early-grade students, the research investigates collaborative strategies to improve reading and writing skills within the framework of the Kurikulum Merdeka. Employing a qualitative case study design, the study involved 8 public elementary schools in the Yudistira Cluster, Selogiri Subdistrict. Participants included school principals, teachers, and the KKG coordinator, selected through purposive sampling. Data were collected over nine months via interviews, observations, and document analysis, then analyzed using the Miles and Huberman framework. Findings indicate that systematic collaboration in planning, implementation, and evaluation—supported by reading corners, enriched libraries, and a 15-minute daily reading routine—led to improved student engagement and foundational literacy outcomes. Teachers employed differentiated instructional strategies, including the Alphabet, Phonics, SAS, and Global Methods, tailored to students’ initial abilities. KKG meetings served as reflective spaces to share best practices and design interventions based on student data. The study highlights the potential of teacher-led learning communities to strengthen literacy instruction in low-resource settings. It recommends sustained institutional support and further research using longitudinal methods to assess long-term student outcomes. Ethical clearance was obtained, and informed consent was secured from all participants.