Nadia Anggraini
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write Berbantuan Media Flash Card Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi di Kelas XI E SMAN 10 Mataram Nadia Anggraini; Nursaptini; Agung Firmansyah
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 3 (2026): August
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i3.15939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi melalui penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media Flash Card. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian sebanyak 24 siswa kelas XI IPS E SMAN 10 Mataram yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian meliputi observasi, tes hasil belajar dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media Flash Card mampu meningkatkan hasil belajar siswa dari segi tingkat pelaksanaan pembelajaran maupun pencapaian hasil belajar. Pada siklus I, tingkat pelaksanaan pembelajaran mencapai 86% dan meningkat menjadi 100% pada siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 67% dengan 16 siswa tuntas dari 24 siswa, kemudian meningkat menjadi 83% dengan 20 siswa tuntas pada siklus II, sehingga telah memenuhi KKTP (75). Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media Flash Card efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi di kelas XI IPS E SMAN 10 Mataram. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru Sosiologi dalam mengoptimalkan proses pembelajaran melalui pemilihan dan penerapan model serta media pembelajaran yang inovatif sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.
TRADISI ADAT MERARIQ MEMULANG DI DESA BAYAN BELEQ Nadia Anggraini
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 02 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i02.9794

Abstract

Tradisi merariq merupakan praktik pernikahan adat yang menjadi identitas kultural masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, sebagian besar komunitas Sasak mengalami simplifikasi dalam tahapan prosesi merariq. Namun demikian, Desa Bayan Beleq menjadi salah satu wilayah yang dinilai masih mempertahankan prosesi merariq secara utuh sesuai dengan akar tradisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi adat merariq atau memulang sebagaimana yang masih dipraktikkan oleh masyarakat adat Desa Bayan Beleq, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah tokoh pemuda Desa Bayan yang memiliki pemahaman mendalam terhadap tradisi merariq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi merariq di Desa Bayan Beleq, yang dikenal secara lokal sebagai memulang, memiliki kekhasan tersendiri dibanding praktik merariq di wilayah Sasak lainnya. Prosesi ini mencakup dua jalur yang berjalan bersamaan, yakni pernikahan secara agama dan pernikahan secara adat, dengan tahapan yang meliputi penculikan simbolis, masa persembunyian selama tiga malam, serangkaian ritual adat seperti muding jerepet, kikir gigi, dan Nobat Lekok Buak, hingga prosesi menjango sebagai pengganti nyongkolan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Bayan Beleq berhasil mempertahankan tradisi merariq secara kokoh sebagai bagian dari identitas adat yang diwariskan secara turun-temurun.