Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Statistik untuk Reformasi Administrasi Pemerintah Daerah di Era Digital Atiqa Azza El Darman; Mahrani Mahrani; Elisabeth Evelin Karuna
Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Vol 4 No 04 (2025): Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jbmws.v4i04.2876

Abstract

Reformasi pemerintah daerah di Indonesia menuntut perbaikan tata kelola melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta kemampuan aparatur dalam memanfaatkan data untuk mendukung pengambilan keputusan publik. Dalam konteks tersebut, statistika memainkan peran yang semakin strategis sebagai dasar analitis dalam perencanaan, evaluasi kebijakan, dan pengukuran kinerja pemerintah daerah. Meskipun berbagai regulasi telah mengarahkan penggunaan data dan sistem informasi sebagai landasan penyelenggaraan pemerintahan, praktik implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama terkait kapasitas aparatur, integrasi data lintas perangkat daerah, serta pemanfaatan analisis statistik secara optimal dalam pengelolaan program pembangunan daerah. Artikel ini bertujuan menggambarkan bagaimana statistika mendukung proses reformasi pemerintah daerah, serta menelaah hubungan antara penguatan fungsi statistik dengan efektivitas tata kelola. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif, dengan menelaah literatur, dokumen kebijakan, serta contoh praktik baik yang relevan untuk menunjukkan kontribusi data statistik terhadap perencanaan pembangunan, pengawasan anggaran, dan penyediaan layanan publik. Temuan kajian menunjukkan bahwa penggunaan statistika tidak hanya membantu pemerintah daerah membaca kondisi objektif masyarakat, tetapi juga memperkuat proses perumusan program, penetapan indikator kinerja, serta evaluasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Selain itu, integrasi sistem data yang baik memungkinkan pemerintah daerah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kepada publik. Secara keseluruhan, artikel ini menegaskan bahwa statistika merupakan instrumen fundamental dalam percepatan reformasi pemerintah daerah. Keberhasilan reformasi tidak hanya ditentukan oleh perubahan struktur kelembagaan, tetapi juga oleh kemampuan aktor birokrasi memanfaatkan data dan analisis statistik secara konsisten. Dengan demikian, penguatan kapasitas statistik di daerah menjadi agenda strategis untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih responsif, terbuka, dan efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pelatihan SPSS Berbasis Praktik Terbimbing: Penguatan Kompetensi Analisis Data Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Mahrani Mahrani; Andi Adhe Amalya
Journal Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jsepkm.v3i1.697

Abstract

Tuntutan tata kelola berbasis data menjadikan kemampuan analisis statistik sebagai kompetensi inti, bukan lagi pelengkap, bagi calon administrator publik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi analisis data statistik mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara melalui pelatihan SPSS berbasis praktik terbimbing. Sebanyak 30 mahasiswa semester 4 dan 6 mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi tes awal, penyampaian materi dan demonstrasi, praktik terbimbing, tes akhir, serta pengisian kuesioner tanggapan. Efektivitas pelatihan dianalisis menggunakan paired samples t-test, ukuran efek, normalized gain (N-gain), uji validitas dan reliabilitas, serta korelasi Spearman. Rata-rata skor peserta meningkat dari 51,67 menjadi 83,30, dan seluruh peserta mengalami kenaikan skor (t(29) = 51,29; p < 0,001; dav = 3,49). Rata-rata N-gain sebesar 0,67 termasuk kategori sedang, dengan 43,3% peserta mencapai kategori tinggi. Temuan yang patut dicermati muncul pada tingkat kehadiran. Kehadiran berkorelasi negatif dengan selisih skor mentah, tetapi berkorelasi positif sangat kuat dengan N-gain karena peserta yang lebih rajin hadir umumnya berangkat dari kemampuan awal yang lebih tinggi. Kuesioner tanggapan terbukti reliabel (α = 0,913) dengan rata-rata 4,28 pada skala 1–5, sedangkan aspek fasilitas memperoleh penilaian terendah. Pelatihan ini efektif, tetapi keberhasilannya perlu dibaca dengan ukuran yang memperhitungkan kemampuan awal peserta.