Mohamad Mualim
Institut Daarul Quran Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A QIRA'AH MUBADALAH PERSPECTIVE ON Q.S. AR-RŪM [30]:21 IN UNDERSTANDING THE MARITAL RELATIONSHIP IN THE CASE OF DHI AND LYANA Vania Hanifa; Mohamad Mualim; Khoirun Nidhom
JIQTA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/jiqta.v5i2.2244

Abstract

This study examines the marital relationship between Dhi and Lyana through the lens of Qirā'ah Mubādalah in interpreting Q.S. Ar-Rūm [30]:21. This study is motivated by the limited integration of Qirā'ah Mubādalah into interpretations of Q.S. Ar-Rūm [30]:21, as previous studies have generally interpreted the verse from a normative perspective or applied Qira'ah Mubadalah primarily to discussions of nushūz in Q.S. An-Nisā' [4]:34 and [4]:128. This study employs a qualitative case study design based on one year of participant observation complemented by library research. The findings demonstrate that sakinah, mawaddah, and raḥmah constitute shared rights and shared responsibilities of both spouses grounded in the principle of reciprocity. The case of Dhi and Lyana further shows that unilateral polygamy, arranged marriage without a strong emotional bond, and nushūz understood as a relational problem undermine the foundation of an egalitarian marital relationship. This study demonstrates that Qira'ah Mubadalah provides a more contextual interpretation of Q.S. Ar-Rūm [30]:21 by positioning it as a theological foundation for understanding and fostering marital relationships that are just, reciprocal, and oriented toward maṣlaḥah within contemporary Muslim families.
ANALISIS MAKNA SAMĀWĀT DALAM KITAB TAFSIR RAHMAT KARYA OEMAR BAKRY Putri Evta Chairunissa; Ida Kurnia Shofa; Mohamad Mualim
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 23 No. 1 (2024): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v23i1.439

Abstract

Penelitian ini dipicu oleh pertanyaan mengenai perbedaan pandangan para mufasir dalam memahami makna lafadz Samāwāt. Beberapa upaya dilakukan untuk memahami pentingnya Samāwāt, yang tampaknya memaksakan konsep penafsir ke dalam teks. Permasalahannya dalam penelitian ini adalah Analisis makna Samāwāt terhadap penafsiran Oemar Bakry dalam kitab Tafsir Rahmat. Cara Oemar Bakry menafsirkan dan menerjemahkan teks tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap seberapa luas konten Tafsir Rahmat disebarluaskan. Misalnya dalam kitab Tafsir Rahmat makna Samāwāt diartikan sebagai ruang angkasa untuk menggambarkan tentang tatanan alam jagad raya. Pemilihan diksi ruang angkasa menunjukkan adanya wacana yang dibangun olehnya berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu astronomi dan teknologi. Penelitian ini adalah jenis kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif sebagai alat analisis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat lafadz Samāwāt yang terdapat dalam kitab Tafsir Rahmat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjemahan ruang angkasa karya Oemar Bakry sangat sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan kontemporer mengenai alam semesta. Bentuk penafsiran ini menunjukkan tahapan berpikir dialektik antara ilmu pengetahuan dan al-Qur’an dalam kandungan Tafsir Rahmat memberikan sumbangsih metode penafsiran yang menjadikannya titik pusat ketertarikan para peneliti sebelumnya.