Aulya Nur Azis
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemasangan Kateter Urine Pada Pasien Lawan Jenis Dilihat Dari Sudut Pandang Islam Fathurrohman Jamil; Aulya Nur Azis; Rimba Aprillia Asmara; Rinda Sipa Nuraeni; Sayyidah Rihhadatul 'Aisy; Trias Syafira; Tedi Supriyadi
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 7, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v7i1.17097

Abstract

The majority of Indonesians are Muslim, as well as medical personnel in hospitals. Meanwhile, many nursing actions are contrary to Islamic norms such as urinary catheters installation in opposite sex patients.  This study aims to understand Islamic rules of urinary catheters installation by opposite sex nurse, limitation and requirements, and nurses experiences in  urinary catheters installation in opposite sex patients. Research design used is qualitative study with case study and collecting data with interview. The informant taken by purposive sampling from nurses at Umar Wirahadikusumah Regional General Hospital and contemporary scholars from Al-Ihsan Modern Islamic Boarding School, An-Nuur Modern Islamic Boarding School, and Pagelaran 2 Islamic Boarding School. Contemporary scholars state that aurat is part of human that must be watched over and properly maintained even during medical treatment, but if it must be done quickly, urinary catheter installation is allowed on some condition such as it’s done without lust, accompanied by patient's mahram, and pure intention of helping. They both prioritize patient's condition and safety. Urinary catheter installation by nurse to opposite sex patients is allowed when same sex nurse is not posible to perform the action. The installation can be done while maintaining patient’s privacy, honor, and belief.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Burnout pada Perawat Intensive Care Di RSUD X Aulya Nur Azis; Popon Haryeti; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.423

Abstract

Latar Belakang: Perawat yang bekerja di unit Intensive Care memiliki tuntutan kerja tinggi dan tekanan emosional yang berkelanjutan, sehingga rentan mengalami burnout. Dukungan sosial sendiri diyakini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan psikologis perawat, karena dapat memberikan rasa aman, dihargai, serta meningkatkan motivasi sehingga mampu mengurangi dampak stres kerja yang berlebihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan burnout pada perawat Intensive Care di RSUD X. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 60 perawat yang bekerja di ruang ICU, NICU, dan HCCU, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS) untuk mengukur tingkat burnout yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Hasil: Hasil uji Spearman’s Rank Correlation memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai korelasi Spearman ρ (rho) = –0,767, menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara dukungan sosial dan burnout. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima perawat, semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan burnout pada perawat Intensive Care.