Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONVERGENSI MEDIA RADIO DALAM MEREBUT PENDENGAR GEN Z (STUDI RADIO SUARA MUSLIM) Abdul Kohar; Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 13 No. 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i1.785

Abstract

Penelitian ini mengkaji konvergensi media yang dilakukan oleh Radio Suara Muslim Surabaya dalam upayanya merebut pendengar dari kalangan Generasi Z. Konvergensi media merujuk pada integrasi berbagai bentuk media komunikasi ke dalam satu platform digital yang dipicu oleh kemajuan teknologi digital dan jaringan komunikasi. Radio Suara Muslim Surabaya mengimplementasikan strategi konvergensi media dengan menggabungkan siaran radio teristrial dan live streaming melalui platform media sosial seperti Youtube, Instagram dan TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Radio Suara Muslim Surabaya mengadopsi konvergensi media serta mengevaluasi efektivitas strategi tersebut dalam menarik perhatian pendengar muda di era digital. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konvergensi media yang dilakukan oleh Radio Suara Muslim Surabaya efektif dalam meningkatkan interaksi dan keterlibatan audiens, serta mampu memenuhi kebutuhan informasi Generasi Z yang lebih menyukai konten singkat, interaktif, dan visual. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya adaptasi media konvensional terhadap perubahan teknologi dan perilaku audiens untuk tetap relevan dan kompetitif di lanskap media modern.
KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI ORGANISASI PERSPEKTIF AL QUR'AN Mashud; Abdul Kohar
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 13 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i2.824

Abstract

Kepemimpinan dalam perspektif Islam tidak hanya dipandang sebagai fungsi sosial, melainkan juga sebagai amanah ilahiah yang memiliki dimensi moral dan spiritual. Artikel ini mengkaji konsep kepemimpinan Qur’ani dan relevansinya dalam komunikasi organisasi modern dengan merujuk pada ayat-ayat al-Qur’an (QS. Al-Baqarah [2]:30; QS. Sad [38]:26; QS. Asy-Syura [42]:38; QS. Ali Imran [3]:159; QS. An-Nisa [4]:58) serta hadis Nabi SAW. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur tafsir klasik dan kontemporer, serta teori komunikasi organisasi modern, penelitian ini menemukan lima prinsip utama kepemimpinan Qur’ani yang berimplikasi langsung pada pola komunikasi organisasi. Pertama, kepemimpinan dipandang sebagai amanah ilahiah yang menuntut tanggung jawab dan pertanggungjawaban. Kedua, komunikasi organisasi harus ditegakkan di atas keadilan dan prinsip tabayyun. Ketiga, musyawarah menjadi mekanisme Qur’ani untuk mencegah tirani dan memperkuat partisipasi. Keempat, kepemimpinan Qur’ani menolak gaya otoriter dengan menekankan kelembutan dan empati dalam komunikasi. Kelima, trust atau kepercayaan menjadi fondasi relasi pemimpin dan bawahan yang dibangun melalui kejujuran, transparansi, dan konsistensi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip komunikasi Qur’ani sangat relevan untuk menjawab tantangan organisasi modern, khususnya dalam membangun iklim kerja yang sehat, partisipatif, dan berorientasi pada nilai-nilai spiritual. Rekomendasi praktis yang diajukan antara lain penguatan budaya musyawarah terbuka, penghindaran kepemimpinan otoriter, integrasi nilai Qur’ani dalam kurikulum manajemen dan komunikasi, penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta pengembangan riset interdisipliner tentang komunikasi Qur’ani. Dengan demikian, kepemimpinan Qur’ani dapat menjadi paradigma alternatif dalam membangun komunikasi organisasi yang produktif sekaligus bernilai ilahiah.
ETIKA TABAYYUN DAN HIKMAH KOMUNIKASI PADA GRUP WHATSAPP MASJID: SEBUAH KAJIAN KOMUNIKASI ISLAM DALAM EKOSISTEM MEDIA KONVERGEN Moh Syahri Sauma; Abdul Kohar
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 2 (2026): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i2.863

Abstract

This study examines the ethics of tabayyun (verification) and hikmah (wise communication) in mosque WhatsApp groups within the ecosystem of convergent media. As religious communication increasingly shifts from physical mosque spaces to real-time digital interaction, WhatsApp groups have become important arenas for announcements, religious learning, fundraising, social coordination, and collective deliberation. However, this communicative expansion also increases the risks of misinformation, emotional escalation, over-forwarding, and symbolic harm within religious communities. Using a qualitative approach with a netnographic design combined with a multi-site case study, this research explores how tabayyun, hikmah, mau’izhah hasanah, and dialogical ethics are represented and operationalized in everyday digital interactions among mosque communities. The study is theoretically grounded in Islamic communication ethics, Qur’anic principles, Habermas’s communicative action theory, and McQuail’s media convergence framework. The findings conceptually show that mosque WhatsApp groups should not be treated merely as channels of information exchange, but as ethical communication ecosystems that require verification practices, empathetic reasoning, transparent moderation, and dignified discourse. The role of admins emerges as especially crucial in shaping discussion quality, conflict mediation, and the legitimacy of collective decisions. This study contributes both theoretically and practically by offering an operational framework for Islamic digital communication and by proposing communication governance tools such as verification checklists, polite clarification scripts, decision-summary formats, and moderation guidelines to strengthen public benefit, social trust, and the dignity of all congregants in digital religious communities.