Abstract. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector, such as Bakso dan Bakwan Dika Sidoarjo, face various challenges amid business developments, including low hygiene standards, manual production processes, absence of simple financial recording, and conventional marketing strategies, despite their substantial contribution to the national economy. This community service activity aims to implement eco-friendly technology based on green economy principles through digital marketing strategies to enhance the sustainability of the partner enterprise. The methodology encompasses three stages: planning (problem analysis), implementation (training on sanitation using EM4 technology, automated meatball molding machine, simple bookkeeping, production Standard Operating Procedures (SOP), product branding, and digital marketing via social media platforms such as Instagram, TikTok, and GoFood), and monitoring-evaluation based on sales turnover improvement. The results demonstrate increased production capacity, waste reduction, attainment of Business Identification Number (NIB) and halal certification by the partner, as well as significant sales turnover growth. The synergy of green technology and digital marketing offers a replicable model for other MSMEs to drive green economic transformation in Indonesia. Abstrak. UMKM kuliner Bakso dan Bakwan Dika Sidoarjo seiring dengan perkembangan dunia usaha menghadapi berbagai tantangan yaitu: higienitas rendah, produksi secara manual, pencatatan keuangan sederhana belum dilakukan, dan pemasaran secara konvensional, walaupun memiliki kontribusi yang besar pada perekonomian nasional. Tujuan kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah pengimplementasian teknologi ramah lingkungan berbasis green economy melalui strategi pemasaran digital guna meningkatkan keberlanjutan usaha mitra. Metode yang dilakukan dengan tiga tahap: perencanaan (analisis masalah), pelaksanaan (pelatihan sanitasi, mesin pencetak bakso otomatis, pembukuan sederhana, SOP produksi, branding produk, dan digital marketing menggunakan media sosial seperti Instagram/TikTok/GoFood), serta monitoring dan evaluasi berbasis peningkatan omzet. Hasil kegiatan PKM memberikn hasil diantaranya: meningkatnya kapasitas produksi, mengurangi limbah, mitra mempeoleh NIB) dan sertifikat halal, serta meningkatnya omzet penjualan secara signifikan. Sinergi green technology dan digital marketing ini dapat direplikasi bagi UMKM yang lainnya untuk mendorong transformasi ekonomi hijau pada UMKM Indonesia.