Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Hygiene Sanitasi Berbasis CHSE pada Destinasi Wisata Pantai Oesina Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Hikmah Hikmah; Asrial Asrial; Roly Edyan; Andriana Deku; Tengku A. Fauzansyah; Alvin A. Bara; Aditya Ly; Gauris P. Er Lambang
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.3855

Abstract

Destinasi Wisata Pantai Oesina di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, merupakan aset wisata pesisir dengan daya tarik pasir putih, perairan dangkal, fasilitas lopo/gazebo, dan potensi ekowisata berbasis masyarakat. Peningkatan aktivitas wisata perlu disertai pengelolaan hygiene sanitasi yang memadai agar risiko kesehatan lingkungan dapat dicegah dan kenyamanan wisatawan meningkat. Penerapan higiene dan sanitasi di destinasi wisata pantai sangat penting untuk menjaga kualitas lingkungan, mencegah pencemaran dan penyebaran penyakit, serta menjamin kesehatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan praktik awal hygiene sanitasi pada kawasan Pantai Oesina. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui observasi lapangan, koordinasi, penyuluhan, diskusi partisipatif, praktik kebersihan lingkungan, dokumentasi, serta penyusunan rekomendasi operasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa isu prioritas meliputi ketersediaan dan kualitas air bersih, pemeliharaan toilet/MCK, pengelolaan sampah, pengendalian air limbah, hygiene kios kuliner, dan perilaku wisatawan. Luaran kegiatan berupa model lima pilar hygiene sanitasi, yaitu air bersih dan uji kualitas, toilet/MCK laik sehat, sampah terpilah dan 3R, limbah cair terkendali, serta hygiene personal dan kios kuliner. Rencana tindak lanjut meliputi audit sanitasi berkala, logbook kebersihan, penyediaan sarana cuci tangan, pemilahan sampah, pemeriksaan kualitas air, serta integrasi prinsip CHSE dalam tata kelola destinasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa sanitasi wisata pantai harus dikelola sebagai sistem kawasan kolaboratif yang melibatkan pengelola, pokdarwis, pedagang, wisatawan, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.