Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Religious Moderation Policy in Islamic Education during the Lukman Hakim Saifuddin Era Rizky Firnanda; Ninda Faradhila; Aulia Nazar; Arif Wasiatul Wafa; Fikri Fathul Aziz; Adinda Puji Rahmawati; Rahmat Riduan; M. Rizki Alfareza
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1174

Abstract

This study aims to analyze the policy of religious moderation in Islamic education during the era of Lukman Hakim Saifuddin as Minister of Religious Affairs of the Republic of Indonesia. The study focuses on the formulation of religious moderation policies, their implementation in Islamic education institutions, and their contribution to strengthening moderate Islamic values. This research employed a qualitative approach with a policy analysis method. The primary data sources consisted of policy documents issued by the Ministry of Religious Affairs, including guidelines, regulations, and official documents related to religious moderation programs, supported by interviews with relevant stakeholders in Islamic education. Data were analyzed through content analysis by identifying policy objectives, implementation strategies, and their implications for Islamic education development. The findings indicate that religious moderation became a central direction of Islamic education policy during Lukman Hakim Saifuddin’s leadership. The policy was implemented through curriculum development, strengthening teachers’ understanding of moderation values, and integrating principles of tolerance, balance, and respect for diversity into Islamic education. However, implementation faced challenges, including differences in institutional readiness and varying interpretations of religious moderation among educational actors. This study implies that Islamic education policies need continuous strengthening through systematic implementation strategies, teacher capacity development, and institutional support to ensure that religious moderation becomes an integral part of Islamic education. This research contributes to the study of Islamic education policy by specifically examining the relationship between religious moderation policy formulation and its implementation during the Lukman Hakim Saifuddin era, providing a policy perspective on the development of moderate Islamic education in Indonesia.
DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA SULTANAH SAFIATUDDIN SYAH DI KERAJAAN ACEH DARUSSALAM PADA PERIODE 1641-1675 Rizky Firnanda; Dinda Nurviana; Fikri Fathul Aziz; Dewi Mawarni; Aulia Nazar
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1163

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika pendidikan Islam pada masa pemerintahan Sultanah Safiatuddin Syah (1641–1675) di Kerajaan Aceh Darussalam. Latar belakang penelitian berangkat dari peran signifikan Aceh sebagai pusat intelektual Islam di Asia Tenggara pada abad ke-17, di mana pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu agama, tetapi juga sebagai instrumen legitimasi politik dan penguatan identitas keislaman kerajaan. Sultanah Safiatuddin Syah merupakan putri Sultan Iskandar Muda sekaligus istri Sultan Iskandar Tsani, yang naik tahta setelah wafatnya sang suami. Pemerintahannya menjadi unik karena dipimpin seorang perempuan dalam tradisi kerajaan Islam, namun justru mampu mempertahankan stabilitas politik dan mengembangkan kehidupan intelektual. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana perkembangan pendidikan Islam pada masa Sultanah Safiatuddin Syah; (2) peran ulama, khususnya Syaikh Abdur Rauf as-Singkili, dalam merumuskan sistem pendidikan dan penyebaran ilmu; serta (3) bagaimana hubungan antara kekuasaan politik dan otoritas keilmuan di Aceh pada periode tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pola pendidikan Islam yang berkembang pada era Sultanah, menelaah kontribusi ulama besar seperti Syaikh Abdur Rauf as-Singkili dalam dunia intelektual Aceh, serta mengungkap relevansi kepemimpinan Sultanah dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Aceh mengalami kemajuan pesat dengan berdirinya dayah dan lembaga-lembaga keilmuan yang menjadi pusat kajian fikih, tasawuf, dan tafsir. Kehadiran Syaikh Abdur Rauf as-Singkili memperkuat tradisi intelektual tersebut, sekaligus menjadikan Aceh sebagai mercusuar ilmu Islam di kawasan Nusantara. Dengan demikian, kepemimpinan Sultanah Safiatuddin Syah tidak hanya berhasil menjaga kestabilan kerajaan, tetapi juga meneguhkan posisi Aceh sebagai pusat pendidikan Islam abad ke-17.
Islamic character building through the Kurikulum Merdeka and Tahfidz at SD IT Darussalam Rizky Firnanda; Aulia Nazar; Azka Luthfiyatul Kamilah; Adinda Puji Rahmawati; Roisah Rihhadatul 'Aisy
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.90009

Abstract

The rapid technological development and increasingly complex social dynamics demand the strengthening of students’ character from the elementary school level, particularly within Islamic integrated schools. The rationale for this study is limited research on how the integration of the Kurikulum Merdeka and the Tahfidz Program is implemented in Islamic integrated elementary schools to shape Islamic character amid globalization and technological advances. Therefore, this study aims to analyze the forms and processes of integrating the Kurikulum Merdeka with the Tahfidz Al-Qur’an Program in shaping Islamic student character at SD IT Darussalam Selokerto, Ngalik, Sleman. This research employed a qualitative method through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that integration is carried out through daily tahfidz routines, linking Qur’anic values to thematic learning, teacher role-modelling, and a strong religious school culture, all of which contribute to improved student discipline, honesty, responsibility, and spiritual awareness. The integration of the Kurikulum Merdeka and the Tahfidz Program effectively strengthens Islamic character formation comprehensively and aligns with the needs of contemporary education.   Abstrak Perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang semakin kompleks menuntut adanya penguatan karakter murid sejak jenjang sekolah dasar, khususnya di lingkungan sekolah Islam terpadu. Kurikulum Merdeka Belajar menawarkan fleksibilitas pembelajaran yang menekankan penguatan Profil Pelajar Pancasila, sementara Program Tahfidz Al-Qur’an berperan dalam membentuk religiusitas, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an. Alasan penelitian ini dilakukan adalah karena masih terbatasnya kajian yang mengulas secara mendalam bagaimana integrasi kedua komponen tersebut diterapkan dalam konteks sekolah dasar Islam terpadu dalam membentuk karakter Islami di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan proses integrasi Kurikulum Merdeka Belajar dengan Program Tahfidz Al-Qur’an dalam pembentukan karakter pelajar Islami di SD IT Darussalam Selokerto, Ngalik, Sleman. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dilakukan melalui pembiasaan tahfidz harian, pengaitan nilai Al-Qur’an dalam pembelajaran tematik, keteladanan guru, serta budaya sekolah yang religius, yang berdampak pada meningkatnya kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap spiritual murid. Kesimpulannya, integrasi Kurikulum Merdeka dengan Program Tahfidz terbukti efektif memperkuat karakter Islami murid secara komprehensif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; pembentukan karakter; pendidikan karakter Islami; program tahfidz