Godfried Lewakabessy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH RUAS JALAN WAISARISA SERAM BAGIAN BARAT Vera Theresia Caroline Siahaya; Giovianne Friensty Marantika; Godfried Lewakabessy; Elvira Cornelia Syahailatua
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v12i1.10031.35-46

Abstract

Abstract Stability of a structure is a crucial aspect in structural design, as it determines its safety against various loads. This study conducted observations in Waisarisa Village, West Seram Regency, Maluku Province. At the study site, there are two retaining walls, each 7 m high, at STA 06+00 - 06+15 and STA 08+00 - 08+05. The first site is in good condition, while the second site was damaged by landslides following heavy rainfall. This study was conducted to analyze the stability of the retaining wall to determine its safety level and to use the results as a consideration in improving conditions at the study site. Based on the analysis, a retaining wall design was developed to address the problems at the study site: a cantilever retaining wall with dimensions of 7 m high, 1 m footing height, 0.3 m top width, 4.6 m base width, 1.5 m toe width, and 2.4 m heel width. Keywords: stability of the structure; retaining wall; structural safety; cantilever wall Abstrak Stabilitas konstruksi merupakan aspek terpenting dalam perancangan suatu struktur, karena menentukan keamanan struktur tersebut terhadap berbagai beban. Pada studi ini dilakukan pengamatan di Desa Waisa­risa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Di lokasi penelitian terdapat 2 titik dinding penahan tanah dengan tinggi 7 m, yaitu pada STA 06+00 - 06+15 dan STA 08+00 - 08+05. Kondisi titik pertama masih baik, sedangkan kondisi di titik kedua mengalami kerusakan akibat longsor setelah curah hujan yang tinggi. Studi ini dilakukan untuk menganalisis stabilitas dinding penahan tanah, agar dapat diketahui tingkat keamanannya serta hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memperbaiki kondisi yang terdapat di lokasi studi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh desain dinding penahan tanah untuk menyelesaikan permasalahan di lokasi studi, yaitu dinding penahan tanah tipe kantilever dengan dimensi tinggi 7 m, tinggi tapak 1 m, lebar atas 0,3 m, lebar dasar 4,6 m, lebar kaki 1,5 m, dan lebar tumit 2,4 m. Kata-kata kunci: stabilitas konstruksi; dinding penahan tanah; keamanan struktur; dinding kantilever
DAYA DUKUNG FONDASI TIANG BOR PADA ABUTMEN JEMBATAN WAI RAHWAEN DI PULAU BURU PROVINSI MALUKU Hamkah Hamkah; Enjelita Paais; Godfried Lewakabessy; David Daniel Marthin Huwae; Sjafrudin Latar; Sulastri Kakaly
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v12i1.10034.67-80

Abstract

Abstract The foundation is the most crucial element of a bridge structure, as it plays a role in supporting the load and transmitting it to the harder soil layers. The Wai Rahwaen Bridge, located on Buru Island, Maluku Province, was built using bored pile foundations, to provide effective bearing capacity for the structure above it. The analysis of the foundation bearing capacity in this study was conducted using a pre- and post-installation approach. This is very important to ensure that the foundation can support the stability of the appropriate abutment load. Before the foundation was installed, the foundation bearing capacity was estimated based on data from 2 points from the Standard Penetration Test and using 2 empirical methods, namely the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method. After the foundation was installed, the foundation bearing capacity was determined using data from 4 points from the Pile Driving Analyzer test. The Reese and Wright Method produced an ultimate bearing capacity of 272.5 tons, while the Reese and O'Neill Method produced an ultimate bearing capacity of 309.4 tons. After the foundation was installed, the ultimate bearing capacity determined based on Pile Driving Analyzer test data was 316.2 tons. This study shows that the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method produced estimates of the ultimate bearing capacity of a single pile by 13.8% and 2.2%, respectively, when compared to the ultimate bearing capacity obtained using the Pile Driving Analyzer test results. Keywords: foundation; bridge structure; bearing capacity; bored pile foundation; bridge abutment Abstrak Fondasi merupakan elemen paling krusial dari struktur jembatan, karena fondasi berperan menahan beban dan meneruskan beban tersebut ke lapisan tanah yang lebih keras. Jembatan Wai Rahwaen, yang terletak di Pulau Buru, Provinsi Maluku, dibangun dengan menggunakan fondasi tiang bor, untuk memberikan daya dukung yang efektif bagi struktur di atasnya. Analisis daya dukung fondasi pada studi ini dilakukan dengan pendekatan sebelum dan setelah pemasangan fondasi. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, untuk memastikan bahwa fondasi itu dapat menopang stabilitas beban abutmen yang sesuai. Sebelum fondasi dipasang, daya dukung fondasi diestimasi berdasarkan data 2 titik hasil uji Standard Penetration Test serta menggunakan 2 metode empiris, yaitu Metode Reese and Wright dan Metode Reese and O’Neill. Setelah fondasi terpasang, daya dukung fondasi ditentukan dengan menggunakan data 4 titik hasil uji Pile Driving Analyzer. Metode Reese and Wright menghasilkan daya dukung ultimit fondasi sebesar 272,5 ton, sedangkan Metode Reese and O’Neill menghasilkan daya dukung ultimit sebesar 309,4 ton. Setelah fondasi terpasang daya dukung ultimit yang ditentukan berdasarkan data uji Pile Driving Analyzer adalah sebesar 316,2 ton. Studi ini menunjukkan bahwa Metode Reese dan Wright serta Metode Reese dan O’Neill menghasilkan nilai estimasi daya dukung ultimate tiang tunggal yang lebih rendah, masing-masing 13,8% dan 2,2%, bila dibandingkan dengan daya dukung ultimate yang dihasilkan dengan menggunakan hasil uji Pile Driving Analyzer Kata-kata kunci: fondasi; struktur jembatan; daya dukung; fondasi tiang bor; abutmen jembatan