Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN MENURUT JENIS KONTRAK hamkah hamkah; Hadi Purwanto; Josephus R. Matitaputty
JURNAL SIMETRIK Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.039 KB) | DOI: 10.31959/js.v9i2.279

Abstract

Tahapan penting dalam proses pemilihan bagi penyedia barang/jasa pemerintah salah satunya adalah evaluasi dokumen penawaran. Untuk memastikan kesesuaian kuantitas harga penawaran serta kebenaran hitungan RAB dari setiap peserta tender/seleksi, maka Pokja Pemilihan melakukan evaluasi penawaran dan koreksi aritmatika. Kajian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis kontrak terhadap hasil evaluasi penawaran, bila kuantitas pekerjaan yang diajukan oleh peserta tender/seleksi dalam RAB berbeda dengan kuantitas dalam HPS, dan bagaimana pengaruh koreksi aritmatika terhadap nilai penawaran pada evaluasi penawaran. Metode kajian dengan contoh kasus paket pengadaan barang yang datanya diambil dari laporan dokumen pemilihan yang diterima oleh PPK. Koreksi aritmatika dilakukan terhadap semua dokumen penawaran dengan HPS menjadi acuan masing-masing terhadap jenis kontrak lumsum dan kontrak harga satuan menurut Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018. Hasil kajian diketahui bahwa: jenis kontrak mempengaruhi hasil evaluasi penawaran dalam tender pengadaan barang, kuantitas yang berbeda antara RAB dan HPS tidak menyebabkan gugurnya penawaran yang diajukan oleh peserta tender, dan koreksi aritmatik pada evaluasi penawaran, menyebabkan perubahan nilai penawaran pada jenis kontrak harga satuan, sebaliknya koreksi aritmatika tidak menyebabkan perubahan nilai penawaran pada jenis kontrak lumsum.
Kajian Etika Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah hamkah hamkah; Hadi Purwanto
JURNAL SIMETRIK Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.253 KB) | DOI: 10.31959/js.v8i2.182

Abstract

Kajian ini bertujuan menjawab betapa pentingnya etika dasar PBJP dalam upaya pengadaan barang/jasa, dan menjelaskan bagaimana konsekuensi hukumnya apabila etika tidak diikuti oleh pelaku PBJP. Dilakukan dengan metode kajian pustaka yang diuraikan dalam pembahasan menurut etimologi, kemudian kajian dikaitkan dengan regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah sebagaimana diatur dalam Perpres No. 16 tahun 2018 beserta Perka LKPP yang relevan dengan etika. Delapan etika dasar dalam pengadaan barang/jasa adalah: 1. Tertib serta bertanggung jawab, 2. Profesional, Mandiri dan Menjaga Rahasia, 3. Tidak saling mempengaruhi, 4. Menerima dan Tanggung jawab, 5. Menghindari conflict of interes, 6. Mencegah pemborosan, 7. Meghindari penyalahgunaan wewenang, 8. Tidak menerima, menawarkan/menjanjikan. Oleh karena itu, etika dasar   menjadi dasar hukum bagi para pihak, dan apabila tidak mengikuti etika dasar dimaksud akan berhadapan dengan aparat penegak hukum.
Existing Study and Technical Recommendations for National Roads in Ambon City Hamkah Hamkah; Christina Siwalette; Lenora Leuhery
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 1 No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v1i1.55

Abstract

The national road in Ambon City connects Pattimura Airport with Yos Sudarso Port having double access with parallel road conditions. Some road segments are not continuous like Jalan A.M. Sangadji and Jalan Rijali, have two lanes but are still one-way. This article aims to examine the capacity of the two existing national road segments in Ambon City based on the condition of each road segment according to the LHR, side barriers and continuous road requirements. The study was carried out in a structured and systematic manner according to the scientific stages using data from field observations and the latest secondary data from data sources in the BPJN XVI Ambon work unit covering Segment I (Down Road) and Segment II (Up Road). The results of the study were selected three alternative national road access, namely: First Alternative, using segment I national road access with recommendations for Reclamation of Mardika Beach, connecting 6 roads each: Jaalan Yos Sudarso, Jalan Pala, Jalan Pantai Mardika, Jalan Pantai Batu Merah, Jalan Ongko Liong, and Jalan Sultan Hasanuddin. The Second Alternative, using Segment II national road access with recommendations for Flyover Development, connecting 6 roads each: Jalan Pelabuhan, Jalan A.M. Sangadji, Jalan Diponegoro, Jalan Ahmad Yani, Jalan Rijali, and Jalan Jenderal Sudirman. The Third Alternative, using parallel national road access between Segment I and Segment II for current conditions, with recommendations on traffic engineering and handling of several road sections to be continuous.
Kajian Kebutuhan Sarana Perlintasan Warga Desa Liang Dan Neath Pada Sungai Nalbessy Kabupaten Buru Selatan Hamkah Hamkah; Lenora Leuhery; Gunawan Abdullah
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 1 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v1i2.93

Abstract

The social media coverage entitled 75 Years of Indonesia Independence day but we are not yet free shown South Buru hinterland people activities as crossing the Nalbessy river. The safety of user facilities stakes because of breaking up risk, and have fatal consequences washed away by the river current swift. Electronic and print media's rise motivated to examine South Buru hinterland people's facilities need to cross the river. The study aims to trace activities crossing locations and analyzing user potential based on population data. We Presenting roads and bridges history around Liang and Neath Villages in a strip map handling the Namrole - Leksula segment. The method uses Google Earth, structured, and systematic study stages sourced from secondary data. The study results showed that the Nalbessy River coordinate of -3.7628° S and 126.5444° E is Wai Nalbessy III bridge's construction planned location. The Namrole – Leksula segment crosses two villages in South Buru (Liang and Neath). In handling roads until 2019, pavement conditions are still not uniform, consisting of 3 types: Hotmix 7.0 Km, Optional Stockpile of 4.0 Km, and Dirt Road 42.0 Km. The handling of provincial roads has built three bridges out of the 33 bridges plan. Estimated construction cost, the implementation time of the 50 m bridge span Wai Nalbessy III, according to the type of construction, respectively: Rp. 4 billion, four months a symmetrical pedestrian suspension bridge, Rp. 15 billion, ten months of steel frame, and Rp. 20 M, 1 Year for T beam concrete bridge.
PREDIKSI HARGA SATUAN PEKERJAAN JALAN TAHUN 2021 Hamkah .; Hadi Purwanto; La Mohamat Saleh
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jpmi.v3i2.526

Abstract

Perkiraan harga satuan merupakan kebutuhan setiap tahun yang menjadi tugas pengguna jasa bagi persiapan tender pengadaan jasa konstruksi dalam bentuk dokumen HPS. PPK sebagai pengguna jasa yang bertugas menyiapkan dokumen HPS membutuhkan biaya dan kendala waktu yang singkat karena melakukan survey di lokasi pekerjaan, khususnya persiapan pengadaan pekerjaan jalan tahun 2021 di wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Metode prediksi harga satuan pekerjaan jalan menggunakan Template dan data sekunder berupa EE dan indeks harga inflasi membantu PPK mengatasi kendala biaya dan waktu menyiapkan HPS bagi berlangsungnya proses tender di awal tahun  2021. Data EE dan Template bersumber dari BPJN XVI Ambon dan data indeks harga inflasi tahun 2012 s.d. 2019 bersumber dari BPS. Tersedianya harga satuan pekerjaan jalan proyeksi tahun 2021 dalam satuan M2 hasil analisis menggunakan format summary dan format treatment cost untuk Zona-1 Maluku, Zona-2 Maluku dan Zona Maluku Utara merupakan hasil kegiatan.
EVALUASI KINERJA PERKERASAN LATASIR PADA RUAS JALAN NASIONAL DI PULAU AMBON Hamkah Hamkah; Rohana Rohana; Aisyah Aisyah
BANGUNAN Vol 27, No 2 (2022): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i22022p17-32

Abstract

Abstrak:Jalan J. Syaranamual dan Leo Wattimena di Ambon, merupakan 2 diantara 81 ruas jalan nasional di wilayah Provinsi Maluku, diprogramkan BPJN Maluku menggunakan perkerasan Latasir untuk mempertahankan kondisi kemantapan jalan. Evaluasi kinerja perkerasan Latasir Kelas B tahun anggaran 2020 dimaksudkan bahan evaluasi/pertimbangan penggunaan perkerasan sejenis di wilayah BPJN Maluku untuk tahun anggaran 2021. Tujuan penelitian mengevaluasi: 1). Penggunaan bahan campuran Latasir terhadap pemenuhan spesifikasi; 2). Metode produksi campuran berdasarkan ketentuan peralatan pencampur, jenis kendaraan pengangkut, peralatan penghamparan dan pemadatan; 3). Mutu Latasir berdasarkan sifat campuran, toleransi dimensi tebal, kepadatan minimum dan metode pengendalian mutu. Metode evaluasi terhadap kinerja bahan baku, bahan olahan, bahan jadi, peralatan, dan tenaga kerja terhadap ketentuan mutu pengadaan. Kesimpulan: 1). Jenis aspal (Pertamina 60/70), Agregat 5-10, Pasir dan Abu Batu asal quarry Wai Sikula di Laha-Ambon, memenuhi persyaratan spesifikasi bahan sebagai campuran Latasir Kelas B, 2). Metode produksi campuran menggunakan AMP di Desa Laha memenuhi ketentuan peralatan produksi berdasarkan hasil pengukuran temperatur campuran, uji gradasi gabungan hasil ekstraksi, 3). Metode pelaksanaan pekerjaan Latasir menggunakan Asphalt Finisher, Tandem Roller dan Pneumatic Tire Roller memenuhi ketentuan Spesifikasi Umum 2018. 4). Kadar aspal 7,10 persen memenuhi persyaratan Latasir kelas B berdasarkan ketentuan toleransi dimensi tebal, kepadatan minimal dan sifat marshal campuran. Kadar aspal Latasir Kelas B oleh Penyedia lebih rendah dibandingkan kadar aspal optimum (8,40 persen).Kata-kata kunci: latasir; jalan nasional, aspal, malukuAbstract: street J. Syaranamual and Leo Wattimena in Ambon, which are 2 of 81 national roads in the Maluku Province, are programmed by BPJN Maluku to use Latasir pavement to maintain road stability. Evaluation of the performance of Latasir Class B pavement for the 2020 fiscal year is intended to evaluate/consider the use of similar pavements in the Maluku BPJN area for the 2021 fiscal year. The objectives of the study are to evaluate: 1). The use of Latasir mixture to meet specifications; 2). Mixed production method based on the provision of mixing equipment, type of transport vehicle, spreading and compacting equipment; 3). Latasir quality is based on the nature of the mixture, thickness tolerance, minimum density and quality control methods. Method of evaluation of the performance of raw materials, processed materials, finished materials, equipment, and labor against the provisions of the quality of procurement. Conclusion: 1). The type of asphalt (Pertamina 60/70), Aggregate 5-10, Sand and Stone Ash from the Wai Sikula quarry in Laha-Ambon, meets the material specification requirements as a Latasir Class B mixture, 2). The mixed production method using AMP in Laha Village meets the requirements for production equipment based on the results of the mixture temperature measurement, the combined gradation test of the extraction results, 3). The method of carrying out the Latasir work using Asphalt Finisher, Tandem Roller and Pneumatic Tire Roller complies with the General Specifications 2018. 4). The asphalt content of 7.10 percent meets the requirements of Latasir class B based on the thickness tolerance, minimum density and marshal properties of the mixture. The Latasir Class B asphalt content by the Supplier is lower than the optimum asphalt content (8.40 percent).Keywords: background; national road, asphalt, maluku
PERANCANGAN ULANG PERKERASAN JALAN BETON PADA UNDERPASS SUDIRMAN DI KOTA AMBON Hamkah; Muhamad Ulwan Talaohu; Meyske A. Pattikawa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v9i2.7010.129-140

Abstract

Abstract In this study, a pavement redesign was carried out on the Sudirman Underpass, in Ambon City. Two methods were used to design the pavement, namely the AASHTO Method (1993) and the Bina Marga Method (2017). The traffic volume data used is traffic volume data obtained based on a survey conducted after the Sudirman Underpass was put into operation. By using the same design life and pavement material characteristics, this study shows that the Bina Marga Method (2017) produces thinner pavement than the AASHTO Method (1993). The difference in the resulting pavement thickness is about 10% or 35 mm. Keywords: road pavement; pavement design; traffic volumes; design life Abstrak Pada studi ini dilakukan perancangan ulang perkerasan jalan pada Underpass Sudirman, di Kota Ambon. Dua metode digunakan untuk merancang perkerasan tersebut, yaitu Metode AASHTO (1993) dan Metode Bina Marga (2017). Data volume lalu lintas yang digunakan adalah data volume lalu lintas yang didapat berdasarkan survei yang dilakukan setelah Underpass Sudirman dioperasikan. Dengan menggunakan umur desain serta ka-rakteristik material perkerasan yang sama, studi ini menunjukkan bahwa Metode Bina Marga (2017) mengha-silkan perkerasan yang lebih tipis dibandingkan dengan Metode AASHTO (1993). Perbedaan tebal perkerasan yang dihasilkan adalah sekitar 10% atau 35 mm. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; perancangan perkerasan; volume lalu lintas; umur desain
Analisis Analisis Tingkat Kenyamanan Rumah Sakit Di Kota Makassar (TIPE A DAN TIPE B) Dengan Konsep Pendekatan Arsitektur Bioklimatik Ashari Abdullah; Rohana; Sumarni; Hamkah; Ruslan
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i2.67

Abstract

Makassar City has hospitals spread across several sub-districts, with categories of type A-E, but it is unknown whether the currently operating hospitals use the concept of a bioclimatic approach or only meet service standards from the aspect of medical needs. The aims of the study were: to determine the comfort level of the hospital (type A and type B), to formulate a hospital planning strategy with the concept of a bioclimatic approach to buildings through design recommendations. Case research methods (field studies and literature) and descriptive were used in the research. The results and discussion are: Several type A hospitals apply the bioclimatic concept based on an analysis of the level of comfort and service, for example the Wahidin Sudirohusodo hospital for the public, the Tabjuddin Chalid hospital for lepers and the Dadi hospital for mental disorders. Overall, each building has a different analysis and adjusts the comfort of space that is environmentally friendly, and has humanist characteristics towards outdoor space and the environment. Whereas type B hospitals, which apply bioclimatic concepts such as: Awal Bros Hospital, Labuang Baji Hospital, Anak Pertiwi Hospital, each of which has comfort from a unique spatial aspect, adjusts to the level of patient needs, creates good comfort and safety. For the planning strategy for the concept of Bioclimatic Architecture, it is desirable that the shape of the building must be sturdy, have many cavities, facades and the environment that affect the design of the building, the building is more environmentally friendly, comfortable and safe and more efficient in energy use.
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON Hamkah, Hamkah; Jakob, Juvrianto C.; Walalayo, Rosmawati
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v10i1.7649.65-74

Abstract

Abstract Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims to determine the potential use of filler material derived from coral rock found in Taeno Village and the effect of coral filler material on the characteristics of the asbuton wearing-course asphalt concrete mixture. This research was carried out by adding filler material, with level content of 0%, 1%, 2%, and 3%, to asbuton wearing-course asphalt concrete with 3 variations of asphalt content, namely 5.0%; 5.5%, and 6.0%. Marshall tests were, then, carried out on the specimens made from the mixture. This research shows that the coral stone filler, which comes from Taeno Village, can be used as a filler for asbuton wearing-course asphalt concrete. From the analysis carried out, it was concluded that the asphalt content of the mixture influences the level of filler that can be added to the mixture. The higher the asphalt content value in a mixture, the higher the optimum filler content that can be added to the mixture. The optimum levels of filler that can be added to mixtures made with asphalt content of 5.0%, 5.5%, and 6.0% are 1.55%, 1.63%, and 1.75%, respectively. Keywords: asphalt concrete; filler; wearing-course; asbuton; coral filler Abstrak Batu karang gunung yang terdapat di Dusun Taeno, Ambon, tersedia melimpah dan berpotensi untuk digu-nakan sebagai bahan pengisi campuran beton aspal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi penggunaan bahan pengisi yang berasal dari batu karang yang terdapat di Dusun Taneo dan pengaruh bahan pengisi batu karang tersebut terhadap karakteristik campuran beton aspal lapis aus Asbuton. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan bahan pengisi, dengan kadar 0%, 1%, 2%, dan 3%, kepada beton aspal lapis aus Asbuton (AC-WCAsb.) dengan 3 variasi kadar aspal, yaitu 5,0%; 5,5% dan 6,0%. Selanjutnya dilakukan pegujian Marshall terhadap benda-benda uji yang dibuat dari campuran tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahan pengisi batu karang, yang berasal dari Dusun Taeno, dapat digunakan sebagai bahan pengisi untuk campuran lapis beton aspal lapis aus asbuton. Dari analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa kadar aspal campuran berpengaruh terdapat kadar bahan pengisi yang dapat ditambahkan dalam campuran. Semakin tinggi nilai kadar aspal pada suatu campuran, semakin tinggi pula kadar bahan pengisi optimum yang dapat ditambahkan pada campuran tersebut. Kadar bahan pengisi optimum yang dapat ditambahkan pada campuran yang dibuat dengan kadar aspal 5,0%, 5,5%, dan 6,0% berturut-turut adalah 1,55%, 1,63%, dan 1,75%. Kata-kata kunci: beton aspal; bahan pengisi; lapis aus; asbuton; bahan pengisi batu karang
PENGARUH PENAMBAHAN KARET BAN BEKAS TERHADAP SIFAT MARSHALL CAMPURAN ASPAL AC-WC Riruma, Gilberth Gerent Yoni; Hamkah; Istia, Penina
JURNAL SIMETRIK Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1675

Abstract

Kerusakan jalan yang terjadi pada Kota Ambon dimana jalan tersebut selalu terjadi retak-retak dan berlubang dikarenakan aspal yang terbuat dari residu minyak bumi yang semakin hari semakin menipis kemudian membuat masyarakat tidak nyaman dalam berkendara, oleh karena itu perlu penambahan bahan untuk meningkatkan kualitas aspal, maka itu penulis memakai limbah karet ban bekas sebagai bahan tambah dalam campuran aspal AC-WC.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar aspal campuran AC-WC berdasarkan rumusan campuran kerja yang dipilih dan menganalisis pengaruh penambahan limbah karet ban bekas terhadap sifat marshall bagi campuran aspal AC-WC. Dari hasil pengujian dan analisis yang dilakukan penambahan kadar karet ban bekas yang paling efektif adalah pada kadar 6%, dengan kenaikan nilai stabilitas yaitu 1128,15 kg, VIM sebesar 3,27%, VMA sebesar 15,11 %,VFB sebesar 78,33%%, flow sebesar 3,37 mm dan MQ sebesar 335,48 kg/mm. Dibandingkan dengan nilai stabilitas tanpa penambahan karet ban bekas dengan nilai stabilitas yaitu 426,07 kg. Dan bahan tambah ban karet bekas dengan kadar 8% memiliki penurunan nilai stabilitas yaitu 988,93 kg. Kenaikan nilai stabilitas juga terdapat pada kadar 4% dengan nilai stabilitas yaitu 1220,96 kg. Kenaikan terjadi juga pada kadar 2% dengan nilai stabilitas yaitu1256,17 kg.