Mustakim Mustakim
Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN INTERPERSONAL DENGAN SIKAP EMPATI PADA SISWA Mustakim Mustakim; Niken Indriana Pratiwi
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v5i2.3419

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya sikap empati siswa. Melalui kecerdasan interpersonal diharapkan siswa mampu meningkatkan kepedulian dan kepekaan terhadap orang lain Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk membaca tanda dan isyarat sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan mampu menyesuaikan gaya komunikasi secara tepat. Hal demikian penting untuk mengembangkan sikap empati siswa. empati merupakan kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain, namun dia tetap melakukan kontrol diri atas situasi yang ada, tidak dibuat-buat, dan tidak hanyut dalam situasi orang lain itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan sikap empati siswa kelas VIII SMPN 18 Mataram Tahun Pelajaran 2018/2019. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 18 Mataram 45 siswa, sampel yang digunakan adalah 43 orang siswa yang memiliki sikap empati. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode angket sebagai metode pokok, sedangkan dokumentasi, observasi dan metode wawancara sebagai metode pelengkap. Untuk menganalisis data menggunakan rumus Rxy. Berdasarkan dari hasil nilai rhitung yang diperoleh dalam penelitian ini adalah = 0,578 sedangkan nilai rtabel dengan taraf signifikansi 5% N=43 adalah 0,301. Kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai rhitung yang diperoleh dalam penelitian ini lebih besar daripada nilai rtabel yang berarti dalam penelitian ini adalah signifikan, dengan hasil pengujian nilai di atas, dimana rhitung = 0,578 > rtabel = 0,301 dengan taraf signifikansi 5% N=43. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima. Dengan demikian hasil kesimpulannya: bahwa Ada hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan sikap empati siswa kelas VIII SMPN 18 Kota Mataram tahun pelajaran 2018/2019. Dan hasil penelitian ini dinyatakan signifikan.Kata Kunci: Kecerdasan interpersonal dan sikap empati
PENARUH RATIONAL EMOTIVE THERAPY TERHADAP PERILAKU SELF-DESTRUCTIVE PADA REMAJA Rahayu Solehah; Mustakim Mustakim; Baiq Sarlita Kartiani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.10924

Abstract

ABSTRACT Self-destructive behavior among students has become a psychological issue that requires serious attention because it may affect students’ emotional, social, and academic development at school. This phenomenon indicates the importance of guidance and counseling services that can help students transform negative thought patterns and behaviors into more rational and adaptive ones. This study aimed to determine the effect of Rational Emotive Therapy on students’ self-destructive behavior at SMPN 6 Mataram. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one group pretest-posttest model. The sampling technique used was purposive sampling, involving 9 students selected from a population of 60 students who demonstrated high levels of self-destructive behavior. Research data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data collection methods. Data analysis was conducted using the t-test. The results showed that the calculated t-value of 6.074 was higher than the t-table value of 2.306 at the 5% significance level (6.074 > 2.306), indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings demonstrate that the implementation of Rational Emotive Therapy was effective in reducing students’ tendencies toward self-destructive behavior through the development of more rational and positive thinking patterns. The implications of this study suggest that Rational Emotive Therapy can be utilized as an alternative guidance and counseling service to help students improve self-control and develop more adaptive behavioral adjustment within the school environment. ABSTRAK Perilaku self destructive pada siswa menjadi permasalahan psikologis yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat berdampak pada kondisi emosional, sosial, dan perkembangan belajar siswa di sekolah. Fenomena ini menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang mampu membantu siswa mengubah pola pikir dan perilaku negatif menjadi lebih rasional dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rational Emotive Therapy terhadap perilaku self destructive siswa di SMPN 6 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui model one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 9 siswa dari populasi 60 siswa yang memiliki tingkat perilaku self destructive tinggi. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung sebesar 6,074 lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,306 pada taraf signifikansi 5% (6,074 > 2,306), sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Rational Emotive Therapy mampu membantu siswa mengurangi kecenderungan perilaku self destructive melalui perubahan pola pikir yang lebih rasional dan positif. Implikasi penelitian ini memperlihatkan bahwa Rational Emotive Therapy dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam mengembangkan kontrol diri dan penyesuaian perilaku yang lebih baik di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN KOMUNIKASI DENGAN SELF CONFIDENCE SISWA SMK Rizal Rahman; Mustakim Mustakim; M. Chairul Anam
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i4.10958

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the importance of communication skills in developing students’ self-confidence within the school environment. Poor interpersonal communication skills may affect students’ courage to express opinions, engage in social interactions, and demonstrate their potential optimally. The purpose of this study was to determine the relationship between communication skills and self-confidence among eleventh-grade students at SMKN 1 Batulayar in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of 80 students, and all members of the population were used as research subjects. Data were collected using questionnaires as the primary method, while observation, interviews, and documentation were used as supporting methods. Data analysis was conducted using the Product Moment correlation technique. The findings revealed a significant positive relationship between communication skills and students’ self-confidence. These findings indicate that better communication skills are associated with higher levels of self-confidence in social interaction and adaptation within the school environment. This study implies that improving communication skills can be an important strategy in enhancing students’ self-confidence through guidance and counseling services at school. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan komunikasi dalam membangun kepercayaan diri siswa pada lingkungan sekolah. Kurangnya kemampuan komunikasi interpersonal dapat memengaruhi keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat, berinteraksi sosial, dan menampilkan potensi diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan komunikasi dengan kepercayaan diri (self confidence) siswa kelas XI di SMKN 1 Batulayar Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 80 siswa dan seluruh populasi dijadikan subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai metode pelengkap. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara keterampilan komunikasi dan self confidence siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik keterampilan komunikasi siswa, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya dalam berinteraksi dan menyesuaikan diri di lingkungan sekolah. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan keterampilan komunikasi dapat menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
PENGARUH KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI KORBAN PERUNDUNGAN PADA SISWA KELAS VIII Tata Badai Pertiwi; Mustakim Mustakim; Ni Made Sulastri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9791

Abstract

ABSTRACT A conducive school environment is essential for students’ development; however, bullying cases still frequently occur and negatively affect students’ psychological well-being, particularly their ability to cope with pressure. This study aims to determine the effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in improving the resilience of bullying victims among eighth-grade students at SMPN 5 Mataram in the 2022/2023 academic year. This study employed a quantitative approach using a one-group pre-test and post-test design. The population consisted of 108 students, while the sample included 10 students selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation, while data analysis was conducted using the t-test. The results showed that the t-calculated value was 9.922, which was higher than the t-table value of 2.262 at a 5% significance level with 9 degrees of freedom (9.922 > 2.262). Therefore, it can be concluded that Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling has a significant effect on improving the resilience of students who are victims of bullying in grade VIII at SMPN 5 Mataram for the 2022/2023 academic year. ABSTRAK Lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting bagi perkembangan peserta didik, namun kasus perundungan masih sering terjadi dan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa, terutama terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan resiliensi korban perundungan pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test design. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa, dengan sampel sebanyak 10 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pelengkap, sedangkan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 9,922 lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,262 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (db) = 9 (9,922 > 2,262). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan pada kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023.
PENGARUH TEKNIK MODELING TERHADAP TINGKAT KEJENUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK Desty Humairo’ ZN; Mustakim Mustakim; Khairul Huda
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.10926

Abstract

ABSTRACT Learning burnout is one of the common problems experienced by students due to academic pressure, monotonous learning methods, and a lack of support from the learning environment. These conditions can reduce students’ motivation, concentration, and engagement in the learning process. This study aims to analyze the effect of the modeling technique on students’ learning burnout at SMP IT Liddarain NW Tangar in the 2023/2024 academic year. The study employed a quantitative approach using a one group pre-test and post-test design. Data were collected through questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data collection techniques. The research sample consisted of 5 students selected through a purposive sampling technique based on their level of learning burnout. Data analysis was conducted using the t-test to determine changes in students’ learning burnout after the implementation of the modeling technique. The findings revealed that the application of the modeling technique helped reduce students’ learning burnout, as indicated by changes in attitudes, increased learning motivation, and more active student participation during the learning process. These findings indicate that the modeling technique can serve as an effective guidance and counseling strategy to help students overcome learning burnout and improve academic engagement at school. ABSTRAK Kejenuhan belajar menjadi salah satu permasalahan yang sering dialami siswa akibat tekanan akademik, metode pembelajaran yang monoton, serta kurangnya dukungan lingkungan belajar. Kondisi tersebut dapat menurunkan motivasi, konsentrasi, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik modeling terhadap kejenuhan belajar siswa di SMP IT Liddarain NW Tangar Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Sampel penelitian terdiri atas 5 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat kejenuhan belajar yang dialami siswa. Analisis data menggunakan uji t-test untuk mengetahui perubahan tingkat kejenuhan belajar setelah diberikan perlakuan teknik modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik modeling mampu membantu siswa mengurangi kejenuhan belajar yang ditunjukkan melalui perubahan sikap, meningkatnya motivasi belajar, serta keterlibatan siswa yang lebih aktif selama proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik modeling dapat menjadi salah satu strategi layanan bimbingan dan konseling yang efektif dalam membantu siswa mengatasi kejenuhan belajar dan meningkatkan kualitas keterlibatan akademik di sekolah.
PENGARUH TEKNIK MODELING SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN EMPATI SISWA Aji Dupa Prita Putra; Mustakim Mustakim; Aluh Hartati
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10961

Abstract

ABSTRACT Empathy is an important aspect of students’ social development because it plays a significant role in building positive interpersonal relationships within the school environment. However, low levels of empathy among some students may affect their social interactions and daily behavior. This study aimed to determine the effect of the modeling technique on improving the empathy of eleventh-grade students at SMAN 1 Lingsar in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The sampling technique used was purposive sampling, with a population of 184 students and a research sample of 10 students. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data. Data analysis using the t-test indicated that the calculated t value was higher than the t table value at the 5% significance level. The findings revealed that the modeling technique had a positive effect on increasing students’ empathy through the process of observing and imitating positive social behaviors. Therefore, the modeling technique can be used as an alternative guidance and counseling strategy to enhance students’ empathy in the school environment. ABSTRAK Empati merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial siswa karena berperan dalam membangun hubungan interpersonal yang positif di lingkungan sekolah. Namun, rendahnya kemampuan empati pada sebagian siswa dapat memengaruhi interaksi sosial dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik modeling terhadap peningkatan empati siswa kelas XI SMAN 1 Lingsar Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah populasi sebanyak 184 siswa dan sampel penelitian sebanyak 10 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data menggunakan uji t-test yang menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dibandingkan t tabel pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik modeling memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan empati siswa melalui proses pengamatan dan peneladanan perilaku sosial yang baik. Dengan demikian, teknik modeling dapat digunakan sebagai salah satu strategi layanan bimbingan dan konseling untuk membantu meningkatkan empati siswa di lingkungan sekolah.
PENGARUH STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Cintawati Cintawati; Mustakim Mustakim; M. Najamuddin
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10962

Abstract

ABSTRACT Playing is an important activity in early childhood development because through play children learn to understand their environment, build social experiences, and develop independent attitudes in everyday life. However, in reality, there are still children aged 5–6 years who show a high level of dependence on teachers and parents in completing learning activities and simple tasks at school. This condition indicates the need for learning strategies that are able to stimulate the development of children’s independence more optimally. This study aims to determine the effect of storytelling techniques on the independence attitude of children aged 5–6 years at TK Hati Ceria in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental design through a one-group pre-test and post-test design. Data were collected through observation as the primary method, while interviews and documentation were used as supporting data. The findings showed that the application of storytelling techniques was able to improve children’s independence, as reflected in increased confidence, responsibility, and the ability to carry out learning activities independently. These findings indicate that storytelling techniques not only function as entertainment media but are also effective as learning strategies to instill independence values in early childhood. The novelty of this study lies in the use of storytelling techniques as an educational approach to develop children’s independence in a more contextual and communicative early childhood education setting. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam perkembangan anak usia dini karena melalui kegiatan bermain anak dapat belajar memahami lingkungan, membangun pengalaman sosial, dan mengembangkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya masih ditemukan anak usia 5–6 tahun yang menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap guru maupun orang tua dalam menyelesaikan aktivitas belajar dan tugas sederhana di sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang mampu menstimulasi perkembangan kemandirian anak secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik cerita terhadap sikap kemandirian anak usia 5–6 tahun di TK Hati Ceria Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui one group pre-test dan post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi sebagai metode utama, sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik cerita mampu meningkatkan sikap kemandirian anak, yang ditandai dengan meningkatnya keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan anak dalam melakukan aktivitas belajar secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik cerita tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk menanamkan nilai kemandirian pada anak usia dini. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan teknik cerita sebagai pendekatan edukatif dalam mengembangkan sikap kemandirian anak pada konteks pendidikan anak usia dini secara lebih kontekstual dan komunikatif.
PENGARUH ROLE PLAYING TERHADAP SIKAP PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI Dewi Handriyani; Mustakim Mustakim; Baiq Sarlita Kartiani
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10963

Abstract

ABSTRACT Self-confidence is an important aspect of early childhood social-emotional development that needs to be fostered from an early age through active and enjoyable learning processes. However, in reality, there are still children who lack the courage to perform, experience difficulties in interacting, and are unable to express themselves optimally during classroom activities. This study aimed to determine the effect of the role-playing method on the self-confidence of early childhood students at PAUD Al Hidayah Kopang in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach with a simple experimental design. The research subjects consisted of 20 children selected as the research sample. Data were collected through observations of children’s self-confidence behaviors before and after the implementation of the role-playing method, while data analysis was conducted using the t-test. The findings revealed that the t-count value of 2.185 was higher than the t-table value of 2.103 at a 5% significance level with 19 degrees of freedom. These findings indicate that the role-playing method had a positive effect on improving children’s self-confidence, particularly in terms of communication skills, willingness to perform in front of the class, and interaction with peers. Therefore, the role-playing method can be considered an effective alternative learning strategy to support the optimal social-emotional development of early childhood learners. ABSTRAK Rasa percaya diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang perlu dikembangkan sejak dini melalui proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Namun, pada kenyataannya masih terdapat anak yang kurang berani tampil, sulit berinteraksi, dan belum mampu mengekspresikan diri secara optimal dalam kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap rasa percaya diri anak usia dini di PAUD Al Hidayah Kopang Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sederhana. Subjek penelitian berjumlah 20 anak yang dipilih sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap perilaku percaya diri anak sebelum dan sesudah penerapan metode bermain peran, sedangkan analisis data menggunakan uji t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,185 lebih besar dibandingkan ttabel sebesar 2,103 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 19. Temuan tersebut menunjukkan bahwa metode bermain peran memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan rasa percaya diri anak, terutama dalam keberanian berkomunikasi, tampil di depan kelas, dan berinteraksi dengan teman sebaya. Dengan demikian, metode bermain peran dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini secara lebih optimal.