Rehana Rehana
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF STUDENTS' PROCEDURAL ERRORS IN SOLVING GEOMETRIC TRANSFORMATION PROBLEMS BASED ON PROCEDURAL FLUENCY Putri Nazwa; Rehana Rehana; Yarti Melvina Rambe; Yesnita Aprilia; Budi Halomoan Siregar
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10625

Abstract

This study aims to analyze students' procedural errors in solving geometric transformation problems based on Kilpatrick's (2001) indicators of procedural fluency, which include accuracy, efficiency, and flexibility. The approach used is qualitative descriptive with quantitative data support. The research subjects were 32 tenth-grade students at a private high school in Medan who had studied geometric transformation material. Data collection was conducted through a 5-question essay test analyzed using a scoring rubric for each indicator of procedural fluency. The results showed that the average student procedural fluency ability was in the low category with a score of 0.84 on a 4.00 scale. A total of 64.29% of students were in the very low category, 25% in the low category, 7.14% in the moderate category, and only 3.57% in the high category. The flexibility indicator was the weakest, with an average score of 0.39 (very low), while accuracy and efficiency were 0.95 (low) each. The dominant errors in accuracy included errors in basic concepts (78.6%), formula substitution (67.9%), and algebraic operations (64.3%). In terms of efficiency, students tended to repeat steps (71.4%) and use overly long procedures (67.9%). Regarding flexibility, 96.4% of students used only one method of solution, and 89.3% were unable to write down the transformation matrix. These findings indicate the need for instruction that places greater emphasis on procedural flexibility and reinforces conceptual understanding. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan prosedural siswa dalam menyelesaikan masalah transformasi geometri berdasarkan indikator kelancaran prosedural dari Kilpatrick (2001), yaitu akurasi, efisiensi, dan fleksibilitas. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas X di salah satu SMA swasta di Medan yang telah mempelajari materi transformasi geometri. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai sebanyak 5 soal yang dianalisis menggunakan rubrik penilaian untuk setiap indikator kelancaran prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan kelancaran prosedural siswa berada pada kategori rendah dengan skor 0,84 dari skala 4,00. Sebanyak 64,29% siswa berada pada kategori sangat rendah, 25% pada kategori rendah, 7,14% pada kategori sedang, dan hanya 3,57% pada kategori tinggi. Indikator fleksibilitas merupakan yang terlemah dengan rata-rata skor 0,39 (sangat rendah), sedangkan akurasi dan efisiensi masing-masing sebesar 0,95 (rendah). Kesalahan dominan pada akurasi meliputi kesalahan konsep dasar (78,6%), substitusi rumus (67,9%), dan operasi aljabar (64,3%). Pada efisiensi, siswa cenderung mengulang langkah (71,4%) dan menggunakan prosedur yang terlalu panjang (67,9%). Pada fleksibilitas, 96,4% siswa hanya menggunakan satu metode penyelesaian dan 89,3% tidak dapat menuliskan matriks transformasi. Temuan ini menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih menekankan pada fleksibilitas prosedural dan memperkuat pemahaman konseptual.
KECEMASAN MATEMATIKA PADA SISWA SMA: TINJAUAN SISTEMATIS FAKTOR DAN INTERVENSI Rehana Rehana; Mutia Hafiza; Dwi Anggraini; Santa De Luisa Sitorus; Yokebet Hutapea; Glory Indira Diana Purba
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9971

Abstract

ABSTRACT Mathematics anxiety is a psychological issue commonly experienced by high school students and has a significant impact on conceptual understanding and academic achievement. This phenomenon is not only related to cognitive aspects but is also influenced by internal and external factors within the learning process. This study aims to identify the factors contributing to mathematics anxiety and to formulate effective interventions through a systematic review approach. The method employed is a systematic literature review based on PRISMA guidelines, involving identification, screening, eligibility, and inclusion stages of articles published between 2019 and 2025. The findings indicate that psychological factors, particularly low self-efficacy, negative thinking patterns, and fear of failure, serve as the primary determinants of mathematics anxiety, which are further reinforced by external factors such as an unsupportive learning environment and academic pressure. In addition, psychological interventions such as Cognitive Behavioral Therapy (CBT), along with pedagogical approaches like cooperative learning, have been proven effective in reducing anxiety levels. These findings confirm that mathematics anxiety is a multidimensional phenomenon that requires integrated treatment through both psychological and pedagogical approaches. Therefore, this study contributes a comprehensive synthesis that can serve as a foundation for developing more adaptive and supportive learning strategies. ABSTRAK Kecemasan matematika merupakan permasalahan psikologis yang banyak dialami siswa sekolah menengah atas dan berdampak pada pemahaman konsep serta hasil belajar. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecemasan matematika serta merumuskan intervensi yang efektif melalui pendekatan tinjauan sistematis. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui tahapan identifikasi, seleksi, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2019–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor psikologis, terutama rendahnya self-efficacy, pola pikir negatif, dan ketakutan akan kegagalan, menjadi determinan utama kecemasan matematika, yang diperkuat oleh faktor eksternal seperti lingkungan belajar yang kurang kondusif dan tekanan akademik. Selain itu, intervensi berbasis psikologis seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) serta pendekatan pedagogis seperti pembelajaran kooperatif terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan matematika bersifat multidimensional dan memerlukan penanganan yang terintegrasi melalui pendekatan psikologis dan pedagogis. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi berupa sintesis komprehensif yang dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan suportif.