Santa De Luisa Sitorus
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROFILE OF MATHEMATICAL CRITICAL THINKING SKILLS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS BASED ON FACIONE INDICATORS IN STATISTICS Dwi Anggraini; Revalina Ayu Natalia Hutabarat; Santa De Luisa Sitorus; Wildani Nisrina Nabilah; Budi Halomoan Siregar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10273

Abstract

ABSTRACT Mathematical critical thinking skills have become an essential competency in 21st-century learning, particularly in statistics, which requires in-depth analysis and reasoning. However, various findings indicate that students’ critical thinking skills have not yet developed optimally and still show imbalances across different aspects of thinking. This study aims to describe the profile of eleventh-grade students’ mathematical critical thinking skills at SMK Negeri 4 Medan based on critical thinking indicators. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The participants consisted of 14 students selected through purposive sampling in accordance with the context of statistics learning. Data were collected using an essay-based test and analyzed through descriptive techniques to illustrate students’ achievement across each indicator. The results show that students’ mathematical critical thinking skills are at a moderate level, with an average achievement of 57.1%. Students tend to perform better in understanding and analyzing problems, while their abilities in evaluating, drawing conclusions, and explaining reasoning remain relatively low. These findings indicate that students’ critical thinking skills have not yet developed comprehensively across all stages of thinking. Therefore, learning should be designed to systematically promote reasoning, reflection, and mathematical communication to support a more balanced and sustainable development of critical thinking skills. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis menjadi kompetensi esensial dalam pembelajaran abad ke-21, terutama pada materi statistika yang menuntut analisis dan penalaran yang mendalam. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut pada siswa belum berkembang secara optimal dan masih menunjukkan ketidakseimbangan antar aspek berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI di SMK Negeri 4 Medan berdasarkan indikator berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa yang dipilih secara purposif sesuai dengan konteks pembelajaran statistika. Data dikumpulkan melalui tes esai dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif untuk menggambarkan capaian kemampuan siswa pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata capaian sebesar 57,1%. Kemampuan siswa cenderung lebih baik pada tahap memahami dan menganalisis masalah, sedangkan pada tahap mengevaluasi, menarik kesimpulan, dan menjelaskan alasan masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara menyeluruh pada seluruh tahapan berpikir. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang secara terarah mendorong aktivitas penalaran, refleksi, dan komunikasi matematis agar pengembangan kemampuan berpikir kritis dapat berlangsung secara lebih seimbang dan berkelanjutan.
KECEMASAN MATEMATIKA PADA SISWA SMA: TINJAUAN SISTEMATIS FAKTOR DAN INTERVENSI Rehana Rehana; Mutia Hafiza; Dwi Anggraini; Santa De Luisa Sitorus; Yokebet Hutapea; Glory Indira Diana Purba
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9971

Abstract

ABSTRACT Mathematics anxiety is a psychological issue commonly experienced by high school students and has a significant impact on conceptual understanding and academic achievement. This phenomenon is not only related to cognitive aspects but is also influenced by internal and external factors within the learning process. This study aims to identify the factors contributing to mathematics anxiety and to formulate effective interventions through a systematic review approach. The method employed is a systematic literature review based on PRISMA guidelines, involving identification, screening, eligibility, and inclusion stages of articles published between 2019 and 2025. The findings indicate that psychological factors, particularly low self-efficacy, negative thinking patterns, and fear of failure, serve as the primary determinants of mathematics anxiety, which are further reinforced by external factors such as an unsupportive learning environment and academic pressure. In addition, psychological interventions such as Cognitive Behavioral Therapy (CBT), along with pedagogical approaches like cooperative learning, have been proven effective in reducing anxiety levels. These findings confirm that mathematics anxiety is a multidimensional phenomenon that requires integrated treatment through both psychological and pedagogical approaches. Therefore, this study contributes a comprehensive synthesis that can serve as a foundation for developing more adaptive and supportive learning strategies. ABSTRAK Kecemasan matematika merupakan permasalahan psikologis yang banyak dialami siswa sekolah menengah atas dan berdampak pada pemahaman konsep serta hasil belajar. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecemasan matematika serta merumuskan intervensi yang efektif melalui pendekatan tinjauan sistematis. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui tahapan identifikasi, seleksi, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2019–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor psikologis, terutama rendahnya self-efficacy, pola pikir negatif, dan ketakutan akan kegagalan, menjadi determinan utama kecemasan matematika, yang diperkuat oleh faktor eksternal seperti lingkungan belajar yang kurang kondusif dan tekanan akademik. Selain itu, intervensi berbasis psikologis seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) serta pendekatan pedagogis seperti pembelajaran kooperatif terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan matematika bersifat multidimensional dan memerlukan penanganan yang terintegrasi melalui pendekatan psikologis dan pedagogis. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi berupa sintesis komprehensif yang dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan suportif.