ABSTRACT This study was motivated by the low interest of vocational high school (SMK) students in pursuing higher education, particularly among students of the Machining Engineering Program at SMK Negeri 1 Padang. The study aimed to examine the influence of self-potential and family environment, both partially and simultaneously, on students' interest in continuing their studies to higher education. A quantitative descriptive approach was employed using a saturated sampling technique involving 118 tenth- and eleventh-grade students. Data were collected through a validated and reliable Likert-scale questionnaire and analyzed using Pearson Product-Moment correlation and multiple correlation with SPSS 23.0. The findings revealed that self-potential had a positive and very strong influence on students' interest in pursuing higher education (r = 0.806, p < 0.001), while the family environment also demonstrated a positive and very strong influence (r = 0.968, p < 0.001). Simultaneously, self-potential and family environment significantly influenced students' interest in pursuing higher education, with a multiple correlation coefficient of R = 0.826 and a contribution of 68.2%. These findings indicate that strengthening students' self-potential, supported by a conducive family environment, plays a crucial role in enhancing their intention to continue to higher education. Therefore, collaboration among schools, families, and students is essential to strengthen students' readiness and motivation for higher education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, khususnya pada Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Padang. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh potensi diri dan lingkungan keluarga, baik secara parsial maupun simultan, terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenuh yang melibatkan 118 siswa kelas X dan XI. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Product Moment dan korelasi berganda dengan bantuan SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi diri berpengaruh positif dan sangat kuat terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi (r = 0,806; p < 0,001), sedangkan lingkungan keluarga juga memberikan pengaruh positif dan sangat kuat (r = 0,968; p < 0,001). Secara simultan, potensi diri dan lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap minat melanjutkan studi dengan koefisien korelasi berganda sebesar R = 0,826 dan kontribusi sebesar 68,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan potensi diri yang didukung oleh lingkungan keluarga yang kondusif berperan penting dalam mendorong minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga, dan siswa diperlukan untuk meningkatkan kesiapan dan motivasi melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.