Anayanti Rahmawati
PGPAUD FKIP UNS

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENERAPAN COOPERATIVE PLAY PADA ANAK USIA DINI Risma Khoirun Nisak; Anayanti Rahmawati; Nurul Shofiatin Zuhro
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i3.102243

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode cooperative play untuk meningkatkan keterampilan sosial pada anak usia dini. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam menguji validitas data yaitu menggunakan Teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data berupa data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penerapan metode cooperative play dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak usia dini. Tahapan pelaksanaan metode cooperative play meliputi: (1) Tahap perencanaan yaitu membuat lembar observasi anak, menyiapkan media, menyiapkan instrument penilaian, peraturan dalam bermain dan RPPH. (2)Tahap pelaksanaan dilakukan setelah anak memahami aturan dalam bermain dan pembagian tugas yang diberikan oleh kelompoknya. (3)Tahap pengamatan dilakukan untuk mengamati keadaan dan tingkah laku anak bermain cooperative play. (4) Tahap refleksi berupa evaluasi dari permainan yang telah diterapkan pada anak. Manfaat penerapan metode cooperative play, dapat meningkatkan keterampilan sosial anak, yang menjadikan anak mudah dalam bersosialisasi terhadap temannya dan diterima dalam kelompok bermainnya.
PENGARUH SCIENCE ACTIVITIES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Anti Nafisatul Mutsana; Anayanti Rahmawati; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.117205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh science activities untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan desain penelitian one group pre test post test. Populasi penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Kartasura. Sampel yang dipilih adalah 20 anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu tes dan dokumentasi. Validitas instrumen menggunakan teknik analisis pearson product moment. Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan analisis statistik parametrik melalui uji paired sample t-test dengan bantuan SPPS 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan melalui science activities untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak ditunjukkan dari hasil perolehan nilai pretest dan posttest yaitu 23,00 dan 34,25 dengan signifikansi 0,000.
PENGARUH DIGITAL STORYTELLING TERHADAP DRESSING SKILLS ANAK USIA DINI Aqila Tsabita Salsabila; Anayanti Rahmawati; Bambang Winarji
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i3.102247

Abstract

Dressing skills merupakan salah satu keterampilan dalam self care skills yang sangat penting bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh digital storytelling terhadap dressing skills pada anak usia 4-5 tahun. Digital storytelling merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini termasuk untuk mengembangkan dressing skills anak. Penggunaan digital storytelling dalam penelitian ini berupa video mengenai cara memakai pakaian dan melepas pakaian. Penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri Pembina Kartasura. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 anak yang berusia 4-5 tahun, sampel dalam penelitian ditentukan dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sampel dalam penelitian sebagai kelas eksperimen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain penelitian jenis One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes unjuk kerja yang dilakukan dua kali yaitu pretest dan posttest untuk mengukur dressing skills anak. Analisis data menggunakan statistik parametik yaitu uji normalitas menggunakan teknik Shapiro Wilkdan uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test . Hasil penelitian menunjukkan perbandingan yang signifikan anatara hasil nilai pretest dan posttest, serta adanya peningkatan dressing skills pada anak sesudah penggunaan media digital storytelling, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh digital storytelling terhadap dressing skills anak usia 4-5 tahun TK Negeri Pembina Kartasura.
ANALISIS KEDISIPLINAN ANAK USIA 4-5 TAHUN Felicia Rahma Saputri; Anayanti Rahmawati; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i3.117864

Abstract

Kedisiplinan pada anak usia dini adalah sikap tertib dan patuh terhadap suatu peraturan, tidak hanya peraturan tertulis, tetapi juga peraturan yang tidak tertulis. Sangat penting bagi anak untuk mengingat peraturan tertulis dan tidak tertulis. Guru dan orang tua memiliki peran dalam menerapkan kedisiplinan pada anak saat di sekolah maupun saat di rumah. Peran guru dan orang tua dilakukan melalui beragam  strategi dan metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kedisiplinan anak usia 4-5 tahun di PAUD ABA Nurul Hidayah PK Surakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Populasi dan sampel penelitian adalah anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 35 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas instrumen penelitian menggunakan validitas isi dan konstruk berupa uji validitas dan reliabilitas instrumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif persentase yaitu untuk mendeskripsikan status variabel kemudian menyajikannya dalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan anak usia 4-5 tahun di PAUD ABA Nurul Hidayah PK Surakarta secara umum termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan data persentase 89,75%.
PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERHADAP PERILAKU SOSIAL PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Tri Winarni; Anayanti Rahmawati; Novita Eka Nurjanah
Early Childhood Education and Development Journal Vol 3, No 3 (2021): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v3i3.101473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi terhadap perilaku sosial pada anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diisi oleh orangtua anak usia 5-6 tahun di Gugus XI Nusa Indah Laweyan Surakarta melibatkan subjek sebanyak 80 anak. Uji regresi linear sederhana digunakan sebagai teknik analisis data dengan bantuan aplikasi SPSS 23 for Windows. Temuan penelitian menunjukkan hasil analisis terhadap uji prasyarat yaitu uji normalitas data berdistribusi normal serta terdapat hubungan linear antar variabel. Perhitungan regresi linear diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan persamaan regresi Y= 47,097 + 1,172X. Analisis uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 6, 655 > t tabel 1, 992 maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi terdapat pengaruh antara variabel kemampuan komunikasi (X) terhadap variabel perilaku sosial (Y) pada anak usia 5-6 tahun sebesar 36,2 %.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MODEL DIRECT INSTRUCTION BERMEDIA FLASHCARD Sinta Dwi Harjanti; Anayanti Rahmawati; Novita Shofiatin Zuhro
Early Childhood Education and Development Journal Vol 2, No 3 (2020): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v2i3.101623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model direct instruction bermedia flashcard terhadap kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di BA Aisyiyah Kepoh Cangkol. Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang karena selama ini model pengajaran hanya menggunakan LKA dan papan tulis. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B BA Aisyiyah Kepoh Cangkol yang berjumlah 16 anak terdiri dari 3 anak laki-laki dan 13 anak perempuan. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan membaca permulaan anak menggunakan model direct instruction bermedia flashcard. Model yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B BA Aisyiyah Kepoh. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil pratindakan anak yang tuntas hanya sebesar 12%, hasil siklus I secara klasikal anak yang tuntas sebesar 31%, dan pada siklus II secara klasikal anak yang tuntas sebesar 75%. Keberhasilan tersebut karena pengaruh penggunaan model direct instruction bermedia flashcard.
UPAYA MENINGKATKAN STORY SEQUENCING SKILL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE Dwi Setiyaningrum; Anayanti Rahmawati; Bambang Winarji
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.117208

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan perkembangan yang sangat penting karena sebagai alat komunikasi di kehidupan sehari-hari. Bahasa juga sebagai alat komunikasi yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan, kata, kalimat, isyarat, bunyi, lambang, dan gambar. Perkembangan bahasa anak dapat distimulus dengan kegiatan story sequencing skill, sehingga penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan story sequencing skill melalui model pembelajaran picture and picture anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan selama 2 siklus, setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis data kualitatf dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketuntasan kegiatan pembelajaran story sequencing skill melalui model pembelajaran picture and picture anak usia 5-6 tahun meningkat dari pra tindakan sebesar 23,52%, siklus I sebesar 58,82%, dan siklus II sebesar 88,23%. Berdasarkan uraian data di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan story sequencing skill anak usia 5-6 tahun.
PENERAPAN KEGIATAN MENGANYAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN Siti Handayani; Anayanti Rahmawati
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.116388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menganyam untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun. Perkembangan motorik halus yang terstimulasi sejak dini membantu anak lebih mudah melakukan aktivitas yang menuntut koordinasi mata dan tangan di kemudian hari. Namun, tidak semua anak mencapai perkembangan tersebut secara optimal. Untuk mengatasi hal ini, peneliti menerapkan kegiatan menganyam sebagai upaya meningkatkan kemampuan motorik halus. Indikator yang dinilai meliputi kemampuan mengkoordinasikan mata dan jari tangan saat memasukkan serta menata kertas anyaman, mengendalikan gerakan tangan dalam menahan ketegangan kertas anyaman, serta melakukan gerak manipulatif untuk menyusun hasil anyaman. Penelitian menggunakan pendekatan tindakan kelas model Kurt Lewin dengan subjek 15 anak usia 4-5 tahun. Sumber data diperoleh dari guru dan anak melalui observasi, wawancara, penilaian unjuk kerja, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Tahapan penelitian perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil pra-tindakan menunjukkan kemampuan motorik halus belum mencapai ketuntasan. Pada siklus I persentase capaian mencapai 47% dan meningkat menjadi 80% pada siklus II. Dengan demikian, kegiatan menganyam terbukti efektif dalam mendukung peningkatan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun.
ANALISIS KEMAMPUAN GERAK DASAR ANAK PADA PEMBELAJARAN ASPEK MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Yarista Lis Pahlevi; Siti Wahyuningsih; Anayanti Rahmawati
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 1 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v4i1.101477

Abstract

Kemampuan gerak dasar adalah gerakan khusus yang berkembang pada masa kanak-kanak meliputi gerak lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif. Keterampilan gerak dasar menjadi bekal bagi anak untuk melakukan keterampilan olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan gerak dasar anak pada pembelajaran aspek motorik kasar anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif survei. Teknik sampling yang digunakan adalah sesuai dengan keputusan kemendikbud dengan rasio 1:15 antara pendidik dan siswa dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian adalah 137 anak dengan usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik uji validitas menggunakan validitas isi dan uji coba dengan taraf signifikansi 5% dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan nilai > 0,6. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif denskriptif dengan bantuan SPPS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan gerak dasar anak pada pembelajaran aspek motorik kasar anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta berada pada kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapan).
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA KOTAK ALFABET PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Wingga Kusumawati; Anjar Fitrianingtyas; Anayanti Rahmawati
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.112876

Abstract

Kemampuan membaca permulan merupakan kemampuan dasar pada aspek bahasa, dengan kemampuan membaca permulaan anak dapat mengenal dan memahami simbol atau bentuk huruf, bunyi huruf sehingga dapat membaca dan merangkai suku kata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media kotak alfabet pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis & McTaggart menggunakan 2 siklus dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan unjuk kerja. Analisis data hasil penelitian ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil akan menunjukkan pada kemampuan membaca permulaan dapat meningkat sesuai dengan capaian indikator yang sudah ditetapkan,  yaitu mengenal bentuk huruf vokal dan huruf konsonan, menggabungkan suku kata menjadi kata, mengelompokkan gambar yang memiliki huruf awalan sama. Peningkatan dibuktikan pada saat pratindakan mendapat 13,4%,pada siklus I menjadi 20%, dan pada siklus II meningkat menjadi 80%. Sehingga, media kotak alfabet terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun.