Siti Wahyuningsih
PGPAUD FKIP UNS

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI LISAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Eva Putri Puspitasari; Siti Wahyuningsih; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 1, No 3 (2019): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v1i3.101445

Abstract

Komunikasi keluarga dan anak adalah memahami apa yang anak-anak rasakan dengan mengatur diri mereka sendiri dan memandang mereka sesuai dengan perspektif anak sehingga anak-anak dapat melacak kesempatan berharga lainnya untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri, salah satunya adalah kemampuan untuk menyampaikan secara lisan atau verbal. Target pada penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga khususnya orang tua dengan kemampuan berkomunikasi lisan anak usia 5-6 tahun. Pearson product moment adalah metode yang dipergunakan pada penelitian ini. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 5-6 tahun di BA Aisyiyah Trangsan 01 yang berjumlah 40 anak beserta orang tuanya masing-masing. Untuk itu peneliti mengambil contoh 36 responden dari BA Aisyiyah Trangsan 01 menggunakan teknik penarikan jumlah sampel berdasarkan tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan uji pearson product moment. Dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 dengan bantuan SPSS 16 for Windows. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif yang signifikan dari pola komunikasi keluarga dengan kemampuan berkomunikasi lisan anak usia 5-6 tahun. Ditunjukan dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,585 dengan nilai signifikansi 0,000. Dengan demikian, peneliti berpendapat bahwa tingkat pola komunikasi keluarga adalah salah satu elemen dalam pengembangan kemampuan berkomuikasi lisan untuk anak-anak berusia 5-6 tahun. Dengan penggunaan pola komunikasi keluarga yang baik antara wali dan anak-anak dengan memiliki pilihan untuk saling bertemu tanpa henti, serta berkoordinasi dengan hal-hal positif akan benar-benarĀ  memperkuat hubungan komunikasi antara wali dan anak dan akan lebih mengembangkan kemampuan berkomunikasi lisan anak-anak.
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR MELALUI LOMPAT KATAK PADA ANAK KELOMPOK A Dini Nafisah Y; Siti Wahyuningsih; Upik Elok Endang Rasmani
Early Childhood Education and Development Journal Vol 1, No 3 (2019): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v1i3.101455

Abstract

Keterampilan motorik kasar merupakan suatu bentuk aktifitas yang melibatkan otot besar seperti gerak dasar lokomotor, non lokomotor serta manipulative. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatan keterampilan motorik kasar dengan gerakan lompat katak pada anak TK Marsudisiwi Surakarta. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian anak A memiliki 10 anak termasuk 4 laki-laki dan 6 perempuan. Sumber penelitian berasal dari guru dan anak-anak. Dalam mengumpulkan data digunakan analisis, observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengujian validitas digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Metode penelitian ini melalui eksperimen berbasis kelas dan model Kemmis dan Taggart dengan cara latihan praktik berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi yang dilakukan dengan rentang waktu dua siklus. Hasil penelitian yang dilakukan pada dua siklus mengembangkan motorik kasar melalui gerakan lompat katak anak kelompok A mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa gerakan lompat katak yang dimainkan, anak dapat mencapai indicator sesuai target yang ditetapkan. Data penelitian yang telah dianalisis menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan perkembangan motorik kasar anak siklus I didapatkan 60% atau setara 6 anak dengan arti sudah terdapat peningkatan namun belum mencapai batas ketuntasan dan siklus II didapatkan 80% atau 8 anak dengan artian terdapat peningkatan dan mencapai batas ketuntasan. Ditinjau dari data yang ditelaah dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan gerakan lompat katak dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar pada anak kelompok A TK Marsudisiwi Surakarta.
ANALISIS KEMAMPUAN GERAK DASAR ANAK PADA PEMBELAJARAN ASPEK MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Yarista Lis Pahlevi; Siti Wahyuningsih; Anayanti Rahmawati
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 1 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v4i1.101477

Abstract

Kemampuan gerak dasar adalah gerakan khusus yang berkembang pada masa kanak-kanak meliputi gerak lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif. Keterampilan gerak dasar menjadi bekal bagi anak untuk melakukan keterampilan olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan gerak dasar anak pada pembelajaran aspek motorik kasar anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif survei. Teknik sampling yang digunakan adalah sesuai dengan keputusan kemendikbud dengan rasio 1:15 antara pendidik dan siswa dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian adalah 137 anak dengan usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik uji validitas menggunakan validitas isi dan uji coba dengan taraf signifikansi 5% dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan nilai > 0,6. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif denskriptif dengan bantuan SPPS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan gerak dasar anak pada pembelajaran aspek motorik kasar anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta berada pada kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapan).