Anjar Fitrianingtyas
PGPAUD FKIP UNS

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAYA INGAT MELALUI PERMAINAN MEMORY GAME PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Mustaqimah Assa'diyah; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.110206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya ingat anak usia 5-6 tahun di salah satu TK Negeri yang Surakarta menggunakan permainan memory game. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek usia 5-6 tahun. Data yang dikumpulkan ialah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penilaian tentang kemampuan daya ingat anak usia 5-6 tahun. Teknik uji validitas dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dengan menggunakan analisis interaktif. Hasil dari penelitian menunjukkan permainan memory game digunakan dalam salah satu kegiatan dalam pembelajaran. Sebelum penggunaan permainan memory game anak-anak mengalami kendala seperti kurang fokus terhadap pembelajaran yang mereka ikuti, anak mengalami kesulitan mengingat pembelajaran dan tidak mampu menjelaskan kembali apa yang telah dijelaskan sebelumnya. Upaya yang dilakukan ialah memaksimalkan penggunaan permainan memory game sebagai bagian dalam meningkatkan kemampuan daya ingat anak usia 5-6 tahun.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN ANAK DAN ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN BICARA ANAK Jeniffer Sukma Novitasari; Nurul Kusuma Dewi; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 2, No 3 (2020): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v2i3.101462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan anak dan orang tua dengan kemampuan bicara anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilaksanakan di TK Aisyiyah Ranting II. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 5-6 tahun Kelas B di TK Aisyiyah Ranting II dengan jumlah sampel 16 anak. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai r sebesar 0,669 dengan nilai signifikansi (0,005) < 0,05 sehingga H0 ditolak H1 diterima artinya “terdapat hubungan antara kelekatan anak dan orang tua dengan kemampuan bicara anak usia 5-6 tahun”. Koefisien korelasi product moment Pearson menghasilkan nilai (+) hal tersebut menunjukka nilai variabel x dan y naik secara bersamaan artinya apabila kelekatan anak dan orang tua tinggi diasumsikan kemampuan bicara anak cenderung berkembang dengan baik, demikian sebaliknnya, apabila kelekatan anak dan orang tua rendah diasumsikan kemampuan bicara anak cenderung berkembang dengan tidak baik.
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI LISAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Eva Putri Puspitasari; Siti Wahyuningsih; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 1, No 3 (2019): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v1i3.101445

Abstract

Komunikasi keluarga dan anak adalah memahami apa yang anak-anak rasakan dengan mengatur diri mereka sendiri dan memandang mereka sesuai dengan perspektif anak sehingga anak-anak dapat melacak kesempatan berharga lainnya untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri, salah satunya adalah kemampuan untuk menyampaikan secara lisan atau verbal. Target pada penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga khususnya orang tua dengan kemampuan berkomunikasi lisan anak usia 5-6 tahun. Pearson product moment adalah metode yang dipergunakan pada penelitian ini. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 5-6 tahun di BA Aisyiyah Trangsan 01 yang berjumlah 40 anak beserta orang tuanya masing-masing. Untuk itu peneliti mengambil contoh 36 responden dari BA Aisyiyah Trangsan 01 menggunakan teknik penarikan jumlah sampel berdasarkan tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan uji pearson product moment. Dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 dengan bantuan SPSS 16 for Windows. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif yang signifikan dari pola komunikasi keluarga dengan kemampuan berkomunikasi lisan anak usia 5-6 tahun. Ditunjukan dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,585 dengan nilai signifikansi 0,000. Dengan demikian, peneliti berpendapat bahwa tingkat pola komunikasi keluarga adalah salah satu elemen dalam pengembangan kemampuan berkomuikasi lisan untuk anak-anak berusia 5-6 tahun. Dengan penggunaan pola komunikasi keluarga yang baik antara wali dan anak-anak dengan memiliki pilihan untuk saling bertemu tanpa henti, serta berkoordinasi dengan hal-hal positif akan benar-benar  memperkuat hubungan komunikasi antara wali dan anak dan akan lebih mengembangkan kemampuan berkomunikasi lisan anak-anak.
PENGARUH SCIENCE ACTIVITIES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Anti Nafisatul Mutsana; Anayanti Rahmawati; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.117205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh science activities untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan desain penelitian one group pre test post test. Populasi penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Kartasura. Sampel yang dipilih adalah 20 anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu tes dan dokumentasi. Validitas instrumen menggunakan teknik analisis pearson product moment. Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan analisis statistik parametrik melalui uji paired sample t-test dengan bantuan SPPS 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan melalui science activities untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak ditunjukkan dari hasil perolehan nilai pretest dan posttest yaitu 23,00 dan 34,25 dengan signifikansi 0,000.
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PAPER MARBLING PADA ANAK KELOMPOK B Miftakhul Khusna Kurniawati; Warananingtyas Palupi; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.102236

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu kemampuan yang pasti dimiliki oleh setiap orang, dimana kemampuan ini perlu ditingkatkan sejak dini. Hanya saja masih banyak Lembaga pendidikan formal yang belum maksimal dalam Upaya peningkatan kreativitas anak usia dini. Berdasarkan observasi awal di salah satu Lembaga pendidikan formal di Kabupaten Sukoharjo di dapatkan data bahwa kreativitas di bidang seni anak usia dini masih belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kreativitas pada anak usia dini dengan menggunakan Teknik Paper Marbling. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart pada kelompok B di TK Desa Sidorejo II. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan dengan 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Hasil yang didapatkan di lapangan menunjukkan bahwa kreativitas anak mengalami peningkatan dari pra siklus sebesar 26.7%, siklus I sebesar 40%, dan siklus II 80%.
HUBUNGAN POLA ASUH CO-PARENTING DENGAN KEJUJURAN PADA ANAK USIA DINI Diza Giani Putri; Jumiatmoko Jumiatmoko; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.117209

Abstract

Kejujuran merupakan salah satu karakter penting yang menjadi fondasi bagi karakter-karakter lainnya dalam kehidupan bermasyarakat yang bermoral ini. Dalam pembentukan karakter kejujuran ini perlu adanya penanaman yang dilakukan oleh orang sekitar anak, khususnya orang tua sebagai orang terdekat anak. Orang tua perlu menanamkan karakter kejujuran melalui penerapan pengasuhan bersama atau pola asuh co-parenting oleh kedua orang tua agar dapat membentuk karakter kejujuran pada anak tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya hubungan pola asuh co-parenting dengan kejujuran pada anak usia 5-6 tahun. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi pearson product moment. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak umur 5-6 tahun di Posyandu Rajawali Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini, yaitu 45 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh orang tua.  Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan uji linearitas dan uji normalitas dengan taraf siginifikansi sebesar 0,044 dan hasil koefisien korelasi sebesar 0,302. Artinya, ada hubungan antara pola asuh co-parenting dengan kejujuran pada anak usia 5-6 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin meningkat penerapan pola asuh co-parenting maka akan semakin meningkat pula kejujuran pada anak usia 5-6 tahun.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA KOTAK ALFABET PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Wingga Kusumawati; Anjar Fitrianingtyas; Anayanti Rahmawati
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.112876

Abstract

Kemampuan membaca permulan merupakan kemampuan dasar pada aspek bahasa, dengan kemampuan membaca permulaan anak dapat mengenal dan memahami simbol atau bentuk huruf, bunyi huruf sehingga dapat membaca dan merangkai suku kata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media kotak alfabet pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis & McTaggart menggunakan 2 siklus dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan unjuk kerja. Analisis data hasil penelitian ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil akan menunjukkan pada kemampuan membaca permulaan dapat meningkat sesuai dengan capaian indikator yang sudah ditetapkan,  yaitu mengenal bentuk huruf vokal dan huruf konsonan, menggabungkan suku kata menjadi kata, mengelompokkan gambar yang memiliki huruf awalan sama. Peningkatan dibuktikan pada saat pratindakan mendapat 13,4%,pada siklus I menjadi 20%, dan pada siklus II meningkat menjadi 80%. Sehingga, media kotak alfabet terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN DECOUPAGE Siti Nur Halizhah; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.107946

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui kegiatan menyenangkan dan bermakna. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan decoupage, yaitu seni menempelkan potongan kertas atau tisu bermotif pada objek tertentu dan dilapisi pernis agar tampak menyatu secara estetis. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 20 anak, sedangkan data diperoleh melalui observasi, wawancara, penilaian unjuk kerja, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan motorik halus dari kondisi awal 30% hingga mencapai 85% pada siklus akhir, melampaui target keberhasilan yang ditetapkan sebesar 75%. Dengan demikian, kegiatan decoupage terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang mampu menstimulasi keterampilan motorik halus anak usia dini.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI PERMAINAN LOMPAT TALI Nyi Khaeriyah; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.116016

Abstract

Masa perkembangan anak usia dini, motorik kasar memberikan peran penting dalam koordinasi tubuh dan perkembangan fisik. Keterampilan motorik kasar di stimulasi melalui aktivitas yang menyenangkan, dengan berfokus pada pengembangan kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi gerakan tubuh. Permainan lompat tali digunakan dalam studi ini untuk membantu mengoptimalkan aspek motorik kasar bagi anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini mengadopsi desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemmis dan McTaggart. Prosedur dilakukan dalam dua siklus, tiap siklusnya mencakup tiga kali pertemuan dan mengikuti empat tahapan sistematis, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. 9 anak dengan usia empat hingga lima tahun digunakan sebagai subjek dalam studi ini, proses pengumpulan data menggunakan tiga metode: dokumentasi, pengamatan, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan 3 indikator yang diukur diantaranya berjalan sesuai garis, melakukan gerakan melompat, dan menendang bola sescara terarah. Hasil tindakan terhadap kemampuan motorik kasar anak menunjukkan peningkatan, dengan tingkat ketuntasan 56% pada siklus I dan 78% pada siklus II, sedangkan hasil penilaian pra-tindakan hanya 22%. Hasil ini berhasil mencapai target indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%. Hal tersebut membuktikan bahwa kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun berhasil ditingkatkan melalui permainan lompat tali.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PERMULAAN MELALUI METODE ROLE PLAYING PADA ANAK Umu Ati’ah; Warananingtyas Palupi; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 3, No 3 (2021): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v3i3.101471

Abstract

Kemampuan matematika permulaan merupakan kemampuan dasar yang akan menjadi bekal dimasa depan, kemampuan ini tidak serta merta melakukan operasional angka (aritmatika) namun lebih kepada penerapan konsep. Tujuan penelitian guna meningkatkan kemampuan matematika permulaan melalui metode pembelajaran role playing pada anak kelompok A1 TK Puntukrejo Ngargoyoso. Dilakukan dengan pendekatan kuantitatif & kualitatif penelitian berjenis Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian berlangsung 6 pertemuan dalam setiap siklus ada 3 pertemuan anak usia 5-6 tahun sebagai subjek penelitian, masing-masing 6 anak perempuan dan laki-laki. Hasil dari penelitian dapat disimpulakan kemampuan matematika permulaan anak dapat ditingkatkan dengan metode role playing. Hasil peningkatan persentase 61% terjadi pada siklus I, persentase 92% pada siklus II