Adriani Rahma Pudyaningtyas
PGPAUD FKIP Universitas Sebelas Maret

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERKEBUN MINI DI LUAR KELAS Faida Rochani; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.116144

Abstract

Penelitian dilakukan berdasarkan hasil observasi di salah satu TK di Surakarta dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun dimana anak mengalami masalah terkait keterampilan motorik halus. Penelitian ini menggunakan kegiatan berkebun mini sebagai cara untuk mengatasi masalah terkait keterampikan motorik halus anak. Berkebun mini merupakan cara yang tepat untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak dikarenakan kegiatan berkebun mini dapat merangsang penyesuaian mata dan tangan. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan lembar observasi, sedangkan data kualitatif menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan analisis komparatif untuk data kuantitatif dan analisis interaktif untuk data kualitatif. Hasil ketuntasan klasikal dari lima indikator yang telah ditetapkan tahap pratindakan yaitu sebesar 13% anak tuntas 87% anak belum tuntas, selanjutnya pada tahap tindakan siklus I hasil ketuntasan klasikal yang diperoleh sebesar 66% anak tuntas 34% anak belum tuntas, dan pada tahap tindakan siklus II hasil ketuntasan klasikal yang diperoleh yaitu 87% anak tuntas 13% belum tuntas. Dari hasil tersebut terbukti bahwa kegiatan berkebun mini dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN ESTAFET Muhammad Ixseas Vriegde; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.108622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas permainan estafet dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 5–6 tahun. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya capaian anak dalam mengenal bentuk dasar, di mana sebagian besar masih menggunakan istilah nonbaku dan mengalami kesulitan mencocokkan bentuk dengan benda konkret. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus, melibatkan 13 anak kelompok B di TK NDM Gambuhan Baluwarti, Surakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan triangulasi teknik serta sumber. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan: ketuntasan klasikal meningkat dari 0% pada pratindakan menjadi 31% pada siklus I, dan mencapai 92% pada siklus II. Peningkatan ini memperlihatkan bahwa permainan estafet mampu menjembatani pemahaman abstrak anak tentang geometri melalui pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi aktivitas fisik dengan stimulasi kognitif merupakan strategi efektif untuk pembelajaran PAUD serta dapat direkomendasikan sebagai alternatif metode inovatif yang mudah diterapkan guru dalam pengenalan konsep dasar matematika.
Strategi Berteman Pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Az Zahro Joyotakan Surakarta Melisa Melisa; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Vera Sholeha
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.103552

Abstract

Masa permulaan merupakan periode penting di mana anak-anak mulai mempelajari berbagai kemampuan dasar, termasuk kemampuan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya. Hubungan pertemanan menjadi sarana utama bagi anak untuk belajar bersosialisasi. Untuk dapat menjalin hubungan pertemanan, anak-anak memerlukan strategi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh anak usia 4-5 tahun dalam menjalin hubungan persahabatan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam terciptanya persahabatan tersebut di RA Az Zahro, Joyotakan, Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga anak berusia 4-5 tahun dan dua orang guru di RA Az Zahro, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menggunakan berbagai strategi alami dalam membangun hubungan pertemanan. Selain itu, ditemukan pula sejumlah faktor yang mendukung dan menghambat proses anak dalam menjalin hubungan sosial dengan teman sebaya.