Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas permainan estafet dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 5–6 tahun. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya capaian anak dalam mengenal bentuk dasar, di mana sebagian besar masih menggunakan istilah nonbaku dan mengalami kesulitan mencocokkan bentuk dengan benda konkret. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus, melibatkan 13 anak kelompok B di TK NDM Gambuhan Baluwarti, Surakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan triangulasi teknik serta sumber. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan: ketuntasan klasikal meningkat dari 0% pada pratindakan menjadi 31% pada siklus I, dan mencapai 92% pada siklus II. Peningkatan ini memperlihatkan bahwa permainan estafet mampu menjembatani pemahaman abstrak anak tentang geometri melalui pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi aktivitas fisik dengan stimulasi kognitif merupakan strategi efektif untuk pembelajaran PAUD serta dapat direkomendasikan sebagai alternatif metode inovatif yang mudah diterapkan guru dalam pengenalan konsep dasar matematika.
Copyrights © 2025