Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Belanja Rakyat Dan Pemulihan Ekonomi Indonesia: Konsumsi Rumah Tangga sebagai Pendorong Kebangkitan Pasca Covid-19 Halimatus Sadiah; Azmal Hali; Zahra Devina Dewi; Valendra Desilva; Muhammad Zhafran Syahputra; Ahmad Setiawan Nuraya
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1503

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk mengkaji peran konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pascapandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 menyebabkan guncangan yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, yang ditandai dengan menurunnya aktivitas ekonomi, konsumsi rumah tangga, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam situasi tersebut, konsumsi rumah tangga kembali memainkan peran strategis sebagai penggerak utama permintaan agregat dan pemulihan ekonomi pascapandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan asosiatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), laporan Bank Indonesia, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan selama periode 2020–2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, analisis kontribusi, analisis komparatif, dan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga meningkat secara konsisten dari Rp8.899,92 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp12.834,79 triliun pada tahun 2025, sementara Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dari Rp15.443,35 triliun menjadi Rp23.821,10 triliun pada periode yang sama. Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi rata-rata sebesar 54,17% terhadap PDB Indonesia, yang menegaskan perannya sebagai pilar utama perekonomian nasional. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9698 dan koefisien regresi sebesar 2,0067. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengeluaran rumah tangga menghasilkan efek pengganda (multiplier effect) yang kuat terhadap output perekonomian nasional. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat, memperkuat kepercayaan konsumen, serta mendorong pengeluaran rumah tangga dapat mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, konsumsi rumah tangga dapat dipandang sebagai penstabil perekonomian sekaligus penggerak utama pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan konsumsi rumah tangga, mengukur kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta mengkaji perannya dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia selama periode 2020–2025.
Analisis Sistem Manajemen Risiko pada Perusahaan Gadai untuk Mendorong Peningkatan Kualitas Pelayanan di Jakarta Tahun 2025 Erlinda Argiyanti; Azmal Hali; Galuh Ratna Manggalih; Halimahtus Sadiah; Savira Damayanti; Ahmad Setiawan Nuraya
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmeb.v6i1.1800

Abstract

The rapid development of Indonesia’s pawnshop industry has increased operational complexity and exposed companies to diverse risks that, if not well managed, may disrupt service quality and business continuity. Although pawnshop institutions are required to adopt structured risk management aligned with Enterprise Risk Management (ERM), many still rely on fragmented practices that depend heavily on managerial judgment. This study aims to analyze the adequacy of the risk management system implemented by a pawnshop company in Jakarta and identify the dominant risks affecting its daily operations. A qualitative descriptive approach was employed, using in-depth interviews with unit leadership, direct observations of service processes, and supporting secondary data such as financial reports and historical collateral trends. Risk identification and assessment were conducted through the ERM framework, using a likelihood impact matrix to classify operational, strategic, financial, and external risks. The results show that several high-risk exposures persist, including counterfeit gold items, appraisal inaccuracies related to digital system errors, cybersecurity threats, credit and auction challenges, and volatility in gold market prices. The findings also reveal that existing mitigation efforts remain partially integrated due to the absence of a dedicated risk management unit. Strengthening internal controls, improving appraisal and digital capabilities, and enhancing cybersecurity preparedness are essential to achieving more consistent service quality and reducing vulnerability to unexpected losses.