Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBANGUN KARAKTER DAN KECAKAPAN BERBAHASA MELALUI LITERASI PAGI BERBASIS PIDATO Nabilla Maharani; Rahmat Sulhan Hardi; Lailatul Jannah; Yulia Komala; Nur Embunsari; Riski Mini Rupiarti; Rudi Setiawan; Yogi Darman Syah; Mansurudin Mansurudin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34912

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tujuan kegiatan literasi pagi berbasis pidato pada siswa tingkat MA adalah untuk meningkatkan kecakapan berbahasa sekaligus membangun karakter siswa melalui pembiasaan berbicara di depan umum. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato ini dilakukan di MA NW Keruak yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara umum, waktu kegiatan dilakukan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dengan melibatkan seluruh siswa secara bergiliran. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato diikuti oleh siswa-siswi dari setiap kelas dengan pendampingan guru sebagai fasilitator. Kegiatan ini didasarkan atas kondisi siswa yang cenderung masih memiliki kepercayaan diri rendah serta keterampilan berbicara yang belum optimal. Guru-guru juga mengalami hambatan dalam menggerakkan siswa untuk aktif dalam kegiatan literasi, khususnya berbicara di depan umum. Padahal, siswa memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa agar terbiasa menyampaikan gagasan secara runtut, percaya diri, dan bertanggung jawab. Hasil evaluasi dari kegiatan ini berupa peningkatan keberanian siswa dalam berbicara, keterampilan menyusun naskah pidato, serta terbentuknya budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kata kunci: Karakter; Kecakapan Bahasa; Literasi Pagi; Pidato. ABSTRACTWrite The purpose of the morning literacy activity based on speeches for high school students is to improve language skills and build character through public speaking practice. This morning literacy activity based on speeches is carried out at MA NW Keruak, located in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. In general, the activity is carried out routinely every morning before classes begin, involving all students in turns. The morning literacy activity based on speeches is attended by students from each class with the assistance of teachers as facilitators. This activity is based on the condition of students who tend to have low self-confidence and suboptimal speaking skills. Teachers also experience obstacles in motivating students to be active in literacy activities, especially speaking in public. In fact, students have enormous potential for development. This activity is expected to encourage students to get used to expressing their ideas coherently, confidently, and responsibly. The evaluation results of this activity show an increase in students' courage in speaking, their speech writing skills, and the formation of a sustainable literacy culture in the school environment. Keywords: Character; Language Profiency; Morning Literacy; Speech.
Pelatihan Merancang Koding Terintegrasi Materi IPA Bagi Guru SD Aisyiyah Mataram Islahudin Islahudin; Haifaturrahmah Haifaturrahmah; Hamzah Hamzah; Riski Mini Rupiarti; Heni Heni; Ririn Arianti
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37757

Abstract

Abstract:  This community service activity involved partner institutions, namely SD Aisyiyah 1 Mataram and SD Aisyiyah 2 Mataram. The objectives of this community service program were: (1) to improve thinking, reading, and writing skills, as well as other required skills (soft skills and hard skills), through the design of coding activities integrated with science subject matter; and (2) to enhance the ability to apply coding within science learning to support school extracurricular activities. The method employed in this community service activity consisted of four stages: (1) the first stage, preparation prior to the implementation of the activity; (2) the second stage, mentoring and training; (3) the third stage, presentation and consultation of coding products resulting from the training; and (4) the fourth stage, implementation of the training outcomes in the classroom learning process. Based on these stages, it can be concluded that: (1) 95% of classroom teachers were able to recognize and understand coding applications based on Scratch; and (2) 95% of classroom teachers were able to design Scratch-based coding integrated with science content, particularly GLB and (GLBB, with learning outcomes improving from a moderate pre-test score (52.4%) to a high post-test score (74.2%).Abstrak: Kegiatan pengabdian ini memiliki mitra yaitu SD Aisyiyah 1 Mataram dan SD Aisyiyah 2 Mataram. Tujuan pengabdian ini yaitu 1) meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan (softskill dan hardskill) melalui perancangan koding terintegrasi materi IPA; 2) meningkatkan kemampuan menerapkan koding ke dalam materi IPA untuk mendukung pembelajaran ektrakurikuler sekolah. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini terdiri dari 4 tahap yaitu 1) tahap pertama: persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan, 2) tahap kedua: pendampingan dan pelatihan, 3) tahap ketiga: presentasi dan konsultasi produk koding hasil pelatihan, tahap 4) tahap keempat: penerapan hasil pelatihan pada proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan tahapan tersebut dapat disimpulkan yaitu 1) 95% guru mampu mengenal aplikasi koding berbasis aplikasi Scratch; 2) 95% guru mampu merancang koding berbasis aplikasi Scratch terintegrasi materi IPA khususnya materi GLB dan GLBB dengan nilai pre-test (52,4%) kategori sedang menjadi meningkat pada nilai pre-test (74,2%) kategori tinggi.