Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Mengurangi Genangan Air di Desa Tarai Bangun, Kabupaten Kampar Faisal Hamid Maka Raja; Daeng Ayub; Azhar; Tri Handoko
Mitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin (MJPMM) Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjpmm.v2.i2.5

Abstract

Genangan air yang sering terjadi di kawasan permukiman disebabkan oleh berkurangnya kemampuan tanah dalam menyerap air hujan akibat meningkatnya pembangunan dan berkurangnya daerah resapan. Kondisi tersebut menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar sehingga diperlukan upaya sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pembuatan lubang resapan biopori sebagai upaya mengurangi genangan air dan mendukung konservasi lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi, sosialisasi, gotong royong, pelatihan, praktik pembuatan lubang resapan biopori, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat RT 003 RW 001 Desa Tarai Bangun dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat lubang resapan biopori, meningkatnya partisipasi masyarakat pada seluruh tahapan kegiatan, serta terbentuknya 25 lubang resapan biopori sebagai upaya konservasi air dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk pengelolaan lingkungan secara mandiri. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat guna mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. 
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI POSTER EDUKASI MANAJEMEN PENDIDIKAN UNTUK MEMPERKUAT TATA KELOLA SEKOLAH DI SMP NEGERI 23 PEKANBARU Faisal Hamid Maka Raja; Daeng Ayub; Azhar Azhar; Basuki Pramono
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.3248-3256

Abstract

Tata kelola sekolah yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, namun masih banyak sekolah yang belum memiliki media edukasi visual yang mampu menyajikan konsep dasar manajemen pendidikan secara ringkas, menarik, dan mudah dipahami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pendampingan implementasi poster edukasi manajemen pendidikan sebagai media informasi dalam memperkuat tata kelola sekolah di SMP Negeri 23 Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang meliputi tahap analisis kebutuhan, pengembangan poster, sosialisasi, penyerahan produk, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara singkat, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa poster edukasi berhasil dikembangkan sesuai kebutuhan mitra, disosialisasikan kepada pihak sekolah, diserahkan secara resmi kepada kepala sekolah, serta diterima dan dimanfaatkan sebagai media edukasi melalui surat keterangan penggunaan produk. Poster kemudian dipasang pada lokasi strategis sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media informasi mengenai fungsi-fungsi manajemen pendidikan. Pendampingan yang dilakukan mendorong keterlibatan aktif mitra serta mendukung penguatan pemahaman mengenai tata kelola sekolah yang efektif. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik pengabdian di bidang pendidikan melalui integrasi media visual dan pendampingan partisipatif sebagai strategi edukasi yang inovatif dan berkelanjutan.
Keterlibatan Perangkat Desa dalam Tata Kelola Perpustakaan Desa: Studi di Desa Sibuak, Kabupaten Kampar Faisal Hamid Maka Raja; Daeng Ayub; Tri Handoko; Wilasari Arien; M. Jais
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.22050

Abstract

Abstract: This study aims to analyze community participation in the management of Sibuak Village Park, Tapung District, Kampar Regency, focusing on forms of community participation, factors influencing participation, the role of the village government, and challenges in park management. The study employed a qualitative approach with a case study design and was conducted over six months in 2026. Fourteen informants were selected purposively, consisting of the village head, village officials, park managers, community leaders, and local park users. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, involving data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that community participation was manifested through collective community service activities (gotong royong), park cleanliness maintenance, utilization of the park as a social interaction space, and involvement in village activities. Participation tended to be more evident when the village government communicated information openly and directly involved community members in activities. Factors influencing participation included community awareness, communication, village leadership, time availability, and perceived benefits. The village government functioned as a facilitator, motivator, and coordinator, while the main challenges included budget limitations, suboptimal coordination, and the absence of a sustainable management mechanism. These findings indicate that sustainable village park management requires an integrated contribution from the village government, community participation, effective communication, and coordination among stakeholders. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Taman Desa Sibuak, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang meliputi bentuk partisipasi masyarakat, faktor yang memengaruhi partisipasi, peran pemerintah desa, serta kendala dalam pengelolaan taman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan pada tahun 2026. Informan dipilih secara purposive sampling dan berjumlah 14 orang, yang terdiri atas kepala desa, perangkat desa, pengelola taman, tokoh masyarakat, serta masyarakat pengguna taman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, pemeliharaan kebersihan, pemanfaatan taman sebagai ruang interaksi sosial, serta keterlibatan dalam kegiatan desa. Partisipasi cenderung lebih terlihat ketika pemerintah desa menyampaikan informasi secara terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan. Faktor yang memengaruhi partisipasi meliputi kesadaran masyarakat, komunikasi, kepemimpinan pemerintah desa, ketersediaan waktu, dan manfaat yang dirasakan. Pemerintah desa berperan sebagai fasilitator, motivator, dan koordinator, sedangkan kendala utama meliputi keterbatasan anggaran, koordinasi yang belum optimal, dan belum adanya mekanisme pengelolaan berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan taman desa memerlukan keterpaduan antara peran pemerintah desa, partisipasi masyarakat, komunikasi, dan koordinasi antarpemangku kepentingan.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Taman Desa: Studi di Desa Sibuak, Kabupaten Kampar Daeng Ayub; Faisal Hamid Maka Raja; Tri Handoko; M. Jais
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.22052

Abstract

Abstract: This study aims to analyze community participation in the management of the village park in Sibuak Village, Tapung District, Kampar Regency, focusing on forms of participation, influencing factors, the role of the village government, and management challenges. This qualitative case study was conducted over six months in 2026. Fourteen informants were selected purposively, consisting of the village head, three village officials, two park managers, two community leaders, and six residents or park users. Data were collected through observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Data credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings show that community participation occurs through gotong royong, park maintenance, use of the park as a social and recreational space, and involvement in village activities. However, participation is not evenly distributed. It is more visible at the implementation and utilization stages, while involvement in planning, decision-making, and evaluation remains limited. Participation is influenced by community awareness, communication, village leadership, time availability, and perceived benefits. The village government acts as a facilitator, motivator, and coordinator, but management remains constrained by limited community awareness, budget, coordination, and the absence of a sustainable management mechanism. The novelty of this study lies in mapping community participation across four stages and relating these stages to collaborative conditions in village park management. The findings are context-specific to one village and should not be generalized without considering differences in local social and institutional conditions. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Taman Desa di Desa Sibuak, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dengan fokus pada bentuk partisipasi, faktor yang memengaruhi partisipasi, peran pemerintah desa, dan kendala pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan dilaksanakan selama enam bulan pada tahun 2026. Sebanyak 14 informan dipilih secara purposive, terdiri atas kepala desa, tiga perangkat desa, dua pengelola taman, dua tokoh masyarakat, dan enam masyarakat atau pengguna taman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat diwujudkan melalui gotong royong, pemeliharaan taman, pemanfaatan taman sebagai ruang sosial dan rekreasi, serta keterlibatan dalam kegiatan desa. Namun, partisipasi belum merata; keterlibatan lebih tampak pada tahap pelaksanaan dan pemanfaatan, sedangkan keterlibatan dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan evaluasi masih terbatas. Partisipasi dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat, komunikasi, kepemimpinan pemerintah desa, ketersediaan waktu, dan manfaat yang dirasakan. Pemerintah desa berperan sebagai fasilitator, motivator, dan koordinator, tetapi pengelolaan masih menghadapi keterbatasan kesadaran, anggaran, koordinasi, dan mekanisme pengelolaan berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan partisipasi dalam empat tahap dan keterkaitannya dengan kondisi kolaboratif dalam pengelolaan taman desa. Temuan terbatas pada konteks satu desa sehingga penerapannya pada desa lain perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan kelembagaan setempat.