Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi dan Komunikasi Interpersonal terhadap Kinerja Guru di SMP Cendana Riau Viony Syafitra; Daeng Ayub Natuna; Muryanti Muryanti; Wilasari Arien; Dian Oktary
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya organisasi dan komunikasi interpersonal baik secara simultan maupun secara partial terhadap kinerja guru. Populasi dari penelitian adalah guru SMP Cendana Pekanbaru dan SMP Cendana Mandau yang berjumlah 34 orang dan semua diteliti (sensus). Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer untuk variabel budaya organisasi dan komunikasi interpersonal yang bersumber dari guru SMP Cendana Riau dengan menggunakan kuisioner dan data sekunder untuk variabel kinerja guru yang bersumber dari Kepala Sekolah SMP Cendana Riau dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan path analisis dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa budaya organisasi dan komunikasi interpersonal berpengaruh terhadap kinerja guru baik secara simultan maupun secara partial
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Guru SMA Swasta di Kecamatan Sail Kota Pekanbaru Wilasari Arien; Dian Oktary; Viony Syafitra; Muryanti Muryanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12574

Abstract

Sekolah memiliki tujuan organisasi yang harus dicapai. Kepala sekolah sebagai penentu arah kebijakan sekolah dan sebagai penggerak di sekolah, harus mampu bekerjasama dengan seluruh stakeholder untuk mencapai tujuan organisasi sekolah tersebut. Pada kondisi nyata di sekolah tidak semua guru bisa mengikuti semua kebijakan yang ada di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi kerja guru swasta di sekolah menengah di Kecamatan Sail Kota Pekanbaru. Populasi penelitian ini terdiri dari 92 orang guru SMA Swasta di Kecamatan Sail Kota Pekanbaru, Riau dan semuanya diteliti. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner kemudian dilakukan analisis regresi berganda. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa budaya organisasi berpengaruh kepada motivasi kerja guru SMAS Kecamatan Sail Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil data mengungkapkan bahwa faktor-faktor determinan, kontribusi dan signifikan, secara bersama-sama terhadap motivasi kerja guru. Motivasi Kerja Guru SMAS Kecamatan Sail Kota Pekanbaru berada pada kategori baik hasil ini harus dipicu melalui peningkatan spirit dan budaya organisasi, baik kepala sekolah terhadap guru maupun antara sesama guru itu sendiri.
Keterampilan Bicara (Speed Delay) pada Anak Dian Oktary; Wilasari Arien; Dwi Indah Ayu Permata; Bunga Hanifah; Nabila Azzahra; Ardilla Rahmawati; Sofhi Indria
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13004

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang keterlambatan bahasa pada anak. Jenis penelitian ini adalah kajian literature review dengan cara mencari referensi kajian teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada banyak penyebab anak mengalami keterlambatan bicara (speech delay). Ada yang berasal dari internal, ada juga yang berasal dari eksternal anak. Alasan yang paling umum ditemui yang menjadi penyebab anak mengalami keterlambatan bicara (speech delay) adalah kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua. Meski ada banyak juga penanganan ataupun terapi yang dapat dilakukan untuk menangani kasus keterlambatan bicara (speech delay) pada anak, diharapkan orang tua dapat mengoptimalkan perannya untuk berkomunikasi dengan anak sehingga anak dapat mengeskpresikan maksudnya melalui kata-kata dan menambah penguasaan bahasa anak.
Kohesivitas Kelompok Warga Belajar Paket B di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekanbaru Adinda Putri Dwifani; Wilson Wilson; Wilasari Arien
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2822

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan kohesivitas kelompok warga belajar Paket B di SKB Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan kepada 3 informan inti dan 2 informan kunci. Diperoleh hasil bahwa kohesivitas kelompok warga belajar Paket B di SKB Kota Pekanbaru pertama, motivasi kelompok diketahui bahwa warga belajar Paket B memiliki motivasi kelompok ditunjukkan dengan mereka memiliki rasa kemauan untuk belajar bersama di dalam kelompok belajarnya tanpa disuruh. Kedua daya tarik, diketahui bahwa warga belajar Paket B memiliki daya tarik ditunjukkan dengan mereka mau ikut berkontribusi di dalam kelompoknya. Ketiga dari komitmen tinggi, diketahui bahwa warga belajar Paket B memiliki komitmen tinggi ditunjukkan dengan mereka memiliki ketetapan yang telah disetujui secara bersama dan mereka telah memenuhi aturan. Terakhir solidaritas, diketahui bahwa warga belajar Paket B memiliki solidaritas ditunjukkan dengan mereka saling menjaga keharmonisan dengan menghargai perbedaan usia, latar belakang serta merasa saling percaya.
The Role of Riau Malay Culture-Based Ethnoscience on the Character Formation of Elementary School Students Viony Syafitra; Wilasari Arien; Lutfiana Arbiah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8516

Abstract

Character education is a foundational aspect of elementary education, particularly when aligned with local cultural values. Ethnoscience, as a form of traditional knowledge rooted in local wisdom, offers potential for contextualizing moral and social learning. This study explores how Riau Malay culture-based ethnoscience contributes to the character formation of elementary school students. This qualitative research was conducted over six months (January–June 2025) at an elementary school in West Maredan Village, Perawang. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with school principals, teachers, and 36 students from grades IV to VI, as well as documentation of learning processes. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model. Findings reveal that integrating Riau Malay ethnoscience—through folklore, proverbs, local practices, and environmental customs—effectively supports the development of students’ religiosity, responsibility, social care, and ecological awareness. Observable changes included increased participation in collective prayers (from 60% to 88%), mutual cooperation (45% to 78%), and proper waste sorting (40% to 75%). The integration of ethnoscience into classroom activities contextualizes character education and bridges academic learning with students’ lived cultural experiences. This model aligns with the Pancasila Student Profile and demonstrates that cultural-based learning can foster sustainable character development in early education.
Kompensasi dan Kepuasan Kerja Karyawan Perempuan pada Industri Perkebunan Kelapa Sawit: Bukti Empiris dari PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Tabita Jultia Abella; Muhammad Jais; Wilasari Arien
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19226

Abstract

Abstract: Job satisfaction is an important indicator of sustainable employment relationships, particularly in the plantation industry, which is characterized by operational work, diverse employment arrangements, and high productivity demands. This study examined the level of compensation, the level of job satisfaction, and the effect of compensation on the job satisfaction of female employees at PT Ivomas Tunggal Sei Rokan, Siak Regency, Indonesia. A quantitative survey design was employed. The population consisted of 140 female employees, and 104 respondents were selected using the Slovin formula at a 5% margin of error. Data were collected through a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability and were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression in SPSS version 26. The findings show that compensation was rated high, with a mean score of 3.92, while job satisfaction was also rated high, with a mean score of 3.93. Compensation had a strong positive correlation with job satisfaction (r=0.734, p<0.001). The regression equation was Y=1.038+0.737X, with t=10.921 and p<0.001. The coefficient of determination (R²=0.539) indicates that compensation explained 53.9% of the variance in job satisfaction, whereas the remaining 46.1% was attributable to factors outside the model. These findings highlight the importance of fair, transparent, and comprehensive financial and non-financial compensation systems in strengthening female employees’ job satisfaction. Abstrak: Kepuasan kerja merupakan indikator penting bagi keberlanjutan hubungan kerja, khususnya pada industri perkebunan yang memiliki karakteristik pekerjaan operasional, struktur ketenagakerjaan beragam, dan tuntutan produktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kompensasi, tingkat kepuasan kerja, serta pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan perempuan PT Ivomas Tunggal Sei Rokan, Kabupaten Siak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 140 karyawan perempuan dan sampel sebanyak 104 responden ditentukan dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana dengan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,92, sedangkan kepuasan kerja juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,93. Kompensasi memiliki hubungan positif yang kuat dengan kepuasan kerja (r=0,734, p<0,001). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y=1,038+0,737X, dengan nilai t=10,921 dan p<0,001. Nilai R² sebesar 0,539 menunjukkan bahwa kompensasi menjelaskan 53,9% variasi kepuasan kerja, sedangkan 46,1% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya sistem kompensasi yang adil, transparan, dan mencakup unsur finansial maupun nonfinansial untuk memperkuat kepuasan kerja karyawan perempuan.
Social Support and Academic Burnout among University Students Living in an Islamic Boarding School in Pekanbaru, Indonesia Ainun Salsya Agfirlila; Muhammad Jais; Wilasari Arien
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20207

Abstract

University students who live in Islamic boarding schools simultaneously face academic demands and structured religious-residential obligations, which may increase vulnerability to academic burnout. This study examined the level of perceived social support and academic burnout and tested whether social support was associated with lower academic burnout among university santri at the Miftahul Huda Student Islamic Boarding School in Pekanbaru, Indonesia. A quantitative ex post facto, cross-sectional design was used. From a population of 135 students, 101 respondents were selected through simple random sampling. Data were collected between October 2025 and January 2026 using researcher-developed five-point questionnaires. Following a 30-person pilot test, the social-support instrument retained 39 items and the academic-burnout instrument retained 37 items; both showed very high internal consistency (Cronbach’s alpha = .988). Perceived social support had a mean score of 3.33, whereas academic burnout had a mean score of 3.78. Emotional support was the highest-rated support dimension (M = 3.36), while low academic self-confidence was the highest burnout indicator (M = 3.80). Simple linear regression showed that social support was negatively associated with academic burnout (B = -1.300, SE = .225, t = -5.767, p < .001), explaining 25.1% of the variance in burnout (R² = .251; adjusted R² = .244). The findings indicate that social support is a meaningful protective resource but is insufficient on its own; prevention strategies should also address workload, time management, self-efficacy, recovery, and coordination between academic and boarding-school responsibilities.
Analisis Deskriptif Efektivitas Program Keluarga Harapan bagi Masyarakat Miskin di Desa Bangko Bakti Kabupaten Rokan Hilir Eliza; Daeng Ayub; Wilasari Arien
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20212

Abstract

Abstract: This study aims to describe the effectiveness of the Family Hope Program in supporting poor communities in Bangko Bakti Village, Rokan Hilir Regency. This research is important because the number of poor residents in Bangko Bakti Village increased from 192 people in 2021 to 875 people in 2023, while the number of Family Hope Program beneficiaries was only 153 households. This condition indicates the need to evaluate the effectiveness of this conditional social assistance program at the village level. This study employed a descriptive quantitative approach. The population consisted of 153 Family Hope Program beneficiaries, and 111 respondents were selected using the Slovin formula with a 5% margin of error. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The research instrument was developed based on five effectiveness indicators: program understanding, target accuracy, timeliness, goal achievement, and real changes. The instrument validity test showed that 42 out of 50 items were valid, while the reliability test produced a Cronbach’s Alpha value of 0.921, indicating very high reliability. The data were analyzed using descriptive statistics, including mean scores, standard deviation, and frequency distribution. The results show that the effectiveness of the Family Hope Program is categorized as effective, with an overall mean score of 3.88. Target accuracy obtained the highest score of 3.97, while real changes obtained the lowest score of 3.64. These findings indicate that the program has been effective in procedural aspects, particularly in reaching eligible beneficiaries and supporting access to basic needs. However, its impact on improving household economic independence remains limited. Therefore, the Family Hope Program needs to be strengthened through integration with economic empowerment programs to create more sustainable welfare outcomes. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas Program Keluarga Harapan bagi masyarakat miskin di Desa Bangko Bakti, Kabupaten Rokan Hilir. Kajian ini penting dilakukan karena jumlah penduduk miskin di Desa Bangko Bakti meningkat dari 192 orang pada 2021 menjadi 875 orang pada 2023, sementara jumlah penerima Program Keluarga Harapan hanya 153 keluarga penerima manfaat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk menilai sejauh mana program bantuan sosial bersyarat ini berjalan efektif pada tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah 153 penerima Program Keluarga Harapan, dengan sampel sebanyak 111 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan lima indikator efektivitas, yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil uji instrumen menunjukkan 42 butir valid dari 50 butir yang diuji, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,921. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, standar deviasi, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Program Keluarga Harapan berada pada kategori efektif dengan nilai rata-rata 3,88. Indikator tertinggi adalah ketepatan sasaran dengan nilai 3,97, sedangkan indikator terendah adalah perubahan nyata dengan nilai 3,64. Temuan ini menunjukkan bahwa Program Keluarga Harapan telah efektif secara prosedural dalam menjangkau penerima, meningkatkan pemahaman program, dan mendukung akses kebutuhan dasar, tetapi dampaknya terhadap perubahan ekonomi keluarga masih terbatas. Oleh karena itu, Program Keluarga Harapan perlu diperkuat melalui integrasi dengan program pemberdayaan ekonomi agar manfaatnya lebih berkelanjutan.
Keterlibatan Perangkat Desa dalam Tata Kelola Perpustakaan Desa: Studi di Desa Sibuak, Kabupaten Kampar Faisal Hamid Maka Raja; Daeng Ayub; Tri Handoko; Wilasari Arien; M. Jais
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.22050

Abstract

Abstract: This study aims to analyze community participation in the management of Sibuak Village Park, Tapung District, Kampar Regency, focusing on forms of community participation, factors influencing participation, the role of the village government, and challenges in park management. The study employed a qualitative approach with a case study design and was conducted over six months in 2026. Fourteen informants were selected purposively, consisting of the village head, village officials, park managers, community leaders, and local park users. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, involving data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that community participation was manifested through collective community service activities (gotong royong), park cleanliness maintenance, utilization of the park as a social interaction space, and involvement in village activities. Participation tended to be more evident when the village government communicated information openly and directly involved community members in activities. Factors influencing participation included community awareness, communication, village leadership, time availability, and perceived benefits. The village government functioned as a facilitator, motivator, and coordinator, while the main challenges included budget limitations, suboptimal coordination, and the absence of a sustainable management mechanism. These findings indicate that sustainable village park management requires an integrated contribution from the village government, community participation, effective communication, and coordination among stakeholders. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Taman Desa Sibuak, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang meliputi bentuk partisipasi masyarakat, faktor yang memengaruhi partisipasi, peran pemerintah desa, serta kendala dalam pengelolaan taman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan pada tahun 2026. Informan dipilih secara purposive sampling dan berjumlah 14 orang, yang terdiri atas kepala desa, perangkat desa, pengelola taman, tokoh masyarakat, serta masyarakat pengguna taman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, pemeliharaan kebersihan, pemanfaatan taman sebagai ruang interaksi sosial, serta keterlibatan dalam kegiatan desa. Partisipasi cenderung lebih terlihat ketika pemerintah desa menyampaikan informasi secara terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan. Faktor yang memengaruhi partisipasi meliputi kesadaran masyarakat, komunikasi, kepemimpinan pemerintah desa, ketersediaan waktu, dan manfaat yang dirasakan. Pemerintah desa berperan sebagai fasilitator, motivator, dan koordinator, sedangkan kendala utama meliputi keterbatasan anggaran, koordinasi yang belum optimal, dan belum adanya mekanisme pengelolaan berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan taman desa memerlukan keterpaduan antara peran pemerintah desa, partisipasi masyarakat, komunikasi, dan koordinasi antarpemangku kepentingan.