Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Olah Tubuh Guna Peningkatan Kualitas Kepenarian Nandhang Wisnu Pamenang; Mauritius Tamdaru Kusumo; Much. Cholid; Aminudin Aminudin; Aldio Hergita Aditya Putra
Abdi Seni Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana pelatihan olah tubuh memengaruhi transformasi pengalaman tubuh dan peningkatan kualitas kepenarian penari dari perspektif kualitatif. Berbeda dengan pendekatan kuantitatif, fokus penelitian ini adalah pada pemaknaan subjektif penari terhadap perubahan fisik, mental, dan artistik yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus atau fenomenologi, melibatkan sejumlah kecil penari sebagai partisipan kunci. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam sebelum, selama, dan setelah periode pelatihan; observasi partisipatif terhadap proses latihan; dan analisis deskriptif terhadap video penampilan. Fokus wawancara diarahkan pada pengalaman penari mengenai kontrol tubuh, kesadaran gerak, penghayatan emosi, dan kemampuan mereka dalam menginterpretasikan koreografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan olah tubuh memicu perubahan mendasar, yaitu terjadi internalisasi kesadaran kinestetik yang lebih tinggi. Peningkatan kontrol fisik seperti rentang gerak yang diterjemahkan penari sebagai kebebasan ekspresif yang baru, di mana energi yang sebelumnya dihabiskan untuk mengatasi keterbatasan fisik kini dialihkan sepenuhnya untuk penjiwaan dan komunikasi artistik. Secara kolektif, pelatihan ini menghasilkan peningkatan kualitas kepenarian yang diinterpretasikan sebagai kedalaman emosional, kejelasan intensi, dan kematangan artistik yang tidak dapat diukur secara numerik, melainkan melalui interpretasi tekstual dan kontekstual. Disimpulkan bahwa olah tubuh adalah katalisator utama dalam proses otentikasi dan pendalaman ekspresi penari. Kata kunci: Olah Tubuh, Kualitas Kepenarian, Kesadaran Kinestetik, Ekspresi, kualitatif
Tari Kleting Sumandhing In Sanggar Andhe Andhe Lumut Alysa Yasmin; Aminudin Aminudin; Suharji Suharji; Anggono Kusumo Wibowo
Acintya Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the form and creative process of creating the Tari Kleting Sumandhing. The method used in this study is descriptive qualitative research through observational data collection, interviews, and literature studies. The result of this research is the form of the Sumandhing Kleting Dance which consists of movement, dancers, makeup, and clothing, floor patterns, accompaniment music and staging venues. So that the dance form finds beautiful choreography and can be felt by the five senses. Meanwhile, the creative process is the process of thinking in creating, expressing, and creating the visuals of the Tari Kleting Sumandhing. This creative process involves deep exploration to translate values into symbolic forms of movement. The visualization of this symbol is expressed by thinking creatively as a process of imagining combining feelings and movements to find the expression of the character or figure of Kleting Kuning.
Seni Pertunjukan Sebagai Medium Reintegrasi: Refleksi Program Pelatihan Tari di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta Maharani Luthvinda Dewi; Aminudin Aminudin; Renaldi Lestianto Utomo Putro Putro
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v5i1.6069

Abstract

Pelatihan seni pertunjukan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta merupakan bagian dari upaya reintegrasi sosial yang mengedepankan pendekatan seni sebagai medium pembinaan warga binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, dan ekspresi positif melalui pelatihan seni pertunjukan yang terstruktur. Melalui metode kolektif partisipatif para peserta pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan artistik, tetapi juga mengalami proses refleksi diri dan pemulihan psikososial. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan: (1) penjajakan minat; (2) pelatihan intensif olah tubuh dan teknik dasar kepenarian; (3) persiapan pementasan; dan (4) pementasan akhir. Hasil dari pelatihan ini menujukkan bahwa pelatihan seni pertunjukan mampu digunakan sebagai sarana membangun kepercayaan diri bagi warga binaan, mengungkapkan emosi, memperkuat identitas positif, serta menumbuhkan harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah masa tahanan. Program ini diharapkan menjadi contoh konkret bagaiamana pelatihan seni dapat berperan sebagai sarana efektif dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan.