Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN LITERATUR: INVENTARISASI DAN PENGGUNAAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI INDONESIA Adinda Syaharani Syam; Nazwa Oktavia Ramadhani; Iin Inayah; Eni Nuraeni
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6814

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, di mana kurang lebih 3.500 spesies flora dilaporkan berpotensi sebagai tanaman obat. Namun, pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan tumbuhan obat (etnobotani) berisiko hilang akibat minimnya dokumentasi sistematis serta ancaman kerusakan habitat. Penelitian ini bertujuan merangkum dan menganalisis hasil inventarisasi tumbuhan obat dari beragam daerah di Indonesia melalui kajian literatur sistematis (Systematic Literature Review) terhadap sepuluh artikel ilmiah. Hasil analisis data sekunder menunjukkan keragaman yang tinggi, dengan total lebih dari 365 spesies terdokumentasi, yang tertinggi dijumpai pada Suku Dayak Lundayeh (90 spesies). Famili Zingiberaceae, Euphorbiaceae, dan Fabaceae merupakan kelompok dominan. Bagian tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan adalah daun, diikuti oleh rimpang (khususnya untuk Zingiberaceae). Penggunaan utamanya adalah untuk mengobati penyakit internal ringan, dengan kategori keluhan yang paling sering ditangani adalah demam/sakit kepala dan gangguan pencernaan. Pola pemanfaatan ini mencerminkan integrasi ketersediaan sumber daya, pengetahuan turun-temurun, dan efektivitas terapeutik yang teruji. Inventarisasi sistematis sangat penting untuk konservasi hayati dan pengembangan fitofarmaka di masa depan.
Kajian Pustaka: Optimalisasi Limbah Cangkang Telur sebagai Pupuk Organik pada Tumbuhan Hortikultura Adinda Syaharani Syam
Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas
Publisher : STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jupiter-sta.v5i1.111

Abstract

Sektor hortikultura di Indonesia menghadapi tantangan degradasi kualitas lahan akibat penggunaan pupuk kimia sintetis yang intensif1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi limbah cangkang telur sebagai strategi pemupukan berkelanjutan melalui tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan naratif-komparatif. Data dikumpulkan dari 20 artikel ilmiah yang difokuskan pada efektivitas tepung cangkang telur dan Pupuk Organik Cair (POC) dalam meningkatkan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa aplikasi cangkang telur mampu meningkatkan pH tanah masam secara signifikan ke rentang optimal 6,0-6,5 melalui pelepasan kalsium karbonat. Selain itu, respons pertumbuhan vegetatif pada berbagai tanaman hortikultura (seperti cabai, bawang merah, dan jagung manis) menunjukkan peningkatan parameter tinggi dan jumlah daun pada kisaran 48-59%5. Kajian ini merekomendasikan dosis optimal tepung cangkang telur sebesar 10-25 g/tanaman atau POC dengan konsentrasi 15-25% untuk mencapai efisiensi agronomis yang maksimal6666. Optimalisasi limbah ini tidak hanya memulihkan kesehatan tanah tetapi juga mengurangi biaya input produksi dan dampak polusi lingkungan