p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan BSI
erna irawan
universitas ARS

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Posyandyu Wilayah UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung SAPARINGGA DASTI PUTRI; sri Hayati; Alika Aropa Romadan; hudzaifah al fatih fatih; erna irawan
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/3yyj0123

Abstract

  Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kunjungan balita ke Posyandu di UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 83 ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan dan dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (42,2%) Kesimpulan:  sebagian besar pengetahuan ibu termasuk cukup dengan kunjungan balita ke posyandu di UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Pengetahuan yang lebih baik mendorong ibu untuk lebih rutin membawa balitanya ke posyandu. Posyandu (Integrated Health Post) is a community-based health effort that plays an important role in monitoring the growth and development of toddlers. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge and toddler visits to Posyandu at UPTD Puskesmas Babakan Sari, Bandung City. This research used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 83 mothers with toddlers aged 12–59 months, selected using total sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with the Spearman Rank correlation test. Results: The findings showed that most mothers had a moderate level of knowledge (42.2%), and the majority of toddler visits to Posyandu were categorized as routine. Statistical analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge and toddler visits to Posyandu (p-value < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between maternal knowledge and toddler visits to Posyandu at UPTD Puskesmas Babakan Sari, Bandung City. Mothers with better knowledge tend to bring their toddlers to Posyandu more regularly.
Gambaran Keaktifan Kader Di Posyandu Wilayah UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung Hera Wahyuni Hera; tita puspita ningrum; erna irawan; anggi saputra; dede rosdiana
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jpg8k658

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk mewujudukan tercapainya kemampuan hidup sehat bagi masyarakat, keberlangsungan kegiatan posyandu sangat bergantung pada partisipasi aktif dari kader Posyandu sebagai pelaksana utama. Banyak faktor yang mempengaruhi keaktifan seorang kader posyandu, salah satunya adalah dukungan keluarga yaitu dukungan yang paling diharapkan dalam memberikan motivasi yang kuat khususnya bagi seorang kader dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang kader posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan Dukungan Keluarga kader dengan keaktifan kader posyandu di wilayah UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden (86.4%) atau 76 orang dapat dikategorikan sebagai kader yang aktif. Kader posyandu diharapkan untuk terus meningkatkan dedikasi dan keaktifan dalam menjalankan tugas-tugas di posyandu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mungkin lebih berpengaruh terhadap keaktifan kader posyandu.
Gambaran Kunjungan Balita di Posyandu Wilayah UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung Umi Khasanah; Mery tania; sri Hayati; ERNA IRAWAN
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/2exnrt05

Abstract

Posyandu merupakan bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran strategis dalam upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkesinambungan. Melalui kegiatan Posyandu, balita dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar seperti penimbangan berat badan, pemantauan status gizi, imunisasi, serta edukasi kesehatan bagi ibu. Namun demikian, cakupan kunjungan balita ke Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung, yaitu sebesar 85%. Data menunjukkan bahwa capaian kunjungan balita hanya mencapai 60,22%, sehingga masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara target dan realisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kunjungan balita ke Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 83 ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita, yaitu 66,3% atau sebanyak 55 balita, melakukan kunjungan ke Posyandu secara rutin, sedangkan 33,7% atau 28 balita masih belum melakukan kunjungan secara rutin. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas balita telah memanfaatkan layanan Posyandu, masih diperlukan upaya peningkatan untuk mencapai target kunjungan yang optimal.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA KEPADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 UNTUK MELAKUKAN KONTROL RUTIN DI PUSKESMAS SERANG KOTA Hilman Mulyana; ERNA IRAWAN; Rony Suhada Firmansyah; evi nurjannah
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/sfsqx541

Abstract

Latar Belakang: Penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 yang tidak melakukan kontrol rutin dapat menyebabkan banyak komplikasi kronis seperti kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan amputasi kaki diabetik. Dukungan keluarga seperti dukungan emosional, instrumental, dan informasional sangat penting untuk tetap memotivasi penderita mengikuti pengobatan DM tipe 2, melakukan kontrol rutin pada tenaga kesehatan profesional sehingga dapat mencegah komplikasi jangka panjang dan jangka pendek didukung dengan kerja sama yang kuat antara penderita, tenaga kesehatan, dan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Serang Kota. Metode: Desain penelitian ini  adalah descriptive correlational pendekatan cross-sectional. Poulasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota sebanyak 143 orang yang didapatkan dari Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian yaitu variable independent dukungan keluarga dan variable dependen kapatuhan kontrol rutin. Data diambil melalui penyebaran instrument berupa kuesioner dukungan keluarga dab data sekunder dari puskesmas berupa frekuensi kunjungan ke puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan signifikan ? > 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (65%) responden melaporkan kurangnya dukungan keluarga dan 100 (69.9%) responden kurang patuh dalam melakukan kontrol rutin. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota dengan ?-value = 0,000 (<0,05). Saran: Diharapkan pihak Puskesmas melakukan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien DM tipe 2, sehingga diharapkan dengan dukungan keluarga yang baik akan dapat menghindari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien Diabetes melitus.