Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Literasi Hukum Masyarakat Desa Igirmranak Melalui Sosialisasi Bahaya Judi Online, Narkoba, dan Tata Cara Berperkara di Pengadilan Hermawan; Arif Sofyan; Ahmad Mirza Alfa Khusni; Farkhatus Sakila; Ika Norma Nafisa; Nuriana Hifzha Syiva
Servis : Jurnal Pengabdian dan Layanan kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV. Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/servis.v4i1.157

Abstract

Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini berfokus pada peningkatan literasi hukum masyarakat Desa Igirmranak, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, terkait isu krusial judi online, narkoba, dan pemahaman tata cara berperkara di pengadilan. Fenomena maraknya judi online dan penyalahgunaan narkoba di berbagai lapisan masyarakat, serta minimnya pemahaman hukum yang komprehensif menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini (Republik Indonesia, 2008; Republik Indonesia, 2009). Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 9,Agustus 2025 dengan melibatkan 50 masyarakat Desa Igirmranak sebagai peserta. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama: Bapak AKP Abror kanit provost Aiptu irawan , Kapolsek Kejajar, dan Bapak Khoirul Anwar, S.H.,M.H , perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UNSIQ. Metode pelaksanaan meliputi presentasi materi yang komprehensif, sesi tanya jawab interaktif, dan diskusi terbuka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai dampak negatif judi online dan narkoba, serta memberikan gambaran jelas mengenai alur dan prosedur berperkara di pengadilan (Republik Indonesia, 1981). Tingginya antusiasme peserta, yang terwujud dalam banyaknya pertanyaan yang diajukan, mengindikasikan keberhasilan program ini dalam menyentuh kebutuhan informasi masyarakat. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi hukum masyarakat Desa Igirmranak. Disarankan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendorong pembentukan kelompok sadar hukum di masyarakat.
VISUM ET REPERTUM PADA TAHAP PENYIDIKAN DALAM TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN (Studi di Kepolisian Resor Wonosobo) Nuriana Hifzha Syiva; Linda Ikawati
Transformasi Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): TRANSFORMASI HUKUM : Jurnal Studi Ilmu Hukum
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syari'ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/damccr42

Abstract

Tindak pidana pemerkosaan merupakan kejahatan serius yang sering menghadapi kendala pembuktian karena minimnya saksi mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan, fungsi, dan kedudukan Visum et Repertum pada tahap penyidikan tindak pidana pemerkosaan di Polres Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Wonosobo serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Visum et Repertum berfungsi vital sebagai alat bukti permulaan dan petunjuk arah penyidikan (guiding evidence) untuk mengungkap kebenaran materiil. Pelaksanaan visum di Polres Wonosobo berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku, dimulai dari laporan polisi hingga penerbitan surat permintaan ke fasilitas medis. Namun, terdapat hambatan signifikan berupa keterlambatan pelaporan dan penolakan korban akibat trauma psikologis, yang berdampak pada degradasi bukti fisik. Disimpulkan bahwa Visum et Repertum memiliki kedudukan strategis sebagai alat bukti surat dan keterangan ahli yang sah menurut KUHAP untuk memperkuat keterangan korban dan menjamin kepastian hukum, meskipun efektivitasnya sangat bergantung pada kecepatan pelaporan dan sinergi antar instansi penegak hukum.