Ade Reza Haryadi
Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Terapi Relaksasi Genggam Jari dan Napas Dalam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Ade Reza Haryadi; Universitas Hang Tuah Pekanbaru
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.996

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia diatas 60 tahun yang rentan mengalami berbagai perubahan fisiologis, termasuk penurunan elastisitas pembuluh darah yang berdampak pada peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada lansia, dengan nilai tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. pengelolaan hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis dan non farmakologis. Salah satu bentuk intervensi non farmakologis yang mudah diterapkan dan berdampak positif adalah terapi relaksasi genggam jari, yaitu gerakan ringan dengan gerakan lambat dan terkontrol. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus pendekatan asuhan keperawatan pada 2 lansia dengan riwayat hipertensi di UPT PSTW Husnul Khotimah Dinas Sosial Provinsi Riau. Intervensi yang diberikan adalah terapi relaksasi genggam jari secara rutin selama 2 kali sehari, setiap pagi dan sore selama 3 hari berturut - turut dengan durasi 30 menit setiap sesi. Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah penerapan terapi relaksasi genggam jari dan napas dalam, dilaksanakan secara teratur di dapatkan hasil preetest pada Tn.H yaitu 150/90 mmHg dan hasil postest yaitu 128/80 mmHg, dan pada Tn.S di dapatkan hasil preetest yaitu 151/90 mmHg dan pada postest di dapatkan hasil 135/80 mmHg. Terapi ini terbukti dapat meningkatkan relaksasi, sirkulasi darah, serta dapat menurunkan tekanan darah secara bertahap. Oleh karena itu, terapi relaksasi genggam jari dan napas dalam direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan non farmakologis untuk mengontrol hipertensi pada lansia.
Hubungan Persepsi Terhadap Sikap Remaja Tentang Perilaku Merokok Ade Reza Haryadi; Eka Wisanti; Mike Ayu Wulandari
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1045

Abstract

Data survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tingkat awal merokok diperoleh dari usia 10-13 tahun dengan persentase 0,7%, usia 14-17 tahun mencapai (11,1%), dan usia 18-20 tahun sebesar (24,6%). Merokok berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk pada sistem kardiovaskular, kerusakan pada otak, penyakit diarea mulut dan tenggorokan, gangguan pada paru-paru, penyakit lambung, kerapuhan pada tulang, masalah reproduksi, serta isu psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi perilaku merokok terhadap sikap remaja tentang perilaku merokok pada siswa/i SMP Negeri 25 Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat, menggunakan uji Chi-Square. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner persepsi dan kuesioner sikap (Smoking Attitude Scale). Hasil penelitian univariat pada karakteristik responden yaitu jenis kelamin laki-laki 160 (76,9%), Usia 13,16 tahun, Usia pertama kali merokok 11,33 tahun, Perilaku merokok mayoritas pada ayah 156 (75,0%), teman sebaya 184 (88,5%), iklan rokok 180 (86,5%), persepsi positif 91 (43,8%), persepsi negatif 117 (56,3%), sikap negatif 124 (59,6%), sikap positif 84 (40,4%). Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dengan sikap remaja tentang perilaku merokok dengan nilai signifikansi p = 0,000 (α = 0,05), dan nilai or = 0,527. Penelitian ini diharapkan adanya pemeriksaan skrining kesehatan terutama terhadap siswa di sekolah, serta adanya upaya pencegahan dan pengurangan angka merokok dan dampak buruk akibat merokok terhadap remaja.