Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Karakteristik dan Pengetahuan Seks Pranikah pada Remaja Mike Ayu Wulandari; Rizanda Machmud; Agus Sri Banowo
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i4.1463

Abstract

Seks pranikah pada remaja sudah sampai pada tingkat yang menghkawatirkan di kota-kota besar di Indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan perilaku seks pranikah yaitu faktor pengetahuan, dukungan sosial dan keluarga, religiusitas, teknologi dan nilai budaya. Seks pranikah terjadi pada berbagai suku, agama dan kebudayaan. Minang merupakan suku yang berfalsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Atau adat yang didasarkan /ditopang oleh syariat agama islam Agama islam dalam kitabnya mengharamkan kegiatan zina. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMA N Kota Bukittingi. Metode: metode penelitian menggunakan metode cross sectional dan sampel pada penelitian ini 147 remaja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data diuji dengan Chi-Square (α<0,05). Hasil uji univariat karakteristik remaja sebagian besar remaja berumur 16 tahun 49.0 % dan 17 tahun (27.9%), jenis kelamin responden adalah perempuan (58.5%), umur pertama memiliki pacar pada umur 14 tahun (29.9%), pengetahuan responden baik (63.3%), perilaku responden yang tidak menyimpang (53.74%). Hasil uji statistic analisis pengetahuan yang baik berperilaku tidak menyimpang sebanyak 40.1%. Hasil uji statistic diperoleh nilai p=.464 maka, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di ranah minang.
Pendidikan Kesehatan Stigma Gangguan Jiwa dan Upaya Destigmatisasinya di Wilayah Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Sekani Niriyah; Dewi Kurnia Putri; Eka Wisanti; Rezky Pradessetia; Mike Ayu Wulandari; Yecy Anggreny; Endang Dwi Rukmini
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JAMSI - Januari 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.625

Abstract

Masalah kesehatan jiwa telah menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Masalah kesehatan jiwa dapat membuat penderita menjadi tidak produktif dan bergantung pada orang lain, sehingga menyebabkan penderitaan berkepanjangan baik bagi penderita, keluarga, dan masyarakat. Penderita gangguan jiwa biasanya dihadapkan dengan stigma, diskriminasi dan marginalisasi di mastyarakat. Berbagai istilah yang banyak digunakan misalnya orang gila, sakit gila, sakit jiwa. Stigma yang melekat pada penderita dan keluarga menjadi salah satu alasan menyebabkan mereka tidak mencari pengobatan yang sangat mereka butuhkan, bahkan sebagian diantara mereka dipasung. Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru merupakan salah satu Puskesmas yang belum terbentuk Kader Kesehatan Jiwa dan masyarakat belum mengetahui tentang gangguan jiwa. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu tentang gangguan jiwa, dampak dari stigma dan cara menghadapi penderita gangguan jiwa. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa pemberian penyuluhan Kesehatan sebagai upaya dalam peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gangguan jiwa, stigma dan upaya destigmatisasinya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait gangguan jiwa, stigma dan upaya destigmatisasinya. Kegiatan ini sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya stigma dan diskriminasi pada penderita gangguan jiwa sehingga penderita gangguan jiwa mendapat dukungan positif dalam proses penyembuhannya.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Flyer Terhadap Pengetahuan Risiko Diabetes Pada Remaja di SMA Negeri 9 Pekanbaru Putri Arini Hidayah; Abdurrahman Hamid; Mike Ayu Wulandari; Eka Wisanti; Raju Nitrigo
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol12.Iss1.2359

Abstract

Diabetes mellitus now affects not only adults but also adolescents due to unhealthy eating habits and low understanding of sugar consumption and diabetes-triggering foods, which increase the risk of degenerative diseases from a young age. This study aims to analyze the effect of health education using flyers on diabetes risk knowledge in adolescents. Conducted at SMA Negeri 9 Pekanbaru with a pre-experimental one group pretest–posttest design, involving 34 adolescents in grades 10, 11, and 12 selected through stratified random sampling. Inclusion criteria were active students who were willing to participate in the study, while exclusion criteria were students who did not complete all interventions. The research instruments were a diabetes risk knowledge questionnaire and flyer educational media. Data were collected through a pre-test before the intervention and a post-test after the education was provided, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed an average pre-test of 11.00 and a post-test of 16.00. The Wilcoxon test results showed p = 0.001, which indicated a significant increase in adolescents' knowledge about diabetes risks. The novelty of this research lies in the effectiveness of simple and low-cost educational media to improve adolescent health understanding, as well as scientifically contributing as empirical evidence for the development of school-based preventive health promotion strategies for early prevention of diabetes.
Gambaran Self Acceptance, Dukungan Sosial, Tingkat Kecemasan Pada Narapidana Mike Ayu Wulandari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/1mxcjs85

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang kerap dialami oleh narapidana selama menjalani masa pidana, terutama pada tahap awal masa hukuman. Kecemasan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat penerimaan diri (self acceptance) dan dukungan sosial yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik self acceptance, dukungan sosial, dan tingkat kecemasan pada narapidana laki-laki di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan univariat. Sampel berjumlah 97 responden, diambil secara purposive sampling dengan kriteria narapidana laki-laki berusia 18–65 tahun dan telah menjalani minimal 1/3 masa pidana. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstandar meliputi Skala Self Acceptance, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat self acceptance sedang (51,5%), dukungan sosial tinggi (50,9%), dan tingkat kecemasan sedang (35,1%). Temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan diri dan dukungan sosial memiliki peranan penting dalam kondisi psikologis narapidana, khususnya dalam mengelola kecemasan selama masa tahanan. Oleh karena itu, pendekatan psikososial yang memperkuat self acceptance dan meningkatkan dukungan sosial sangat diperlukan sebagai bagian dari pembinaan di lembaga pemasyarakatan. 
Edukasi Anti-Bullying: Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman, Ramah, dan Bebas Perundungan di SDN 007 Kecamatan Pangkalan Kuras Syalaisha Nur Faatihah; Mike Ayu Wulandari; Assyifa Antomy Putri; Meidy Anastasia; Sabila Qalbi; Zahwa Alya Puteri; Lia Annisa; Empy Januardi Alras
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.865

Abstract

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang banyak terjadi di sekolah dan berdampak buruk pada perkembangan psikologis, sosial, serta akademik anak. Fenomena ini sering ditemukan pada siswa sekolah dasar yang masih dalam tahap pembentukan identitas sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 007 Kecamatan Pangkalan Kuras, dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying, dampaknya, serta cara mencegahnya. Metode yang digunakan berupa edukasi interaktif melalui ceramah singkat, pemutaran video, diskusi, dan nyanyian anti bullying, dengan peserta siswa kelas IV–V. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk bullying, tumbuhnya keberanian untuk melapor, serta sikap empati antar teman. Hambatan yang ditemui adalah keterbatasan waktu dan sebagian siswa masih malu berbagi pengalaman. Secara keseluruhan, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya menciptakan sekolah yang aman dan bebas perundungan.
Hubungan Persepsi Terhadap Sikap Remaja Tentang Perilaku Merokok Ade Reza Haryadi; Eka Wisanti; Mike Ayu Wulandari
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1045

Abstract

Data survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tingkat awal merokok diperoleh dari usia 10-13 tahun dengan persentase 0,7%, usia 14-17 tahun mencapai (11,1%), dan usia 18-20 tahun sebesar (24,6%). Merokok berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk pada sistem kardiovaskular, kerusakan pada otak, penyakit diarea mulut dan tenggorokan, gangguan pada paru-paru, penyakit lambung, kerapuhan pada tulang, masalah reproduksi, serta isu psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi perilaku merokok terhadap sikap remaja tentang perilaku merokok pada siswa/i SMP Negeri 25 Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat, menggunakan uji Chi-Square. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner persepsi dan kuesioner sikap (Smoking Attitude Scale). Hasil penelitian univariat pada karakteristik responden yaitu jenis kelamin laki-laki 160 (76,9%), Usia 13,16 tahun, Usia pertama kali merokok 11,33 tahun, Perilaku merokok mayoritas pada ayah 156 (75,0%), teman sebaya 184 (88,5%), iklan rokok 180 (86,5%), persepsi positif 91 (43,8%), persepsi negatif 117 (56,3%), sikap negatif 124 (59,6%), sikap positif 84 (40,4%). Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dengan sikap remaja tentang perilaku merokok dengan nilai signifikansi p = 0,000 (α = 0,05), dan nilai or = 0,527. Penelitian ini diharapkan adanya pemeriksaan skrining kesehatan terutama terhadap siswa di sekolah, serta adanya upaya pencegahan dan pengurangan angka merokok dan dampak buruk akibat merokok terhadap remaja.