Data survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tingkat awal merokok diperoleh dari usia 10-13 tahun dengan persentase 0,7%, usia 14-17 tahun mencapai (11,1%), dan usia 18-20 tahun sebesar (24,6%). Merokok berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk pada sistem kardiovaskular, kerusakan pada otak, penyakit diarea mulut dan tenggorokan, gangguan pada paru-paru, penyakit lambung, kerapuhan pada tulang, masalah reproduksi, serta isu psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi perilaku merokok terhadap sikap remaja tentang perilaku merokok pada siswa/i SMP Negeri 25 Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat, menggunakan uji Chi-Square. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner persepsi dan kuesioner sikap (Smoking Attitude Scale). Hasil penelitian univariat pada karakteristik responden yaitu jenis kelamin laki-laki 160 (76,9%), Usia 13,16 tahun, Usia pertama kali merokok 11,33 tahun, Perilaku merokok mayoritas pada ayah 156 (75,0%), teman sebaya 184 (88,5%), iklan rokok 180 (86,5%), persepsi positif 91 (43,8%), persepsi negatif 117 (56,3%), sikap negatif 124 (59,6%), sikap positif 84 (40,4%). Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dengan sikap remaja tentang perilaku merokok dengan nilai signifikansi p = 0,000 (α = 0,05), dan nilai or = 0,527. Penelitian ini diharapkan adanya pemeriksaan skrining kesehatan terutama terhadap siswa di sekolah, serta adanya upaya pencegahan dan pengurangan angka merokok dan dampak buruk akibat merokok terhadap remaja.
Copyrights © 2026