Paparan sinar matahari yang tinggi di Indonesia dapat menyebabkan peningkatan produksi melanin sehingga kulit menjadi lebih gelap, terutama pada bagian yang sering terpapar seperti wajah. Kondisi ini mendorong masyarakat, khususnya wanita, untuk melakukan berbagai upaya perawatan kulit, baik menggunakan produk modern maupun bahan alami. Salah satu alternatif yang masih digunakan adalah jamu mengkudu yang dipercaya memiliki kandungan antioksidan, vitamin C, flavonoid, dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan serta kecerahan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap konsumsi jamu mengkudu untuk kecerahan kulit di Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner skala Likert, dan wawancara. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh 19 item pernyataan valid (r hitung > r tabel 0,361), sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,974 yang menunjukkan instrumen sangat reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,0% responden menyatakan sangat setuju, 33,3% setuju, 20,0% cukup setuju, dan 6,7% tidak setuju terhadap manfaat konsumsi jamu mengkudu untuk kecerahan kulit. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat percaya konsumsi jamu mengkudu secara rutin, disertai pola hidup sehat, dapat membantu menjaga kesehatan dan kecerahan kulit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Nagari Kapalo Koto memiliki persepsi yang positif terhadap konsumsi jamu mengkudu sebagai alternatif perawatan kulit alami untuk mencerahkan kulit.