Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Science Teachers Competence in Utilize Learning Resources at Junior High Schools Faradiba, Deby Gemysa; Budiningsih, C Asri
Unnes Science Education Journal Vol 9 No 1 (2020): February 2020
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v9i1.31225

Abstract

This study aimed to determine: (1) learning resources used by science teachers, (2) the ability of science teachers to utilize learning resources, and (3) the implications of using learning resources on the quality of science teachers in the learning process. This study was a field study with a qualitative approach. The subjects of this study was science teachers at SMP N 3 Purworejo. Techniques used in data analysis was an interactive model by Miles & Huberman including data collection, data reduction, data display, and conclusion. The result showed that learning resources used by science teachers include in the environment around the school, the environment around the residence of learners, and learning outside of school. The ability of science teachers to utilize learning resources, overall all science teachers of SMP Negeri 3 Purworejo was able to use it. Implications use of learning resources on the quality of science teachers in learning process was teacher able to give more motivation, maximize learning time, and maximize creativity.
Pengembangan media komik berbasis pendidikan karakter peduli sosial pada pembelajaran tematik-integratif Deby Gemysa Faradiba; C. Asri Budiningsih
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.126 KB) | DOI: 10.21831/jitp.v7i2.24758

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1.) Menghasilkan media komik berbasis pendidikan karakter peduli sosial; 2.) Mengetahui tingkat kelayakan media komik berbasis pendidikan karakter peduli sosial; dan 3.) Mengetahui keefektifan komik berbasis pendidikan karakter peduli sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subyek dalam penelitian ini adalah ahli media, ahli materi, guru sekolah dasar, dan siswa kelas 5 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ulul Albab 2 Purworejo. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, angket penilaian kualitas kelayakan media komik, angket respon siswa, angket kepedulian sosial siswa, dan tes. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan uji t-test. Hasil penelitian: 1.) Telah dihasilkan media komik berbasis pendidikan karakter peduli sosial pada pembelajaran tematik-integratif kelas 5 SD; 2.) Media komik yang dikembangkan layak berdasarkan hasil uji kelayakan oleh ahli media, ahli materi, dan guru SD untuk seluruh aspek memperoleh kategori sangat baik; dan 3.) Media komik berbasis pendidikan karakter peduli sosial efektif berdasarkan data angket respon siswa, tes, dan angket kepedulian sosial. Data angket respon siswa memperoleh kategori sangat baik. Hasil uji-t diperoleh thitung sebesar 9.543 dengan df sebesar 50 dan ttabel sebesar 2.008 pada taraf signifikan 5%, maka thitung lebih besar ttabel (th: 9.543 tt: 2.008) atau signifikansi 0.000 di bawah nilai p 0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil postest secara signifikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungan angket kepedulian sosial siswa kelas eksperimen dengan media komik menunjukkan peningkatan sebesar 75% termasuk kriteria sangat tinggi.Development of comic media based on social care character education in thematic-integrative learningAbstractThis study aimed to 1.) Produce comic learning media based on social caring character education; 2.) Determine the feasibility of comic learning media based on social caring character education; and 3.) Determine the effectiveness of comic learning media based on social caring character education. The type of research is Research and Development using the ADDIE development model. The research subjects are media expert, material expert, elementary school teacher, class 5 in SDIT Ulul Albab 2 Purworejo. The instruments used were interview guides, questionnaires assessing the quality of comic media feasibility, student response questionnaires, student social care questionnaires, and tests. Data analysis was carried out by descriptive analysis and independent samples t-test. The result showed that: 1.) Has been produced of comic learning media based on social caring character education thematic-integrative learning in grade 5 elementary school; 2.) Comic learning media that are developed are based on the results of feasibility test by media experts, material experts, and elementary school teachers, the categories were very good; and 3.) Comic learning media based on social care character education is effective based on student response questionnaire data, tests, and social care questionnaires. Student questionnaire response data obtained a very good category. The result of t-test is thitung of 9.543 with df of 50 and ttabel of 2.008 at a significant level of 5% then thitung greater then ttabel (th: 9.543 tt: 2.008) or significant 0.000 below value p 0,05 so that it can be stated that there are significant differences in posttest results in the experimental class and the control class. The results of the calculation of the social care questionnaire data of students in the experimental class given the comic media showed an increase of 75%, including very high criteria.
Pendidikan Nilai Pancasila melalui Ekspresi Seni di Masyarakat Minangkabau Ilham, Fadli; Sari, Nurkemala; Faradiba, Deby Gemysa; Mandalika, Mandalika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29634

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui ekspresi seni di masyarakat Minangkabau. Fokusnya pada pendidikan nilai secara kontekstual melalui seni tradisional dan kontemporer di Sumatera Barat. Penelitian kualitatif ini mengandalkan observasi, wawancara dengan seniman dan tokoh adat, studi dokumentasi karya seni, serta FGD bersama komunitas seni di Padang Pariaman, Bukittinggi, dan Agam. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas diuji melalui triangulasi. Hasil menunjukkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial terwujud dalam simbol, narasi, aksi kolektif, dan praktik sosial dalam seni. Seni terbukti efektif sebagai media pendidikan nilai karena menyentuh aspek afektif, kultural, dan partisipatif. Dengan demikian, seni berkontribusi penting dalam memperkuat identitas kebangsaan dan membangun karakter warga negara yang kontekstual serta berakar pada budaya lokal.
Reducing Older Generations’ Apprehension Toward QRIS in Traditional Markets: A Visual Communication Approach DIAN FITRIARNI SARI; Rizky Alfadly; Amy Maulid; Yasha Langitta Setiawan; Deby Gemysa Faradiba
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 8 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : fakultas Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v8i1.282

Abstract

The adoption of QRIS in traditional markets remains uneven, particularly among older generations who experience low digital literacy and high levels of technology anxiety. These barriers are not solely technical but are strongly influenced by psychological factors such as fear of making transaction errors and lack of trust in digital payment systems. This study aims to develop a visual communication strategy to reduce apprehension and improve QRIS adoption among elderly users in traditional market settings. This research employs a qualitative approach using AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) model to identify key issues derived from interviews, observations, and open-ended questionnaires. The findings are then translated into design solutions using the AIDA model as a framework for structuring communication strategies. The results indicate that visual communication design plays a significant role in bridging the gap between technological complexity and user understanding. By applying clear visual hierarchy, simplified information flow, trust-building messages, and step-by-step instructional visuals, the proposed design effectively addresses cognitive and emotional barriers. The study concludes that a behavior-oriented visual communication approach contributes to enhancing perceived ease of use and user confidence, reducing technology anxiety, and strengthening behavioral intention to adopt QRIS.
MEMBANGUN PROFESIONALISME GENERASI MUDA MELALUI WORKSHOP PENGUATAN KOMPETENSI MANAJEMEN DIRI Deby Gemysa Faradiba; Merdila Nuril Fahmi; Fadli Ilham; Fathurrahman Hafid; Nurkemala Sari; Mandalika
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i1.772

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi manajemen diri generasi muda sebagai upaya membangun profesionalisme dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop pada tanggal 08 November 2025 di Mifan Waterpark & Resort, Padang Panjang, dengan melibatkan peserta dari kalangan generasi muda. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui tahapan sosialisasi, penyampaian materi, diskusi, simulasi, praktik, serta refleksi dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi manajemen diri, komunikasi efektif, kerja tim dan kepemimpinan, kesehatan mental, serta personal branding. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya pengelolaan diri, kemampuan komunikasi interpersonal, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Peserta juga mampu menyusun Personal Development Plan sebagai strategi pengembangan diri berkelanjutan. Meskipun demikian, masih diperlukan penguatan pada aspek manajemen waktu dan pengelolaan stres. Secara keseluruhan, workshop ini memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran, keterampilan, dan sikap profesional generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kapasitas yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.
Persepsi Masyarakat Dalam Mengkonsumsi Jamu Mengkudu Untuk Kecerahan Kulit Di Nagari Kapalo Koto Pariaman Asifa Maulina; Idun Ariastuti; Deby Gemysa Faradiba; Mandalika
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1450

Abstract

Paparan sinar matahari yang tinggi di Indonesia dapat menyebabkan peningkatan produksi melanin sehingga kulit menjadi lebih gelap, terutama pada bagian yang sering terpapar seperti wajah. Kondisi ini mendorong masyarakat, khususnya wanita, untuk melakukan berbagai upaya perawatan kulit, baik menggunakan produk modern maupun bahan alami. Salah satu alternatif yang masih digunakan adalah jamu mengkudu yang dipercaya memiliki kandungan antioksidan, vitamin C, flavonoid, dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan serta kecerahan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap konsumsi jamu mengkudu untuk kecerahan kulit di Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner skala Likert, dan wawancara. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh 19 item pernyataan valid (r hitung > r tabel 0,361), sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,974 yang menunjukkan instrumen sangat reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,0% responden menyatakan sangat setuju, 33,3% setuju, 20,0% cukup setuju, dan 6,7% tidak setuju terhadap manfaat konsumsi jamu mengkudu untuk kecerahan kulit. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat percaya konsumsi jamu mengkudu secara rutin, disertai pola hidup sehat, dapat membantu menjaga kesehatan dan kecerahan kulit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Nagari Kapalo Koto memiliki persepsi yang positif terhadap konsumsi jamu mengkudu sebagai alternatif perawatan kulit alami untuk mencerahkan kulit.
Pelaksanaan Program Kampus Mengajar Sebagai Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Kecantikan Tata Rias Deby Gemysa Faradiba; Mandalika; Fadli Ilham; Nurkemala Sari
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v4i2.3486

Abstract

Cosmetology beauty learning faces various complex problems including a lack of attention to improving the quality of human resources in the cosmetology field and a curriculum that is not yet fully relevant to industry needs. This problem will have an impact on reducing the quality of learning, motivation and student interest will be low. This research aims to improve the quality of beauty and cosmetology learning through campus teaching programs at SMK Negeri 2 Bukittinggi. This campus teaching program aims to empower students to help with the teaching process. This research applies qualitative methods with data collection techniques in the form of observations, interviews and literature studies regarding campus teaching programs on learning quality. The research results show that implementing campus teaching programs with innovative and interactive learning strategies and methods can improve the quality of beauty and cosmetology learning based on aspects of learning planning, learning processes, teacher competence, facilities and equipment, assessment and evaluation, and learning outcomes. Students also participate actively in learning, are more enthusiastic, and their motivation to learn increases. Students' interest in learning activities is because students are directly involved in the learning process, especially in make-up practice activities. The campus teaching program has had an impact on improving the quality of beauty and cosmetology learning at SMK Negeri 2 Bukittinggi.
Effects of Differentiated Learning on Motivation and Learning Outcomes Students Deby Gemysa Faradiba; Fathurrahman Hafid; Fadli Ilham; Wirma Surya; Shinta Oktavia; Dian Marsyah Fabianti
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.95583

Abstract

Abstract: Setiap siswa di kelas memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda. Guru harus dapat membuat pembelajaran yang memahami kebutuhan dan karakteristik setiap siswa yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek pembelajaran diferensiasi terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas 5 sekolah dasar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket untuk mengukur motivasi siswa dan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Data motivasi siswa dihitung dengan nilai rata-rata ideal dan standar deviasi ideal, sedangkan data hasil belajar siswa menggunakan SPSS versi 24.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh pembelajaran diferensiasi pada motivasi siswa kelas 5 sekolah dasar yang memperoleh hasil dalam kategori baik. (2) terdapat pengaruh pembelajaran diferensiasi pada hasil belajar siswa kelas 5 sekolah dasar melalui tes yang ditunjukkan dengan rata-rata skor siswa menjadi meningkat. Disimpulkan bahwa terdapat efek pembelajaran diferensiasi terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas 5 sekolah dasar. Pembelajaran diferensiasi membuat pembelajaran menjadi efektif dan memberikan layanan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.Kata Kunci: pembelajaran berdiferensiasi, hasil belajar, motivasi Each student in the class has different characteristics and needs. Teachers must be able to make learning that understands the different needs and characteristics of each student. This study aims to prove the effect of differentiation learning on learning motivation and learning outcomes of students. This type of research is quantitative research. The subjects of this study were grade 5 elementary school students. The data collection method is a questionnaire to measure student motivation and a test to measure student learning outcomes. Student motivation data is calculated using the ideal average value and ideal standard deviation, while the data on student learning outcomes use SPSS version 24.00 for Windows. The results showed: (1) there is an effect of differentiation learning on the motivation of grade 5 elementary school students who get results in the good category. (2) there is an effect of differentiation learning on the learning outcomes of grade 5 elementary school students through tests as indicated by the average student score increasing. It is concluded that there is an effect of differentiation learning on the motivation and learning outcomes of grade 5 elementary school students. Differentiation learning makes learning effective and provides learning services according to student needs.Keywords: differentiated learning, learning outcomes, motivation