Ni Made Widyani
Puskesmas Dumagin Kab. Bolaang Mongondow Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Relationship Between Knowledge of Personal Hygiene and Cases of Vaginal Discharge Among Adolescent Girls at SMK Negeri Pinolosian Timur, Bolaang Mongondow Selatan Regency Ni Made Widyani; Widia Shofa Ilmiah
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/10z8y997

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja putri sangat rentan mengalami gangguan seperti keputihan patologis, yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada remaja putri di SMK Negeri Pinolosian Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan total sampling sebanyak 45 responden. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi langsung, kemudian data dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau-b. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan personal hygiene kategori cukup (51,1%), baik (33,3%), dan kurang (15,6%). Keputihan patologis ditemukan pada 15,6% responden, sedangkan sisanya mengalami keputihan fisiologis. Terdapat korelasi positif kuat antara tingkat pengetahuan personal hygiene dan kejadian keputihan patologis (?=0,660; p=0,000). Remaja dengan tingkat pengetahuan personal hygiene yang rendah lebih rentan mengalami keputihan patologis. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya edukasi kesehatan reproduksi berbasis sekolah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang personal hygiene. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan mampu mencegah kejadian keputihan patologis serta dampak negatifnya secara klinis maupun psikososial, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja putri secara optimal.