Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Konsep Manajemen Pendidikan Islam dalam Kegiatan Tudang Sipulung Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Keagamaan Masyarakat di Kabupaten Sidenreng Rappang Abdul Malik Tibe; Bun'yamin Yafid; Achmadiyanto Ahmad; Widya. M; Mujahidin Usman
Journal of Educational Administration and Leadership Vol. 5 No. 3 (2025): Vol 5 Issue 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeal.v5i3.561

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dalam praktik budaya lokal Tudang Sipulung untuk meningkatkan pemahaman keagamaan di masyarakat Sidenreng Rappang. Tudang Sipulung, forum deliberasi tradisional Bugis, berfungsi sebagai platform untuk membahas isu-isu sosial, ekonomi, dan keagamaan. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam menyelaraskan MPI dengan tradisi budaya Tudang Sipulung, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Pendekatan kualitatif, termasuk analisis mendalam dan observasi partisipatif, digunakan untuk meneliti bagaimana integrasi ini dapat mendorong metode pendidikan agama yang lebih inklusif, kontekstual, dan efektif. Temuan menunjukkan bahwa faktor-faktor kunci yang mendukung integrasi tersebut meliputi tradisi kebersamaan komunitas yang kuat, peran pemimpin agama dan budaya, dan keinginan masyarakat untuk memperdalam pemahaman keagamaan mereka. Tantangan yang diidentifikasi meliputi ketidaksesuaian antara sifat tradisional Tudang Sipulung dan struktur formal pendidikan Islam, serta kurangnya fasilitator yang terlatih. Studi ini mengusulkan model pendidikan partisipatif, pendekatan inklusif budaya, pembelajaran kontekstual, dan pembentukan karakter sebagai cara efektif untuk menyelaraskan MPI dengan tradisi lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan Islam yang lebih relevan secara kontekstual yang menggabungkan kearifan lokal dan mendorong keterlibatan keagamaan yang lebih dalam di komunitas pedesaan
BUGIS CULTURE-BASED LEADERSHIP IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS IN TRANSFORMING STUDENTS’ RELIGIOUS CHARACTER DEVELOPMENT: A STUDY AT DDI UJUNG LARE ISLAMIC BOARDING SCHOOL, PAREPARE Abdul Malik; Nurhayati; Wirani Aisiyah Anwar; A. Rio Makkulau Wahyu; Mujahidin Usman; Aisyah Yaekaji
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v6i1.2654

Abstract

This study aims to analyze pesantren leadership based on Bugis cultural values in transforming the religious character of students at DDI Ujung Lare Islamic Boarding School, Parepare. The primary focus of this research lies in how Bugis cultural values such as siri’, lempu’, sipakatau, and pacce are integrated into leadership practices and their impact on shaping students’ religious character. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through interviews, participatory observation, and documentation. The informants consisted of the pesantren leader, teachers, dormitory supervisors, and students. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the school leadership functions not only as a policymaker but also as a primary role model in the internalization of religious values. This exemplary leadership is reflected in active involvement in religious activities, consistency between words and actions, and a humanistic and participatory communication style. The integration of Bugis cultural values in leadership is evident in the application of lempu’ (honesty and integrity), sipakatau (mutual respect), pacce (social empathy), and siri’ (discipline and self-respect). These values are not merely taught theoretically but are also implemented in the daily practices of the pesantren. Bugis culture-based leadership has proven effective in fostering a strong and sustainable religious culture. This is reflected in the habituation of worship practices, ethical social interactions, and increased student participation in religious and social activities. The process of value internalization occurs through habituation, observation, and imitation of the behaviors demonstrated by leaders and the pesantren environment. Furthermore, adaptive and persuasive leadership contributes to social stability, minimizes conflict, and fosters harmonious relationships among leaders, teachers, and students. In conclusion, this study affirms that pesantren leadership grounded in Bugis cultural values plays a strategic role in transforming students’ religious character. The integration of local cultural values into leadership practices serves as an effective model for contextual character education, rooted in local wisdom and relevant in addressing the challenges of modernization. Theoretically, this study enriches the discourse on culturally grounded educational leadership by integrating Bugis local wisdom into character education, while practically it provides a contextual leadership model that can be adopted by Islamic boarding schools and other educational institutions to strengthen students’ religious character through local cultural values
DAMPAK MANAJEMEN KEPEMIMPINAN TERHADAP PENINGKATAN MUTU MELALUI PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU MADRASAH NEGERI KOTA PAREPARE Mujahidin Usman; Abdul Malik; Nikmatullah Nur; Bun'yamin Yafid
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v3i1.1385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak manajemen kepemimpinan kepala madrasah terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan kompetensi pedagogik dan profesional guru di Madrasah Negeri Kota Parepare, didorong oleh kesenjangan antara kebijakan makro dan implementasi mikro di madrasah serta tantangan disrupsi digital yang menuntut adaptasi kompetensi pendidik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan manajemen pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan yang terdiri dari kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Kepemimpinan kepala madrasah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu melalui program pengembangan profesional yang terintegrasi. Keberhasilan implementasi pelatihan Kurikulum Merdeka dan akselerasi digitalisasi pembelajaran melalui inovasi sistem “Siati Maddua” di MAN 2 Parepare serta penggunaan smart classroom terbukti meningkatkan efisiensi waktu, kualitas pengajaran, serta motivasi belajar siswa. Sebagai studi kasus kualitatif deskriptif pada Madrasah Negeri Kota Parepare, temuan bersifat kontekstual dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi secara statistik. Implikasinya, kepala madrasah dan pemangku kebijakan pendidikan Islam perlu memperkuat program pengembangan profesional guru yang terintegrasi dengan digitalisasi pembelajaran secara berkelanjutan. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi sistematis antara kepemimpinan visioner kepala madrasah dengan akselerasi digitalisasi pendidikan melalui platform “Siati Maddua”, yang membedakannya dari studi manajemen pendidikan umum yang cenderung hanya berfokus pada pelatihan konvensional.