Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN MAJAS PADA PUISI SAJAK CINTA KARYA KYAI HAJI MUSTOFA BISRI Martina Itung Leuwayan; Hanova Rani Eka Retnaningtyas; Santy Monika
Translation and Linguistics (Transling) Vol 2, No 01 (2022): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v2i01.53001

Abstract

ABSTRAKMartina Itung Leuwayan (201688201076) Analisis Penggunaan Majas Pada Puisi Sajak Cinta Karya Kyai Haji Mustofa Bisri dibimbing oleh Hanova R.E Retnaningtyas dan Santy Monika.Penelitian ini dilakukan  untuk mendeskripsikan majas yang terdapat dalam kutipan puisi Sajak Cinta karya Gus Mus. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah larik puisi dengan memiliki 8 bait dan 31 larik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca, menyimak, memahami dan menandai kutipan yang mengandung majas dan mencatat kutipan tersebut. Data yang telah dicatat akan di klasifikasikan ke dalam empat majas yaitu majas repetisi, personifikasi, pleonasme dan hiperbola kemudian diinterpretasikan dan diberi kesimpulan secara keseluruan.Hasil deskripsi Puisi Sajak Cinta Kaya Karyai Haji Mustofa Bisri menunjukan bahwa keempat majas tersebut terdapat dalam puisi Sajak Cinta  keempat majas tersebut adalah majas personifikasi, hiperbola, repetisi dan pleonasme yang dapat melengkapi dan memberi warna terhadap puisi tersebut agar terlihat hidup dan menarik.  
Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Morfologi dan Sintaksis pada orang Asli Papua di Merauke Hanova Rani Eka Retnaningtyas; Ekfindar Diliana; Seli Marlina Raja Leba
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 1 (2025): Januari, Special Issue on "Educational design research for human beings learning
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i1.42993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam tataran kata (morfologi) dan kalimat/klausa (sintaksis) pada siswa dan mahasiswa Orang Asli Papua, (2) menginvestigasi penyebab kesalahan Berbahasa tersebut, (3) menemukan solusi umum atas permasalahan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kasus yang meneliti penguasaan bahasa Indonesia oleh Orang Asli Papua di Kabupaten Merauke, melibatkan 240 siswa dari berbagai jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi). Instrumen yang digunakan meliputi tes morfologi dan sintaksis, tes menulis karangan bebas, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis untuk mengukur kemampuan siswa, mengidentifikasi kesalahan berbahasa, serta memahami metode pengajaran dan kendala di kelas. Hasil wawancara dengan kepala dinas dan praktisi pendidikan digunakan untuk mencari solusi atas permasalahan yang ditemukan. Kesalahan berbahasa yang ditemukan meliputi ejaan, morfologi, sintaksis, dan diksi, mencerminkan kurangnya pemahaman siswa terhadap aturan bahasa Indonesia baku, seperti salah penggunaan huruf kapital, struktur kalimat, dan pilihan kata. Penyebabnya mencakup keterbatasan pemahaman tata bahasa, kebiasaan menggunakan bahasa nonformal, minimnya bimbingan, serta pengaruh media sosial. Akibatnya, pesan dalam tulisan menjadi kurang jelas, menegaskan perlunya pembelajaran bahasa formal yang intensif dan pembiasaan membaca teks formal untuk meningkatkan kualitas bahasa.
Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia melalui Pelatihan Media Digital untuk Siswa SD, SMP, dan SMA di Kampung Kweel Hanova Rani Eka Retnaningtyas; Ekfindar Diliana; Dina Mariana Br. Tarigan
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.1899

Abstract

Indonesian language skills are fundamental competencies that support students’ learning processes and communication; however, the use of digital media in learning remains limited, particularly in remote areas such as Kampung Kweel. This community service program aims to improve the Indonesian language skills of elementary, junior high, and senior high school students through digital media training using a participatory approach, including preparation, socialization, training, mentoring, and evaluation. The activities involve both theoretical instruction and practical exercises, such as reading digital texts, writing using applications, and creating simple videos to enhance speaking skills. The results show improvements in students’ reading, writing, speaking, and listening skills, as indicated by pre-test and post-test scores, while questionnaire results reveal positive responses toward digital media use. Thus, digital media training is effective in improving language skills as well as students’ motivation and confidence in learning.