Rizky Indra Utama
Departemen Teknik Sipil FT UNP

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI MINIBUS DENGAN TRAVEL (RUTE: KOTA PADANG – KOTA BUKITTINGGI) Muhammad Arief Maqbullah; Rizky Indra Utama
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/5gbfz557

Abstract

Beragam pilihan moda transportasi tersedia pada rute Kota Padang - Bukittinggi, antara lain minibus dan travel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengguna serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi antara minibus dan travel pada rute tersebut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik survei menggunakan instrumen kuesioner yang telah divalidasi oleh ahli kemudian dibagikan kepada 100 responden pengguna jasa minibus dan travel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui bantuan perangkat lunak SPSS, meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian, pemilihan moda transportasi didominasi oleh Perempuan sebesar 80% pada minibus dan 78% pada travel, usia produktif yaitu usia 21 – 30 tahun sebesar 38% pada minibus dan 30% pada travel dan mahasiswa sebesar 62% pada minibus dan 28% pada travel. Responden dengan pendapatan menengah ke bawah yaitu sebesar < Rp 1.000.000 lebih banyak memilih minibus sebesar 58%, sedangkan pegawai, PNS, dan kelompok ekonomi menengah ke atas lebih sering memilih travel dibandingkan minibus. Pada moda minibus, faktor keamanan dan biaya terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan dan kepuasan pengguna dengan nilai t hitung sebesar 2.036 dan 2.473, sedangkan pada moda travel faktor biaya dan kenyamanan menjadi faktor yang berpengaruh signifikan dengan nilai t hitung sebesar 4.176 dan 3.360. Faktor kecepatan tidak berpengaruh signifikan pada kedua moda.
Analisis Laik Fungsi Jalan Pada Ruas Jalan Nasional Di Kabupaten Solok Dalam Mewujudkan Jalan Berkeselamatan (Studi Kasus: Jalan Raya Koto Baru) Putri Taramadina Dasilva; Rizky Indra Utama
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vz04b229

Abstract

Laik Fungsi Jalan adalah kondisi suatu ruas Jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya serta persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi Penyelenggara Jalan dan pengguna Jalan sehingga Jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Uji Laik Fungsi Jalan adalah pengujian yang meliputi pemeriksaan teknis dan pemeriksaan dokumen administratif suatu ruas Jalan. Uji laik fungsi jalan bertujuan untuk memastikan bahwa jalan yang dioperasikan telah memenuhi standar teknis geometrik, perkerasan, dan perlengkapan jalan sesaui dengan kelas dan fungsinya. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara tersebut dapat disimpulkan pendapat masyarakat sekitar dan pengguna jalan terkait kondisi jalan pada ruas Jalan Raya Koto Baru kendaraan yang lewat setiap harinya semakin meningkat, sehingga membuat kondisi jalan mengalami penurunan dan jalan cepat rusak, ruas jalan ini harus diperbaiki, saat hujan deras jalan yang berlubang dapat mengakibatkan genangan air pada badan jalan dan beresiko kecelakaan. Bagaimana kinerja ruas Jalan Raya Koto Baru? Untuk mengetahui kinerja ruas Jalan Raya Koto Baru Bagaimana pengisian formulir Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) untuk menentukan tingkat kelaikan ruas Jalan Raya Koto Baru? Mengetahui apakah ruas Jalan Raya Koto Baru Apakah telah memenuhi standar laik fungsi jalan, dengan mengisi formulir Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) sehingga dapat memberikan jalan yang berkeselamatan bagi penggunanya sebagai peraturan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 4 Tahun 2023 kriteria laik fungsi jalan dan standar teknis Bina Marga Bagaimana saran perbaikan atau pemeliharaan jalan agar menjadi laik fungsi (LF)? Dari hasil analisis tingkat kelaikan fungsi jalan ruas Jalan Raya Koto Baru didapatkan rekomendasi yang dapat memperbaiki hasil analisis laik fungsi jalan. Hasil rekapitulasi kategori kelaikan fungsi jalan pada ruas Jalan Raya Koto Baru per segmen adalah 10 segmen dikategorikan Laik Fungsi (LF), 12 segmen di kategorikan Laik Bersyarat (LS), 1 segmen di kategorikan Tidak Laik Fungsi (TL).
Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index dan Bina Marga (Studi Kasus : Di Ruas Jalan Batas Kota Payakumbuh - Setangkai) Yuri Lutfiyatul Mahya; Rizky Indra Utama
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/azcpk486

Abstract

Jalan batas kota Payakumbuh - Setangkai merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Kabupaten Tanah Datar serta wilayah lainnya di Sumatera Barat. Namun, ruas jalan ini mengalami berbagai jenis kerusakan jalan yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna, serta menghambat lalu lintas dan distribusi barang. Oleh sebab itu, diperlukannya analisis tingkat kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan jalan, menganalisis kondisi jalan serta menentukan alternatif penangan yang sesuai berdasarkan kondisi jalan. Metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi kerusakan perkerasan jalan adalah metode Pavement Condition Index (PCI) dan  metode Bina Marga. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan langsung, mendokumentasikan jenis dan dimensi kerusakan pada ruas perkerasan lentur sepanjang 2 km (STA 6+000 – 8+000). Hasil penelitian didapati jenis kerusakan jalan yaitu kerusakan retak buaya, tambalan, benjol dan turun, pelepasan butiran dan lubang. Hasil nilai rata-rata PCI ialah 48,05 sedang (fair). Metode Bina Marga merekomendasikan pemeliharaan rutin dengan prioritas 9,25. Meskipun Bina Marga memberikan rekomendasi umum, PCI menawarkan wawasan yang lebih rinci dan spesifik per segmen, memungkinkan strategi perbaikan yang lebih tepat sasaran
Analisis Kebutuhan Ruang Parkir Kendaraan Bermotor (Studi Kasus: Gedung Rectorate and Research Center dan Gedung Rektorat Lama Universitas Negeri Padang) Khuntum Khairoumah; Rizky Indra Utama
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/daxv8e64

Abstract

Meningkatnya aktivitas kendaraan di lingkungan Universitas Negeri Padang menyebabkan kebutuhan ruang parkir pada beberapa area berpotensi tidak sebanding dengan kapasitas yang tersedia. Permasalahan ditemukan pada Gedung Rectorate and Research Center dan Gedung Rektorat Lama, berupa kepadatan kendaraan, pemanfaatan ruang parkir oleh pengguna dari fasilitas sekitar, serta kendaraan yang parkir tidak sesuai marka sehingga mengganggu sirkulasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik parkir kendaraan roda dua dan roda empat, menghitung kebutuhan ruang parkir, mengevaluasi kecukupan kapasitas, serta merumuskan alternatif penanganan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan survei selama tiga hari kerja. Analisis meliputi volume, akumulasi, durasi, parking turnover, indeks parkir, kebutuhan ruang parkir, dan penyusunan layout berdasarkan standar Satuan Ruang Parkir (SRP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Area Parkir Motor (a2) dan Area Parkir Mobil (a3) masih mampu memenuhi kebutuhan, sedangkan lima area lainnya mengalami kekurangan kapasitas. Penambahan kapasitas horizontal hanya dapat diterapkan pada Area Parkir Motor (b2). Skenario 1 menghasilkan tambahan 42 SRP, sedangkan Skenario 2 menghasilkan 52 SRP dan masih menyisakan kekurangan 14 SRP. Skenario 2 dipilih sebagai alternatif yang lebih optimal. Namun, penambahan kapasitas horizontal belum memenuhi seluruh kebutuhan sehingga pembangunan fasilitas parkir bertingkat direkomendasikan sebagai solusi jangka panjang.