Zaitur Rahem
Universitas Annuqayah Sumenep

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI PEMIKIRAN PEMBARUAN MUHAMMADIYAH TERHADAP TANTANGAN TRANSFORMASI SOSIAL DAN TEKNOLOGI DI PENDIDIKAN TINGGI Budi Sunariyanto; Ishomudin; Alan Lutfi Gesang Saputra; Zaitur Rahem
JOURNAL J-MPI : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN Vol. 5 No. 1 (2026): JOURNAL J-MPI: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Muhammadiyah Tempurejo, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/61qsq047

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran pembaruan (tajdid) Muhammadiyah dalam merespons tantangan transformasi sosial dan teknologi pada pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis konten terhadap sumber-sumber primer dan sekunder terkait reformisme Islam, modernisasi pendidikan, dan transformasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma Islam berkemajuan dan etos modernisasi K.H. Ahmad Dahlan—yang menekankan integrasi iman, ilmu, dan amal—tetap relevan sebagai fondasi epistemologis dan operasional bagi perguruan tinggi Muhammadiyah. Prinsip tajdid memberikan kerangka adaptif untuk menjawab tantangan perubahan struktur sosial, digitalisasi pembelajaran, serta tuntutan literasi digital yang beretika. Studi ini menyimpulkan bahwa visi pembaruan Muhammadiyah berpotensi strategis dalam membentuk model pendidikan tinggi yang responsif, bernalar ilmiah, dan berakar pada nilai-nilai Islam humanistik, sekaligus membuka agenda riset lanjutan tentang integrasi etika AI, kurikulum kontekstual, dan tata kelola kampus digital berbasis nilai. Kata Kunci: Tajdid Muhammadiyah, Transformasi Sosial, Transformasi Teknologi, Pendidikan Tinggi Islam, Islam Berkemajuan
Pola pendidikan karakter di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan Guluk-Guluk Sumenep Zaitur Rahem; Ach. Zabidi
BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LP3M UNZAH GENGGONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/bahtsuna.v7i2.590

Abstract

Islamic boarding schools play a central role in shaping human resources with religious, moral, and social character. In the modern context, Islamic boarding schools face the enormous challenge of maintaining their educational authority and relevance without abandoning classical scholarly traditions. This research was conducted at the Annuqayah Lubangsa Selatan Islamic Boarding School, Guluk-Guluk, Sumenep, which is known for its significant contribution in fostering students through a structured management system. The purpose of this study is to analyze the patterns of administrators in building the educational authority of Islamic boarding schools, the strategies used in maintaining this authority amid the challenges of modernity, and its impact on student behavior. The research method used was qualitative with a field study approach. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using an interactive analysis model that emphasized data reduction, presentation, and verification. The results of the study show that the educational authority of Islamic boarding schools is built through synergy between formal structures, moral exemplary behavior, and the internalization of religious values. The management's strategy in maintaining authority is carried out by strengthening Islamic boarding school traditions, using a persuasive-humanistic approach, institutional synergy, and utilizing internal media as a means of education. The impact of this authority is evident in the formation of students who are disciplined, religious, civilized, and able to live in a community with a high level of solidarity. Educational authority at the Annuqayah Lubangsa Selatan Islamic Boarding School is collective, adaptive, and based on Islamic values, thereby shaping students who are spiritually, morally, and socially mature.