Vieta Imelda Cornelis
Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Yuridis Empiris Efektivitas Pelaksanaan Program PTSL dalam Menjamin Kepastian Hukum di Kabupaten Toba Samosir Rikal Laowady Lim; Nur Handayati; Vieta Imelda Cornelis; Vallencia Nadya Paramita
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Evidence Of Law (April)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i1.2175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan PTSL di Kabupaten Toba Samosir berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengkaji upaya penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris (sosiologis) dengan mengkaji implementasi norma hukum dalam praktik. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PTSL di Kabupaten Toba Samosir secara normatif telah berjalan sesuai dengan tahapan yang diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2018. Namun, secara empiris efektivitasnya belum optimal akibat beberapa kendala utama, yaitu ketidaklengkapan dokumen kepemilikan, ketidakjelasan batas tanah, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur hukum, serta keterbatasan administrasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan PTSL tidak hanya ditentukan oleh kesesuaian prosedural, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dan kapasitas kelembagaan. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan adanya kesenjangan antara pelaksanaan normatif dan realitas empiris dalam program PTSL. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi hukum kepada masyarakat, peningkatan kualitas administrasi pertanahan, serta optimalisasi koordinasi dan pengawasan teknis agar tujuan kepastian hukum dan tertib administrasi pertanahan dapat tercapai secara lebih efektif.
Law Enforcement Against Spatial Planning Violations in Housing Development: Challenges, Governance, and Regulatory Compliance Arie Sigit; Nur Handayati; Fitri Ayuningtyas; Vieta Imelda Cornelis
Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia Vol 5 No 2 (2026): January
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jihham.v5i2.6865

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the implementation of law enforcement against spatial planning violations in housing development, identify the factors affecting its effectiveness, and examine strategies to strengthen legal compliance in sustainable housing development.Research Methodology: This study employed a qualitative method using an empirical juridical approach. Data were collected through in-depth interviews, document analysis, observation, and literature review. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and SaldaƱa, including data reduction, data display, and conclusion drawing, with source and method triangulation to ensure credibility. Results: The findings indicate that law enforcement against spatial planning violations has not been fully effective due to weak institutional coordination, limited supervision, inadequate integration of spatial data, and inconsistent implementation of legal sanctions. Administrative sanctions remain the dominant enforcement mechanism, while preventive monitoring and public participation require significant improvement.Conclusions: Effective law enforcement requires integrated governance, stronger institutional capacity, consistent supervision, updated spatial planning instruments, and active collaboration among government agencies, law enforcement institutions, and developers.Limitations: This study is limited to a qualitative analysis of housing development cases and does not include comparative regional analysis or quantitative measurement of law enforcement effectiveness.Contributions: This study contributes to the development of spatial planning law by providing practical recommendations for strengthening law enforcement, improving spatial governance, and supporting sustainable housing development policies in Indonesia.