Kemajuan teknologi di era Masyarakat Digital 5.0 mengubah pola pikir dan perilaku mahasiswa, sekaligus menghadirkan tantangan berupa melemahnya pengendalian diri, memburuknya etika komunikasi, dan masuknya budaya asing yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Penelitian tentang transformasi karakter mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital masih tergolong langka. Penelitian ini bertujuan mengkaji evolusi nilai-nilai karakter mahasiswa PAI dan pendekatan penguatannya agar tetap relevan sekaligus menjaga inti ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis kualitatif; data dikumpulkan melalui survei daring kepada mahasiswa UIN Sunan Ampel dan dianalisis menggunakan perhitungan persentase serta interpretasi deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa tetap mempertahankan nilai-nilai fundamental seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, disiplin, dan ketakwaan, meskipun penerapannya telah beradaptasi dalam konteks digital. Teknologi berperan ganda: mendukung ibadah dan penyebaran nilai positif, sekaligus menghadirkan hambatan melalui gangguan dan akses mudah ke konten berbahaya. Tantangan utama bukan pada pudarnya nilai, melainkan pada kemampuan menyaring informasi dan melatih pengendalian diri. Pendekatan berbasis contoh nyata dari media sosial serta penguatan literasi digital terbukti menjadi strategi paling efektif. Disimpulkan bahwa transformasi karakter tidak mengubah nilai-nilai inti Islam, melainkan memodernisasi strategi penerapan dan internalisasinya, sehingga membekali mahasiswa PAI untuk menjadi pendidik agama yang menguasai teknologi sekaligus menjunjung tinggi integritas moral di ruang nyata maupun virtual.