ABSTRACT The increasing trend of marriage postponement among Generation Z is influenced by changes in social values, economic pressures, and the complexity of interpersonal relationships, which may contribute to marital anxiety. This study aims to examine the effects of financial anxiety and fear of commitment on marital anxiety among early adults of Generation Z in Bandung City. A quantitative correlational approach was employed in this study. Data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 150 Generation Z respondents aged 18–29 years residing in Bandung City. The data were analyzed using multiple linear regression after passing validity, reliability, and classical assumption tests. The findings indicate that both financial anxiety and fear of commitment have positive and significant effects on marital anxiety, both individually and simultaneously. Among the two predictors, fear of commitment emerged as the more dominant factor contributing to marital anxiety. The results also demonstrate that both variables explain a substantial proportion of the variation in marital anxiety among Generation Z early adults. These findings highlight the importance of addressing psychological readiness for commitment and financial concerns through educational initiatives, counseling, and psychological interventions to better prepare young adults for marriage. ABSTRAK Fenomena penundaan pernikahan pada Generasi Z semakin meningkat sebagai akibat perubahan nilai sosial, tuntutan ekonomi, dan kompleksitas hubungan interpersonal yang berpotensi menimbulkan kecemasan dalam menghadapi pernikahan (marital anxiety). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial anxiety dan fear of commitment terhadap marital anxiety pada dewasa awal Generasi Z di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert kepada 150 responden Generasi Z berusia 18–29 tahun yang berdomisili di Kota Bandung. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa financial anxiety dan fear of commitment berpengaruh positif dan signifikan terhadap marital anxiety, baik secara parsial maupun simultan. Di antara kedua variabel tersebut, fear of commitment merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap munculnya kecemasan menghadapi pernikahan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan sebagian besar variasi marital anxiety pada dewasa awal Generasi Z. Temuan ini menegaskan bahwa aspek psikologis yang berkaitan dengan komitmen dan kecemasan finansial perlu menjadi perhatian dalam upaya mempersiapkan Generasi Z menuju kehidupan pernikahan yang lebih matang melalui edukasi, pendampingan, maupun intervensi psikologis.