Lousy Loustiawaty
Fakultas Pendidikan, Sosial, dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Kuningan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSES KREATIF HUJAN KARYA DALAM KOLABORASI PERTUNJUKAN MUSIK GAMELAN: STUDI KUALITATIF PADA MAHASISWA PGSD Lousy Loustiawaty; Amelia Amelia; Deden Abdurahman; Nanda Nurauliya Fatin; Siti Nur Ainurrohmah; Siti Nursyamsiah; Vira Nabila
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12910

Abstract

ABSTRACT Music education in the Elementary School Teacher Education (PGSD) program is not only oriented toward developing students' musical competencies but also aims to foster creativity, collaborative skills, and professional competence through authentic learning experiences. This study aims to describe the creative process of PGSD students in organizing a gamelan music performance during the Hujan Karya Season 10 Performing Arts Exhibition entitled “Alun dan Ayun: Harmoni Bunyi dalam Ruang Tubuh.” A descriptive qualitative approach was employed, involving fourth-semester PGSD students of Universitas Muhammadiyah Kuningan from classes 4A–4F and the employee class, selected using purposive sampling. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation. The findings indicate that students' creative processes were reflected in the selection of Sundanese songs, the allocation of gamelan instruments according to individual competencies, the development of musical arrangements, and the implementation of collaborative performances. These activities contributed to improving students' creativity, musical skills, communication abilities, teamwork, self-confidence, and appreciation of local culture. The findings suggest that collaborative gamelan performances based on project-based learning provide an authentic learning model that effectively integrates local cultural preservation with the development of pedagogical, professional, social, and personal competencies among prospective elementary school teachers ABSTRAK Pembelajaran seni musik pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan musikal, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan kompetensi profesional calon guru melalui pengalaman belajar yang autentik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kreatif mahasiswa PGSD dalam penyelenggaraan pertunjukan musik gamelan pada kegiatan Gelar Karya Seni Pertunjukan Hujan Karya Season 10 bertema “Alun dan Ayun: Harmoni Bunyi dalam Ruang Tubuh”. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa PGSD semester IV Universitas Muhammadiyah Kuningan kelas 4A–4F dan kelas karyawan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif mahasiswa tercermin dalam pemilihan lagu Sunda, pembagian instrumen gamelan sesuai kemampuan anggota, penyusunan aransemen, serta pelaksanaan pertunjukan secara kolaboratif. Kegiatan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kreativitas, keterampilan bermusik, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepercayaan diri, serta apresiasi terhadap budaya lokal. Temuan penelitian menegaskan bahwa pertunjukan musik gamelan berbasis project-based learning merupakan model pembelajaran autentik yang efektif dalam mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar.
INTEGRASI MATA KULIAH PENDIDIKAN SENI MUSIK MELALUI PROJECT BASED LEARNING (PjBL) KOLABORATIF: PENGALAMAN BELAJAR BERMAKNA UNTUK CALON GURU SD MASA DEPAN Lousy Loustiawaty; Dini Yuniarti; Dede Sri Nurkhotimah; Farhan Rayhan; Amelia Nurkhasanah; Aliska Aliska
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13975

Abstract

ABSTRACT Music education for prospective elementary school teachers needs to provide learning experiences that connect the development of musical skills with an understanding of local culture and authentic educational practices. However, learning activities conducted predominantly within the classroom may limit students’ engagement with artistic practice and direct interaction with cultural practitioners. This study aimed to describe the implementation of collaborative Project-Based Learning (PjBL) centered on a gamelan degung performance in the Music Education course of the Elementary School Teacher Education Program at Universitas Muhammadiyah Kuningan. This qualitative study employed a case study approach involving 22 fourth-semester students, organized into four groups, and three local art studios as learning partners. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, documentation, and weekly reflective journals, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The learning process encompassed instrument introduction, basic technical training, progressive practice, ensemble coordination, dress rehearsal, and a final public performance. The findings revealed improvements in students’ gamelan performance skills, collaborative abilities, awareness of Sundanese culture, and confidence as prospective teachers. In conclusion, collaborative PjBL supported by art studios and culminating in a public performance offers an alternative approach to music education that integrates practical experience, collective learning, and the preservation of local cultural heritage. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Seni Musik bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar perlu memberikan pengalaman yang menghubungkan penguasaan keterampilan musikal dengan pemahaman terhadap budaya lokal dan praktik pembelajaran nyata. Namun, pembelajaran yang berlangsung terutama di lingkungan kelas berpotensi membatasi keterlibatan mahasiswa dengan praktik seni dan pengalaman langsung bersama pelaku budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Project-Based Learning (PjBL) kolaboratif berbasis pagelaran gamelan degung pada mata kuliah Pendidikan Seni Musik di Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Kuningan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 22 mahasiswa Kelas 4C dalam empat kelompok serta tiga sanggar seni lokal sebagai mitra pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan jurnal refleksi mingguan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Proses pembelajaran berlangsung melalui pengenalan instrumen, penguasaan teknik dasar, latihan bertahap, penyatuan permainan ansambel, gladi bersih, hingga pagelaran seni. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan keterampilan memainkan gamelan, kemampuan berkolaborasi, kesadaran terhadap budaya Sunda, dan kepercayaan diri mahasiswa sebagai calon pendidik. Dengan demikian, PjBL kolaboratif berbasis pagelaran dan kemitraan dengan sanggar seni dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mengintegrasikan pengalaman praktik, kerja kolektif, dan penguatan pelestarian budaya lokal.