Fatma Ayu Jati Putri
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGATURAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA DALAM KONTRAK KERJA SAMA ANTARA YOUTUBER DENGAN BRAND-BRAND DI INDONESIA Fatma Ayu Jati Putri; Ida Syafitri; Ramadhani Putri Oktaviani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan“ekonomi digital telah melahirkan pola kerja sama baru antara Youtuber atau influencer dengan brand dalam kegiatan promosi dan pemasaran produk melalui media sosial. Kerja sama tersebut umumnya dituangkan dalam bentuk kontrak, baik tertulis maupun elektronik, yang mengikat para pihak secara hukum. Namun, dalam praktiknya sering muncul permasalahan hukum terkait keabsahan kontrak, pemenuhan hak dan kewajiban, serta penyelesaian sengketa akibat wanprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur kontrak kerja sama antara Youtuber dan brand di Indonesia serta mekanisme penyelesaian sengketa yang timbul dari hubungan kontraktual tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak kerja sama influencer diatur oleh KUHPerdata, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta peraturan terkait perlindungan konsumen. Penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui jalur non-litigasi maupun litigasi sesuai kesepakatan para pihak dan ketentuan hukum yang berlaku.”
WANPRESTASI PENJUAL ONLINE DALAM TRANSAKSI JUAL BELI MELALUI TIKTOK SHOP DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEPASTIAN HUKUM KONSUMEN‎ Supriyono Supriyono; Fatma Ayu Jati Putri; Dhimas Dwi Pramanaputra
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan platform media sosial sebagai sarana transaksi jual beli telah memunculkan hubungan hukum baru antara pembeli dan penjual, salah satunya melalui TikTok Shop. Transaksi elektronik ini memiliki kemungkinan menimbulkan masalah hukum, terutama ketika penjual gagal memenuhi kewajibannya sesuai dengan kesepakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keabsahan dari perjanjian jual beli melalui TikTok Shop berdasarkan hukum perjanjian yang ada di Indonesia, serta meneliti jenis wanprestasi yang dapat dilakukan oleh penjual online dan menganalisis konsekuensi hukum yang mungkin dihadapi oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perjanjian jual beli lewat TikTok Shop sah secara hukum sesuai dengan peraturan perjanjian di Indonesia jika memenuhi syarat keabsahan. Wanprestasi oleh penjual online dalam jual beli di TikTok Shop bisa muncul dalam bentuk ketidaklengkapan prestasi, barang yang tidak sesuai, atau keterlambatan dalam memenuhi kewajiban, yang memberikan hak kepada konsumen untuk meminta ganti rugi, membatalkan perjanjian, serta mendapatkan perlindungan hukum. Oleh karena itu, penting untuk menjamin kepastian hukum dan meningkatkan perlindungan konsumen dalam transaksi jual beli di media sosial.