Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI MANAJEMEN PRIVASI DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL PASANGAN BEDA KEYAKINAN DI KALANGAN GEN Z Viony Theresia Sitinjak; Ainun Ni'Matu Rohmah; Rina Juwita; Ziya Ibrizah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan berpacaran beda agama menjadi tantangan kompleks bagi Generasi Z di Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama yang tinggi. Perbedaan keyakinan tidak hanya melibatkan aspek spiritual, tetapi juga nilai keluarga, norma sosial, dan tekanan komunitas, sehingga memerlukan strategi komunikasi interpersonal yang adaptif untuk menjaga keharmonisan hubungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen privasi dalam komunikasi interpersonal pasangan beda keyakinan di kalangan Gen Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap tiga pasangan mahasiswa FISIP UNMUL angkatan 2021 yang telah menjalin hubungan minimal satu tahun. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan menerapkan tiga strategi utama, yaitu strategi selektif (paling dominan), strategi integrasi, dan strategi kompartementalisasi. Ketiga strategi ini digunakan untuk mengelola batas privasi, menghindari konflik, membangun nilai bersama, serta memisahkan ranah keyakinan pribadi dari hubungan romantis. Esensi pengalaman mereka adalah harmoni yang rapuh di tengah ketegangan antara keinginan keterbukaan dan perlindungan identitas religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen privasi melalui strategi komunikasi yang adaptif menjadi kunci keberlangsungan hubungan beda keyakinan pada Generasi Z di era digital.
SILENT TREATMENT SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI YANG TIDAK EFEKTIF DALAM HUBUNGAN TOXIC RELATIONSHIP: STUDI KASUS KORBAN PEREMPUAN Aaron Alexander Hartoyo; Ainun Ni'Matu Rohmah; Rina Juwita; Aulia Ramdani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Penelitian ini mengkaji silent treatment sebagai bentuk komunikasi tidak efektif dalam toxic relationship, khususnya dari perspektif perempuan korban di Samarinda. Pemilihan topik didasarkan pada tingginya kasus kekerasan emosional dalam pacaran di kalangan Generasi Z, sebagaimana dilaporkan Komnas Perempuan dan survei nasional, di mana silent treatment sering luput diakui sebagai kekerasan emosional meskipun menimbulkan dampak psikologis serius seperti kecemasan, penurunan harga diri, dan emotional exhaustion. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap empat mahasiswi Universitas Mulawarman yang dipilih secara purposive sampling. Analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman, menggunakan kerangka teori atribusi serta lima aspek komunikasi interpersonal: keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silent treatment berfungsi sebagai strategi pasif-agresif yang merusak kelima aspek komunikasi tersebut, memicu atribusi internal (self-blame) pada korban dan memperkuat ketimpangan kuasa dalam hubungan. Komunikasi menjadi satu arah, tidak empati, dan penuh ketidakpastian. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi komunikasi sehat dan kesadaran atribusi untuk mencegah serta memulihkan korban toxic relationship, sekaligus mendukung pembangunan hubungan romantis yang setara dan berkelanjutan di kalangan generasi muda.