Hubungan berpacaran beda agama menjadi tantangan kompleks bagi Generasi Z di Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama yang tinggi. Perbedaan keyakinan tidak hanya melibatkan aspek spiritual, tetapi juga nilai keluarga, norma sosial, dan tekanan komunitas, sehingga memerlukan strategi komunikasi interpersonal yang adaptif untuk menjaga keharmonisan hubungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen privasi dalam komunikasi interpersonal pasangan beda keyakinan di kalangan Gen Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap tiga pasangan mahasiswa FISIP UNMUL angkatan 2021 yang telah menjalin hubungan minimal satu tahun. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan menerapkan tiga strategi utama, yaitu strategi selektif (paling dominan), strategi integrasi, dan strategi kompartementalisasi. Ketiga strategi ini digunakan untuk mengelola batas privasi, menghindari konflik, membangun nilai bersama, serta memisahkan ranah keyakinan pribadi dari hubungan romantis. Esensi pengalaman mereka adalah harmoni yang rapuh di tengah ketegangan antara keinginan keterbukaan dan perlindungan identitas religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen privasi melalui strategi komunikasi yang adaptif menjadi kunci keberlangsungan hubungan beda keyakinan pada Generasi Z di era digital.
Copyrights © 2026