Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tantangan Digitalisasi Layanan Publik Berbasis Green Public Service di Jawa Barat Winawati, Iis; Ramdhani, Abdullah; Iqbal Fadhlurrohman, Mochammad
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP)
Publisher : Badan Penerbitan Jurnal (BPJ) FIA-UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiap.2026.012.02.4

Abstract

This study analyzes the challenges in implementing Green Public Service–based digitalization of public services in West Java. The research employs a qualitative approach with secondary data analysis supported by NVivo. NVivo facilitates the identification of key themes and conceptual relationships through wordcloud, treemap, matrix coding query, project map and hierarchy chart. The findings reveal three main dimensions of challenges. In the infrastructure and technology dimension, challenges include limited eco-friendly digital infrastructure, insufficient attention to electronic waste management, and suboptimal energy efficiency. In the human resource dimension, gaps in digital literacy, low understanding of Green IT concepts, and organizational cultural resistance are identified. In the policy dimension, challenges arise from the absence of specific Green Public Service regulations, institutional fragmentation, and weak inter-agency coordination. The study recommends a holistic approach integrating technology, human resource capacity, and coherent policy to achieve sustainable digital transformation. Penelitian ini menganalisis tantangan implementasi digitalisasi layanan publik berbasis Green Public Service di Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder berbantuan aplikasi NVivo. Penggunaan NVivo membantu mengidentifikasi tema-tema utama dan hubungan antar konsep melalui teknik analisis wordcloud, treemap, matrix coding query, project map dan hierarchy chart. Hasil penelitian mengungkapkan tiga dimensi tantangan utama. Pada dimensi infrastruktur dan teknologi, tantangan meliputi keterbatasan infrastruktur digital ramah lingkungan, minimnya perhatian terhadap pengelolaan limbah elektronik, dan efisiensi energi yang belum optimal. Pada dimensi sumber daya manusia, ditemukan kesenjangan literasi digital aparatur, rendahnya pemahaman konsep Green IT, dan resistensi budaya organisasi. Sementara pada dimensi kebijakan, tantangan berupa ketiadaan regulasi khusus Green Public Service, fragmentasi kelembagaan, dan lemahnya mekanisme koordinasi lintas OPD. Temuan penelitian merekomendasikan perlunya pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek teknologi, kapasitas SDM, dan kebijakan yang koheren untuk mewujudkan transformasi digital yang berkelanjutan.